AURIGA

AURIGA
BAB 10 : Nadine Raheela Wiratama


__ADS_3

Sakti merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Akhirnya setelah tiga jam yang menyiksa, Sakti bisa kembali bernafas lega.


Paper bag berisi barang-barang mewah dan branded berserakan di lantai. Jins, kemeja, hoodie, sepatu bahkan jam tangan yang harganya fantastis dan tak main-main.


Dan semua itu Salsa beli untuk Sakti di mall tadi. Walaupun berkali-kali Sakti menolak, Salsa tetap bersikeras membelikan semuanya untuk Sakti.


"Rezeki kalau ditolak dosa."


"Dan kalau kita nolak kebaikan orang lain, namanya sombong."


Ucapan-ucapan ibunya itu selalu Sakti tanamkan dalam hati, sehingga ia pun menerima pemberian Salsa walau dengan perasaan amat tak enak.


Apalagi saat ia membuka ponselnya, seluruh media sosial Salsa penuh dengan dirinya.


Bagaimana kalau semua orang menyangka mereka berpacaran?


Jahatkah Sakti bila ia berkata jujur bahwa ia tidak menyukai Salsa?


Salsa memang memasuki kriteria cewek idaman dengan modal wajah blasteran nya. Di sekolah juga ia selalu memakai seragam ketat agar menonjolkan lekuk tubuhnya. Ia juga berani memakai liptint, maskara dan eyeliner.


Cantik, tapi tidak natural.


Beda seperti Nadine.


Nadine Raheela Wiratama.


Begitu nama panjang Nadine yang Sakti dengar setiap guru mengabsen.


Tubuh mungilnya yang selalu dibalut seragam oversize. Wajah cantiknya yang hanya memakai bedak tipis dan bibirnya yang hanya dipoles lipbalm mencerminkan make up sewajarnya anak sekolah.


Dan Sakti paling tidak bisa melupakan aroma parfum Nadine yang sampai saat ini masih menempel di baju olahraga nya.


Aroma vanila yang lembut.


Pikiran Sakti terus menerawang sampai suara dering telepon yang keras menyadarkan alam bawahnya.


Sakti pun meraih ponselnya dan melihat panggilan video whatsapp dari nomor tak dikenal.


Dengan ragu, Sakti pun mengangkat panggilan video itu. Dan alangkah terkejutnya Sakti saat melihat wajah di ponselnya itu.


"AYANG!!!"


Sakti tertegun. Bukan karena si cewek aneh yang mengajaknya kenalan di kantin beberapa hari lalu.

__ADS_1


Tapi sosok cantik di belakangnya yang tengah meminum susu sambil bersandar di sandaran ranjang.


"Nadine..." ucap Sakti pelan, dengan senyum yang merekah di wajahnya.


"Kok, malah Nadine, sih!? Ini Chika Aurelia! Anak IPS 1! Yang ngajak kamu kenalan pas hari Jumat! Anak PMR yang tadi ada di UKS!"


"Iya, tahu... Terus?"


Terdengar cekikikan yang berasal dari Alea dan Syarla.


"Kamu tadi kencan sama Salsa, ya!?" tanya Chika dengan wajah cemberut. "Kalian pacaran?"


Tuh, kan benar.


Pasti orang menganggap bahwa Sakti dan Salsa berpacaran.


Dan Nadine juga berarti...


Seketika Sakti langsung panik. "Nggak, kok! Sakti nggak ada hubungan apa-apa sama Salsa!"


"Terus kenapa kencan kalau nggak pacaran!?"


Terlihat Nadine melirik tajam ke arah Sakti. Seolah terwakili oleh pertanyaan Chika.


"Berarti lo gampangan banget, dong!" komentar seorang cewek yang tiba-tiba muncul di layar ponselnya, Alea. "Mau diajak kencan sama cewek tanpa pacaran! Dasar famous!"


"Bener banget! Kamu nggak boleh kencan sama siapa-siapa lagi kecuali sama aku, oke?" ucap Chika yang langsung mendapat jitakan di jidatnya oleh Alea.


