AWAN DI ATAS LANGIT

AWAN DI ATAS LANGIT
bab 10: Harus di lahir kan


__ADS_3

Erlangga menatap sendu pada istri nya itu.. sesaat dia di bawa ke rumah sakit.. semua orangyg ada di sana ikut sedih melihat mereka.. "bagaimana keadaan nya...? dia itu sedang hamil.. mudah-mudahan saja anak nya tidak apa-apa..!! lagi pula dia itu sedng hamil.. kenapa di suruh buang sampah ke lubang ini sendirian..!! kasian, mungkin dia sudah lama berada di dalam sana.." ucap salah satu warga yg melihat nya..


Erlangga terus menggegam tangan istri nya itu, ia terlihat begitu khawatir pada nya, sesaat setelah mereka sampai di rumah sakit itu.. "pak tunggu di sini ya, kami akan segera menangani istri bapak.." ucap seorang perawat itu pada nya, Erlangga hanya mengangguk..


Ketua Rt yg ada di sana segera memberi tahu keluarg erlangga. semua orang yg ada di sana terkejut mendengar berita itu, iibu dan ayah nya segera menyusul Erlangga ke rumah Sakit sementara Maryam ia tidak ikut ke sana..


Sementara itu di rumah sakit, seorang perawat menghampiri nya, "pak apakah bapak keluarga pasien.?" tanya nya,, Erlangga mengangguk "iya suster saya suami nya..!! bbagaimana kondisi istri saya sus" tanya Erlangga

__ADS_1


Suster itu terdiam sejenak.. "Istri bapak mengalami pendarahan dan dokter sedang berupaya untuk menolong istri daan anak bapak.. kami terpaksa harus melahir kan anak bapak.. jika ingin kedua nya selamat..!!" jawab nya..


Erlangga terdiam.. "Di lahir kan Sus..!! tapi kan kandungan istri saya belum bulan nnya untuk melahirkan, ia bahkn baru 6 bulan Sus.. tapi jika itu bisa menolong dn menyelamat kan istri dan anak saya, akukn lah sus.." jawab nya..


Erlangga menyetujui dan menandatangani surat persetujuan itu.. iaa berdoa semoga anak dan istri nya bisa di selamat kan.. tidak lama kemudian, keluargaa nya datang, ibu Erlangga langsung memeluk putrra nya itu.. berharap dengan pelukan nya Angga bisa lebih tenang


Erlangga terdiam.. ia tidak menjawab nya.. "jika bu menyuruh kak Maryam yg membuang sampah itu, berarti kak Maryam sengaja menyuruh tina ke lubang itu.. kemungkinan kak Maryam ada di balik ini semua.." batin nya..

__ADS_1


Angga hanya terdiam.. tidak munggkin menuduh Maryam.. itu hanya akan menimbulkn pertengkaran di antara mereka.. "Ah, mmungkin nnti aku akan menanyakan nya pada Tina bila dia sudah sembuh, dn membaik.. tidak mungkin ku menuduh kakak ku tanpa bukti.." batin nya, Angga menarik nafas panjang


Para Dokter yg menangani Tina telah keluar dari ruang perawatan itu,. mereka menghampiri Erlangga dan juga keluarga nya di sana.. salah satu dokter itu mulai bicara pda Angga..


"Psien sudah bisa kami selamat kan.. tapi karena usia kandungan nya beum genap 9 bulan, terpaks kami keluar kan bayi nya.. ntuk menyelamat kan ibu dann bayi nya tersebut. tetapi.. bayi itu harrus berada di inkubator, selama ia kuat dan bertahan di ruang hangat.. berdo saja semoga bayi itu bisa bertahan untuk malam ini. kami tim dokter msih mengawasi nya.. karena dia lahir dengan prematur.." jelas dokter itu..


Angga hanya terdiam.. "terima kasih dok , tidak apa-apa yg terpenting bayyi ku dn iistri ku selamat.. tapi dok anak ku laki-laki, atau perempuan.?" tanya nya.. Dokter itu tersenyum.. "Anak bapak perempuan..!" jawab nya.. Erlangga tersenyum bahagia

__ADS_1


bersambung


__ADS_2