
PAgi menjelang mentari menyinari, belum ada yg menyadari jika Tina tidak ada di rumah itu.. ibu mertua nya pun sudah kembali dari pasar bersama Maryam.. setelah melakukan itu, maryam menyusul ibu nya ke pasar, agar dia tidak di curigai, karena menghilang nya Tina dari sana.Erlangga terbangun, ia mencari Tina, "kemana istri u, tidak biasa nya dia tidak membangun kan aku..?" batin nya.. Angga mencari nya ke seluruh rumah, tapi ia tidak menemukan nya..
"Bu.. kemana Tina..? apa ibu bersama nya..!! biasa nya setiap pagi, ibu dan dia berjalan-jaan kan selepas salat Subuh..?" tanya nya ibu Erlangga terdiam.. "Tidak Angga, hari ini ibu tidak mengajask nya jalan pagi.. mungkin dia berjalan-jalan sendirian.. sebentar Lagi juga pulang.." jawab nya.. perasaan Erlangga tidak tenang.. ia pergi mencari istri nya itu.. Angga mengambil jaket nya, ia berlari keluar, hendak mencari istri nya itu.
__ADS_1
Sementara Tina masih terus berteriak meminta tolong, berharap ada yg mendengar teriakan nya.. hingga ada salah satu warga yg mendatangi lubang pembuangan sampah itu.. ia hendak melempar kan sampah nya. "tolong.. tolong aku.. tolong.." teriak Tina, rasanya ia sudah kehabisan suara nya.. orang itu mendengar teriakan Tina.. ia menyenteri lubang itu dengan senter yg dia bawa.. "Ya Alllah.. Ya Tuhan ku.. ada orang yg jatuh ke lubang.. tolong. tolong.. teriak orang itu. ia berlari encari pertolongan.. ada setitik harapan untuk Tina, akhir nya ada yg mendengar jeritan nya..
beberapa saat kemudian warga sudah berkumpul mengerubuni lubang itu, mereka hendak menolong dan mengeluarkan Tina dari dalam sana.. "Hei.. kau masih kuat kan..? kau tidak apa-apa..!!" teriak para warga yg datang ke sana. Tina bberusaha menjawab nya, tapi karena dia sudah kelelahan berteriak dari tadi, suara nya tidak bisa lagi keluar.. iia hanya mampu menangis..
__ADS_1
Erlangga melihat keruman itu.. ketika dia sedang mencari Tina.. "Ada apa di sana..? jangan -jangan itu istri ku..!!" batin nya, ia mendeksati sekumpulan orang-orang itu.. "pak buk.. ada apa..? apa yg terjadi..?" tanya nya.. "itu loh Ngga ada yg jatuh ke lubang pembuangan sampah..! kata nya sih wanita.. itu pa rt dan yg lain nya lagi berusaha mengeluarkan nya.." jawab salah satu warga yg melihat itu..
Erlangga sudah tidak bisa menahan berat tubu nya, a takut terjadi sesuatu pada Tina istri nya itu. terlebih pada anak yg ada di kandungan istri nya itu.. "Ya Alllah Tina... Tiiinnaaaa.." teriak nya, Erlangga ingin ikut turun ke sana.. ia di tenangkan oleh para warga yg ada di sana,. "tenang.. tenang.. istri mu pasti baik-baik saja.." ucap salah satu warga yg ada di sana.. semua orang turun ke lubang itu berhasil membawa Tina keluar dari lubang itu..
__ADS_1
"Cepat.. telepon Ambulance.. dan bawa dia ke rumah sakit.." teriak ketua Rt yg ada di sana.. Erlangga terdiam.. ia menggegam tangan Tina.. "Tina yg masih sadar dalam kondisi nya yg lemah itu. menahan sakit nya hanya menatap sendu pada suami nya itu.. "mas aku takut.." ucap nya terbata.. sebelum kehilangan kesadaran nya..
bersambung
__ADS_1