
Erlangga menatap marah pada kakak perempuan nya itu.. ia mengepal kan tangan nya.. "maksud nya..? kau tidak ingin semua orang yg hadir, melihat putri ku..? kenapa.? apa karena dia punya kekurangan.. karena dia tidak sama seperti anak-anak mu..?" teriak nya.. Maryam kembali menatap nya tajam.. "kau tahu jawaban nya.. kenapa masih bertanya..? apa kau tidak malu juga memiliki putri yg cacad seperti dia..? Angga masa depan mu masih panjang.. kenapa kau mau mengurus anak itu..? kau bisa membuang nnya.. kau bisa menitip kan nya pada panti sosial.. di sana banyak orang-orang yg seperti anak mu..untuk apa kau repot-repot mengurus nya..!! kau hanya mempermalukan diri mu sendiri.. kau tidak lihat.. semua saudara kita, mereka sempurna, tidak ada yg cacad seperti mereka.. seperti anak mmu.. keluarga kita semua nya sempurna.. untuk apa kau menyayangi nya.." ucap Maryaam.. Angga memejam kan mata nya.. ia mengangkat tangan nya.
__ADS_1
"Diam.. aku bilang berhenti.. kak maryam kenapa tidak henti-henti nya menghina anak ku.? mau bagaimana keadan nya, dia tetap putri ku.. dia darah daging ku. aku tidak akan membuat nya pergi dari sini. tidak akan.. buang..? kau menyuruh ku, untuk membuang anak ku sendiri..? bagaimana bila jika anak mu yg begitu.? anak mu yg memiliki kekurangan. anak mu yg cacad..? apa kau akan membuang nya..? seperti yg kau katakan pada ku tadi..? apa kau ini seorang ibu..? apa pantas, wanita yg memiliki anak seperti mu, mengatakan hal itu pada ku.? di mana hati dan perasaan mu.. aku tanya pada mu sekali lagi pada mu..apa pantas kau mengatakan itu.. baik dan buruk nya Clara.. dia tetap anak ku.. darah daging ku." teriak Angga.. ia pergi meninggal kan tempat itu..
__ADS_1
Tina mendengar nya, hati nya lagi-lagi terluka.. "ya Tuhan.. kenapa cobaan ini begitu berat.." batin nya, ia kembali ke kamar nya. ia terlihat membereskan baju nya dan juga baju milik Clara.. Erlangga menyusul nya ke dalam.. "ada apa..? kau mau kemana..?" tanya nya.. Tina berusaha menutupi perasaan nya. "aku sudah mendengar ucapan kak Maryam.. aku dan Clara akan menginap di rumah mami saja, hingga acara nya selesai. kau di sini saja mas.. biar aku saja yg pergi. kak maryam malu kan pada keadaan Clara aku tidak ingin mempermalukan nya.. bisakah kau mengantar kami ke tempat mami..?" tanya nya.. berusaha menahan tangis nya..
__ADS_1
malam itu Tina dan Clara pergi menginap di rumah mami nya.. magdalena. dengan terpaksa Angga mengantarkan nya.. dia juga tidak ingin terus membuat keributan di rumah itu..sesampai nya di sana.. Magdalena menyambut baik kedatanan cucu dan anak nya itu.. "halo sayang nya omaah.. ayo masuk.. oma bru membelikan Clara mainan baru.." ucap nya. gadis kecil itu tersenyum girang.. Tina memeluk mami nya itu. "Mam.. terima kasih sudah menerima anak ku..!!" ucap nya.. Magdalena hanya terdiam.. lalu mengangguk sambil tersenyum
__ADS_1
bersambung..
__ADS_1