
Pagi harinya Daniel, Alex, Nathan dan Yohan bermain voli bersama dipinggir pantai. Nathan diundang datang oleh Daniel untuk meramaikan suasana. bahkan mereka menambah 2 orang lagi, yang tak lain 2 pengawal Alex.
Mereka hanya memakai celana pendek tanpa memakai baju atasan, badan yang enak dipandang sangat menyejukkan di pagi hari.
Menikmati udara segar dan sekalian cuci mata melihat 6 orang dengan tubuh atletis yang membuat setiap wanita terkagum-kagum.
permainan di bagi menjadi 2 tim, tim pertama adalah tim Daniel, Nathan, dan Raga. Lalu tim kedua adalah Alex, Yohan dan Saga.
keduanya sama-sama kuat. akan ada hadiah bagi pemenangnya, begitulah kata Daniel yang langsung membuat mereka langsung semangat dibuatnya.
Babak pertama tim Alex masih terlihat unggul. Hingga satu bola melayang jauh sampai mengenai kepala seorang wanita.
"Aw....sakit..." ringgis ku ketika bola voli itu tiba-tiba menghantam kepalaku dengan keras. Membuat aku menelungkup kan badanku.
Lalu aku merasakan seseorang memegang bahuku dan menegakkan tubuhku, hal pertama yang aku lihat adalah kulit putih mulus entah milik siapa, mataku bahkan sampai tak berkedip dibuatnya ditambah roti sobeknya yang memanjakan mataku.
"Apakah masih sakit?" aku mendongakkan kepalaku dan menatap kagum kepada pria itu. Ternyata adalah Bos Daniel. Mata kami saling berpandangan.
"Aku tak apa, sudah tidak sakit." bagaimana mau sakit lama? orang bos Daniel mengusapnya dengan lembut sedari tadi.
"Baiklah, sebaiknya kau duduk agak jauhan lagi." aku menganggukan kepalaku dan mundur sedikit jauh dari lapangan yang mereka buat.
__ADS_1
aku melihat bos Daniel berlari dengan membawa boa voli dan melanjutkan permainan mereka.
mataku berkeliaran kesana kemari mencuci mata mumpung disini kan? dimana lagi aku bisa cuci mata melihat roti sobek yang dipertontonkan secara percuma.
tanpa ia sadari salah satu pemain voli menatap Anna dengan sinis, dengan sorot tajamnya. Dia adalah Yohan. Dia terbakar api cemburu saat melihat bagaimana romantisnya bos kekasihnya mengelus rambut milik Anna.
lalu apa-apaan dengan sorot mata Anna yang seolah melihat Daniel dengan kekaguman. Cih...bikin sebal saja.
"Awas saja kau Anna."
...***...
Daniel masuk mencari Stella yang tidak mau keluar karena masih mengantuk katanya. ya benar semalaman mereka begadang dengan mengobrol dan menonton film bersama sampai pagi.
sedangkan Yohan berlari kecil menghampiri kekasihnya yang masih duduk sambil matanya yang menengok kesana kemari mencari mangsa untuk cuci matanya.
"Sudah puas menikmati para lelaki di luaran sana." ucapku dengan tiba-tiba yang sudah duduk disampingnya.
"Astaga...Yohan...kau mengejutkan ku." ia terkejut dan memegang dadanya.
"Sudah puas, heh?" tanyaku dengan sinis.
__ADS_1
"Belum." jawabnya dengan asal. bahkan dengan terang-terangan dia malah semakin menatap para pria-pria muda yang lewat bahkan tak segan untuk tersenyum terlebih dahulu.
"Kau ini, lihatlah aku!!! apa kau tidak menganggap aku ada? apa kau tidak mencintai aku lagi?" teriakku dengan marah karena Anna sedari tadi mengacuhkan ku.
"Aku mencintaimu mu tentu."
"Tapi kenapa kau selalu seperti ini? menatap pria lain dengan tatapan memuja, padahal di hati mu sudah ada aku." tanyaku dengan frustasi.
"Lalu apakah di hati mu ada aku?"
"Apa maksudmu?" aku mengerutkan dahulu tak paham.
"Kau tidak pernah mengatakan cinta terlebih dahulu kepadaku, apakah kau selingkuh?" mata Anna terlihat memicing saat melihat ku.
"Astaga Anna. apa yang kau pikirkan? mana ada seorang wanita yang mau denganku." jawabku dengan frustasi.
"Baiklah, katakan kau mencintaiku. maka aku akan berhenti dari kelakuan buruk ku." Anna tersenyum manis.
aku dilema, "Aku malu mengatakannya terlebih dahulu."
ucapku dengan membuang wajahku ke arah lain.
__ADS_1