
Erlangga termenung sendiri di teraas rumah nya, ia melihat Clara yg di gendong oleh Danu.. ia segera menghampiri nyaa.. "Lara.. kenapa kau bisa bersama om Danu..? kemana mama..?" tanya nya.. Danu menurun kan Clara dan menduduk kan nya di atas kursi roda nya
"Kami baru saja membeli ice Krim.. kak Tina mungkin kembaali ke dapur." jawab Danu.. Erlangga terdiam.. ia tahu permasalahaan Laara tadi,.. "kenapa kaaka diam saja tadi..? saat kak Tina bertengkar denga kak Maryam..? kak Angga tahu, ibu sakit karena melihat mereka setiap hari bertengkar aku tidak menyalah kkan aak Tina, dia hanya membela diri nya dan jugaa aanak nya.. menurut ku Kak maryam yg keterlaluan.. tidak kah, kak angga mau membela kak Tina.? dia istrri mu.. bantu dia, turuti keinginan nya.. harus nya kau dengar kan dia.. kakak Tina sudah lelah mengurus semua nyaa Clara.. kau dan rumah ini.. dia sudah lelah.. haus nya kakak mengerti dia.. Lara hampir terluka tadi, jika kak tina tidak telat datang, untuk menolong nya.. kemana kak Angga saat Lara menangis tadi.? kau bahkan tidk menghampiri nya.." ucap Danu..
__ADS_1
Erlangga terdiam.. "aku bingung harus berbuat apa.. terkadang perasaan ku sma seperti Maryam.. aku melihat anakk ku tertindas oleh saudaraa nya sendiri, tapi dia tidak bia melawan.. dia hanya bisa menaangis.. aku juga terkadang maalu pada nya, jika anak seusi nya berlari bermain dan bahkan sudah bisa mandiri sendiri.. tapi anak ku tidak.. anak ku hanyaa bisa duduk di kursi roda nya.. untuk mandi pun diaa tidak bia sendirri.. aku terkadang lelah juga menghadapi nya.. taapi aku tidak bisa memungkiri jika dia tetap anak ku..!!" jawab Angga.. Danu menggeleng kesal..
"kau tidak bis berkaata seperti itu kaak.. dia anak mu.. jangan dengar kan kak Maryam.. jika Lara sudah mengerti, dia akan terluka oleh semuaa ucapan mu.. dia darah daging musendiri.. tuhan tidak mungkin mencptakan mahluk nya tanpa kelebihaan.. mungkin Clara kekkurangan nyaa begini.. tapi aku yakin, suatu saat nanti dia akan membuat mu bangga, da akan membuat ibu dan ayah nya bisa berdiri tegak.. kau tidak bisa memanddang nya sebelah mata.. aku yaakin, jika suatu hari nanti, Clara bisa mengangkat derajat orang tua nya.. kau tidak boleh menyia-nyiakan nya.. toh dia juga tidak ingin di lahir kan denan keadaan yg seperti ini...!! ini bukn kehendak nya.. kalian orang tua nya, jangan membuat nya berkecil hati kak.. aku yakin Clara mempunyai kelebihan yg tersembunyi di dalam diri nyaa.. ajak dia bicara, dn dengar kan dia.. jangan membuat nya keseepian" ucap Danu..
__ADS_1
Erlangga mengambil ponsel itu.."bu nita..!!" gumam nya sendiri.. engan cepat ia mengangkat telepon itu. "halom bu nita..!!" ucap Angga.."Agh iya halo,.. ini papa nya Clara ya.." jawab nya di ujung telepon itu..
"benar bu.. adaa apa yaa..? apa ada haal yg penting, mau saya panggil kan Tina.." tanya nya.. "Tidak usah pa Angga, saya cuma mau memberi tahu kan jika Clara menjadi juara satu lomba matematika dan juga loba menulis di sekolah.. kalau bisaa besok, orang tua Clara, datang ya ke sekolah, untuk menerima penghargaan.." ucap nya.. Angga tidak percayaa dengan apa yg di dengarr nya.."ah iya bu.. baik saya akan memberi tahu Tina.. terima kaasih bu.." ucap nya.. sambungan teepon itu pun terputus..
__ADS_1
bersambung