"Katanya udah uncrush lo!"


"Ya kalau Ayang Sakti mau janji sama gue, nggak bakal kencan sama sembarangan cewek lagi, nggak jadi uncrush nya!"


"Emangnya lo bukan cewek sembarangan? Lo juga sama, anjir! Lo bukan siapa-siapanya! Dasar bego!" sarkas Alea, menumbuhkan luka dalam dihati Chika.


"Jahat banget, lo Alea! Tega lo bilang gitu sama gue!"


"Ya emang gitu kenyataannya!"


"STOP!" teriak Nadine dari belakang keduanya. "Balikin hp gue!"


Nadine pun meraih ponselnya dari tangan Chika, dan tampaklah wajah Nadine di layar ponsel Sakti sebelum panggilan video dimatikan sepihak oleh Nadine.


"Aih! Dimatiin!" rutuk Sakti. "Baru juga mau nanyain kabar dia..."

__ADS_1


Hati Sakti berdebar-debar.


Berarti ini nomor whatsapp Nadine?


Sakti pun melihat kontak tanpa foto profil dan info itu. Tapi memiliki nama pengguna nadinerwiratama.


Fiks! Ini kontak Nadine!


Sakti pun menyimpan kontak Nadine, dan mulai mengetik sebuah pesan.


^^^nadine^^^


^^^ini no wa nadine?^^^


Sakti menunggu balasan dari Nadine dengan jantung yang berdebar-debar. Tak lama kemudian, terdengar bunyi notifikasi chat dari aplikasi hijaunya.


Dengan cepat Sakti membuka ponselnya, namun ia langsung mendesah kecewa ketika nomor Salsa lah yang mengirim chat padanya.


Sakti, besok lo pake jam tangannya, ya😉


^^^iyaa salsaa...^^^


Sakti kembali mendesah kecewa ketika melihat Nadine hanya membaca tanpa membalas pesannya.


...****************...


Nadine menghirup terlebih dahulu udara segar, sebelum memasuki ruang keluarga dimana kedua orang tuanya tengah menonton televisi.


"Pa, Ma." sapa Nadine.


"Sudah sembuh kamu?" tanya Bu Friska.


"Alhamdulillah sudah mendingan, Ma." jawab Nadine, lalu ikut duduk di sofa.


"Ya sudah, lebih baik sekarang kamu istirahat di kamar. Panggil saja Bi Irni kalau mau apa-apa." ucap Pak Gavin Wiratama, ayah Nadine.


"Tidak apa-apa, Pa. Justru kalau dikamar terus, bawaannya lemas." Nadine pun berdehem. "Sebenarnya, ada yang ingin Nadine bicarakan dengan Papa dan Mama."


"Apa lagi sih, Nadine!?" sergah Bu Friska.


Nadine menghela nafas. "Sebenarnya, selama ini Nadine memang tertekan oleh Papa dan Mama. Papa dan Mama selalu mengharapkan yang terbaik dari Nadine. Nadine belajar terlalu keras, dan Nadine gak punya waktu sedikitpun untuk istirahat...


"Nadine ingin diberi sedikit kebebasan, Pa... Nadine juga ingin main keluar dengan teman-teman Nadine... Nadine juga ingin liburan di akhir pekan seperti orang lain... Tapi Nadine juga tahu mana waktunya belajar dan waktunya main. Nadine gak mau seharian di kamar buat belajar padahal hari libur. Nadine juga gak mau dituntut untuk juara atau nilai bagus. Nadine juga gak mau diberi hukuman dengan tambahan waktu belajar. Nadine berharap banget Papa bisa ngertiin perasaan Nadine... Karena dokter kemarin juga bilang kalau Nadine stress akibat terlalu keras belajar..."

__ADS_1


"BERANI KAMU BICARA KURANG AJAR SEPERTI ITU KEPADA ORANG TUA KAMU!?"


__ADS_2