
Angga berjalan santai, ia berdiri di sebuah kontraakan yg tida asing bagi nya.. ia meggendong sebuah tas yg berisi raket tenis di dalam nya, ia mengatakan pada Tina jika dia ingin bermain tenis bersama temaan-teman nya, tapi di sini lah dia sekarang.. Bukan nya pergi berolahraga bersama temaan nya ia malah mendatangi kontrakan Widia, seperti nya ia sudah terbiasa ke sana dan membohongi Tina istri nya..
Tok.. tok.. tok.. Angga mengetuk pintu itu, ia sedikit merapikan pakaian nya.. Widia dengan cepat membuka pintu.. iaa tersenyum saat melihat Angga yg berdiri di hdapan nya itu.. Angga buru-buru sajaa masuk ke dalam..
Widia menatap penuh arti pada nya, ia lngsung memeluk Angga saat itu.. "aku merindukan mu.. tapi kenapa kau berpakaian seperti ini..?" tanya nya.. Angga terdiam.. "iya mau bagaimana lagi, aku bilang pada Widia, jika aku mau main tenis..! diaa akan curiga bila aku berpakaian rapi nanti.." jawab nya..
__ADS_1
Widia mengangguk.. "tapi ia belum mencurigai hubungan kita kan..? kaau tidak kketahuan kan..?" tanya nya, Angga menggeleng.. "Tidak, dia sedang sibuk mengurus bayi kami yg baru saja lahir, dan juga Clara..! maka nya kau tidak bisa seperti ttadi, tiba-tiba saja memberi pesan pada Oky.. jika kitaa haruss bertemu, untung saja si oky bisa mencari aasan pada Tina.. untuk mengizin kan ku keluar.. ada apaa sebenar nya..? kenap kau memanggil ku..?" tanyaa nya
Widia tersenyum bahagia.. "aku hamil..! dan ini anak mu.." jawab nya tanpa Ragu.. Angga terkejut mendengar nya.."hamil..? kok bibsa hamil..? aku selalu memakaai pengaman bila aku berhubungan dengan mu..!! kau tiidak bisa begini..!! kau tidak bisa mempermain kan ku.." jawab nya
Widia memberikan test peck dan jugaa hasil usg pada Angga.. "kenapa kau bia bicara seperti itu.. nanti anak mu mendengar nya..!! dan kenapa jika aku hamil..? ada kau yg akan menikahi ku..!" jawab nya santai..
__ADS_1
Widia terdiam.. "terus jika janin iini tumbuh di perut ku bagaimana..? Angga dia tumbuh, aku dapat merasakan nya, aku dapat merasakan kehidupan di perut ku..!! dia anak mu, kau tidak bisa lepas tnggung jawab, mau kaau memakai pengaman pun, melakukan nya, itu bisa saja terjadi.. aku sudah siap untuk resiko apa pun.. aku juga siap jika aku harus menjadi istri ke dua mu.. aku siap di poligami oleh mu..!!" jawab nya..
"Kau semakin Gila Widia.. aku tidaak mungkin menikahi mu.. unuk mengurus dan memberi hidup Clara Tina dan kini putra ku saja, aaku masih pas-pasan.. apa lagi aaku hharus menikah dengan mu..? aku tidak akan bisa menghidupi kalian semua..! aku akan memikir kan bagaimana caraa nya menyingkir kan bayi itu..! aku tidak bisa menikah dengan mu.." jawab Angga..
Widia terdiam.. "kau tidak bisa seperti itu Angga, anak ini juga darah daging mu.. tega sekali kau mengaatakan itu padaa ku.." ucap nyaa kecewa..
__ADS_1
bersambung