
Tina kembali ke rumah itu dengan perasaan yg hancur, ia
melihat motor angga yg sudah terparkir di halaman rumah itu.. dia masuk ke dalam dengan emosi yg memuncak, kejadian pagi tadi, dan
juga ucapan Tantri yg sangat menyakiti
nya.. terlihat Maryam, yg sibuk menyiap kan makanan.. ia melihat Tina dengan
tatapan tajam nya.. “Dari mana saja kau hah..? baru pulang jam segini, memang
nya berat mengangkat air segitu aja..? lihat makan malam pun bbelum dii
masak.!! Kau malah asik leha-leha..” ucap nya berteriak. Tina tidak mendengar
kan nya, wajah nya terlihat merah menahan amarah nya.. ia mendekati Maryam.. “kau
bisa kan masak sendiri..? mereka it u keluarga mu.!! Bukaan keluarga ku.! Mereka
itu adik-adik mu.. bukan adik-adik ku.. aku bukan pemantu di sini.. kalian
hanya menghargai ku, karena aku istri dari kakak kalian kan.!! Mulai sekarang, kalian masak sendiri, mencuci baju kalian
sendiri, dan siap air mandi kalian sendiri.. kalian tidak tau kan betapa
melelahkan nya mengangkat ember-ember itu.? Mushola itu jauh dari rumah ini. Dan
kalian yg menyuruh ku terus yg mengambil kan nya untuk kalian.. apa kalian
__ADS_1
tidak punya tangan..? atau kalian tidak punya kaki..? sehingga kalian hanya
bisa menyuruh ku saja..!! ingat ya aku bukan pembantu kalian.. mulai sekarang,
aku akan mengerjakan apa yg seharus nya.. dank au kak Maryam. Masak lah untuk makan suami dan anak-anak mu.. kau
ibu nya.. bukan aku..” ucap nya. Ia pergi meninggal kan dapur itu.. Maryam
terdiam, ia tidak menjawab.. sementara Tantri ia hanya menunduk. Tina kembali
ke kamar nya.. ia membuka lemari pakaian nya, membereskan baju-baju milik nya
dan juga Clara.. Erlangga yg baru saja selesai mandi terkejut melihat nya.. “A-ada
apa sayang..? kenapa kau membereskan baju- baju mu dan Clara..? kau mau
kemana..?” Tanya nya terkejut.. Tina
mereka menganggap aku ini apa..? pembantu..?! belum lagi kak Maryam. Dan juga
Nur. Mereka teerus menghina putri ku.. bahkan Tantri.. juga tidak mau mengakui
Clara keponakan nya, karena dia Cacad..
kau dengar itu.. untuk apa aku bertahan di rumah inii, jiuka tidak ada yg
menganggap keberadan kita.. aku lelah
__ADS_1
Angga.. aku cape.. hati ku sakit saat mereka menghina putri ku. Kau tahu.. hari
ini Nur bahkan membuat putri ku celaka..!! dia terjatuh dari kursi roda nya
karena ulah nur,..!! bukan hanya mencelakai nya.. tapi juga dia menertawa kan dan menghina nya di
depan semua teman nya.. hati seorang ibu mana yg tidak sakit melihat putri nya
di perlakukan seperti itu..? hana karena
dia memiliki kekurangan..? sehebat apa kak Maryam mendidik putri dan putra nya,
sehingga mereka bisa menghina saudara mereka sendiiri..? kurang apa aku pada
keluarga mu..!! aku sudah banyak mengalah.
Aku bahkan menelan bulat hinaan, mereka semua..!! aku sudah tidak bisa lagi
bertahan. Aku ingin pergi dari sini.. jika kau tidak mau aku akan pergi bersama putri ku..” teriak nya.. Angga terdiam. “tenang dulu,.. jika kta pergi
sekarang, kita mau kemana..? tidak mungkin kita langsung pergi ke rumah mami
mu.. kan..? aku janji, aku akan mencari kontrakan untuk kita.. selama kita
belum mendapat kan nya, kau tidak perlu melakukan yg ddi perintahkan oleh siapa
pun di rumah ini.. focus aja pada ku dan
__ADS_1
Clara.. nanti aku akan bicara pada mereka semua..” ucap Angga.. Tina tidak menjawab nya ia menangis di pelukan Angga . "Aku ingin pergi dari sini.. mereka semua jahat pada ku.. apa salah ku pada mereka... sekeras apa pun aku menuruti keinginan mereka, mereka tidak pernah menganggap ku.. apa salah ku.. apa salah anak ku . !! mereka tidak pantas memperlakukan Clara seperti itu.." ucap Tina terisak... Angga memeluk nya dengan sangat erat...
bersambung