AWAN DI ATAS LANGIT

AWAN DI ATAS LANGIT
bab 44: Aku tidak melakukan nya


__ADS_3

Tina bergegas menghampiri Clara di gerbang seolah itu.. Terlihat Maryam yg sangat kesal pada putri nya itu. "Ada apa ini..? kenapa Nur menangis..?" tanya nya panik. Maryam menatap tajam pada Clara. "Anak mu itu mencuri gambar anak ku.. tapi malah dia yg di marahi guru dan di kurangi nilai nya dia yg di rugikan.." teriak Maryam.. Nia terlihat marah. "Tidak.. Lara tidak melakukan nya.. justru Nur yg mencuri dan menukar gambar lara.. sudah jelas-jelas di balik kertas gambar itu ada nama kelas nya.. kenapa kau sekarang menyalah kan Lara nur..? kau memutar balikan fakta.. kau mengarang ccerita..!!" teriak Nia.. Sementara Nur semakin keras menangis..


"Tidak yg di katakan nia itu tidak benar, lara mengambil nya.. indri dan indah pun melihat nya.. aku punya saksi  untuk itu." jawab nya tidak berenti menangis.. Lara hanya terdiam.. "dasar kau pencuri, aku akan melapor kan mu pada bu nita.." ucap Maryam geram.. Tina terlihat tenang.. ia menghampiri Clara dan berjongkok di depan nya.. "Benar kah itu..? coba katakan pada mama yg sebenar nya.!!"ucap nya..


Lara terdiam.. ia tahu Nur pasti akan berbuat seperti i tu.. "Tidak aku tidak melakukan nya.. Nur yg menukar gambar ku.Nia juga tahu itu, dan bu nita juga sudah tahu, aku  tidak bersalah.. Sudah lah Nur jangan bersandiwara terus di depan tante Maryam dan ibu ku.. aku tida k pernagh melakukan hal curang seperti itu.. kau k an yg melakukan itu, kenapa kau menuduh ku sebalik nya.. aku bahkan tidak pernah menyentuh barang-barang mu, memasuki kelas mu saja aku tidak pernah.." jawab nya..


Tina mendorong kursi roda menjauh, di   ikuti oleh Nia di belakang nya.. "Tante, Lara tidak melakukan itu.. itu semua cuuma cerita karangan si nur saja.." ucap Nia.. Tina tersenyum.. "tante tahu, anak tante tdak mungkin melakukan hal seperti itu.. nur saja yg  ingin mencari masalah sama Clara.."  jawab nya. Nia tersenyum."Syukurlah jika tante tidak percaya.."  jawab nya.


Sementara Nur masih masih menanis di sepanjang perjaan pulang ke rumah nya itu.. entah karena malu, atau kesal.. Maryam hanya membiar kan nya, ia sudah kehabisan akal untuk mendiam kan nur agar berhenti menangis.. "Diam.. Mama bilang diam.. berhenti menangis.." teriak nya, sesampai nya di rumah.. Nur langsung terdiam, jika melihat Maryam sudahh berteriak..

__ADS_1


"Tapi aku tidak berbohong.. si lara memang yg mencuri gambar ku, dan menukar nya.!! Mama juga tahu, Bu Nita lebih menyayangi si lara itu, satu sekolah sudah membicarakan nya, jika lara murid spesial, yg selalu di bela bu nita.. bukan hanya aku yg kesal pada nya, semua orang pun sama dengan aku.tidak kah mama mau memberi nya hukuman..? gara-gara dia nilai ku di kurangi oleh bu Nita"ucap nya terbata..


Maryam terdiam.. ia terlihat berfikir,.. "Nanti mama akan cari cara, untuk menghukum nya, tapi tidak sekarang, karena Ayah nya Clara ada di rumah.. kita tidak bisa menghukum anak itu, jika ada om Angga, karena nanti dia akan marah, dan memarahi kamu  dan mama nanti nya.." jawab Maryam.. Nur cuma terdiam.. tidak menjawab.. terlihat Tina yg baru saja datang, dia berdiri di belakang Maryam..


"Bisa kah untuk tidak menghalangi jalan.. kami mau masuk.." ucapnya, sambil berlalu. Maryam hanya menatap marah pada nya. "awas ya.. ada pencuri.. anak nya saja ssudah berani..  apalagi ibu nya, mungkin saja nanti barang-barang di rumah ini akan hilang juga.." ucap maryam menyindir.. Tina berbaik.. ia berhenti dan menyuruh Clara keluarkan hasil gambar yg jadi perdebatan itu..


"Lara.. coba mama lihat hasil gambaar mu..!! dan mana gambar milik nur.. mungkin saja tante maryam mau melihat nya.."ucap nya.. Clara mengambil gambar itu.. dan memberikan nya pada Tina.. "ini lihat.. yg ini milik Clara.. di balik kertas ini terdapata nama kelas 4a.. sementara ini punya nur.. kelas 3b.. kak Maryam tidak percaya..? baiklah.. aku akan memperlihat kan kamera pengawas saat  kejadian itu terjadi.. dan di sini sudah jelas, Nur yg menukarkan gambar nya, bukan lara.." ucap Tia..


Tina hanya menatap heran melihat nya.. "Kalau anak ku yg salah pasti di ributin sampai dia puas... tapi jika anak nya yg bersalah dia diam seribu bahasa..." batin nya, Tina hanya bisa mengelus dada nya mencoba untuk menahan diri dan juga emosi nya.. ia kembali ke dalam kamar nya dan menghampiri Angga yg sedang berbaring..

__ADS_1


Hari ini dia tidak bekerja karena tidak enak badan.. "Ada apa lagi sih Tina...? seperti nya tidak ada ketenangan di rumah ini.." ucap nya.. Tina hanya terdiam... ia sedang menggantikan baju Clara..


"Biasa mas.. Kak Maryam dan juga nur mencari masalah pada anak kita.. tapi sudah aku beres kan..!! mas mau ikut bertemu Mami ga? aku dan Clara mau ke sana nih.. mau melihat Rumah yg akan kita tempati nanti" ucap nya..


Erlangga bangkit dari tidur nya.. "Baiiklah mas akan ikut dengan mu.. mas juga pusing di sini.. dari tadi kak Maryam mengomel terus..." jawab nya Tina tersenyum... "Ayo lah cepat bersiap.. kita harus cepat, karena takut ke sorean .." jawab Tina.. Angga mengangguk. dia segera bersiap dan mengganti pakaian nya


Tidak lama kemudian mereka pergi bersama, Magdalena sudah menunggu nya di ujung jalan itu.. ia tersenyum saat melihat Clara datang... "Ah cucu Omah cantik sekali...!! kalian sudah siap?!'' tanya nya


Tina mengangguk.. akhir nya mereka pergi mencari sebuah rumah untuk mereka tempati. Tina belum memberi tahu Mami nya jika Lara sebenar nya ingin Tinggal di rumah nya, ia takut jika Angga tidak setuju dengan permintaan Clara itu.. Lara terus tersenyum di sepanjang jalan itu.. ia nampak bahagia, karena dia akan tinggal jauh dari Nur..

__ADS_1


bersambung. .


__ADS_2