AWAN DI ATAS LANGIT

AWAN DI ATAS LANGIT
bab 7:kenapa kalian pindah..


__ADS_3

Erlangga menatap marah pada kakak pertama nya itu.. sembari ia membereskanb barang-barang mereka dari rumah itu.. Maryam menatap sinis pada Tina.. sementara ibu mertuaa nya berusaha mencegah kepergian mereka dari rumah itu.. "kenapa..? ada apa..? kenapa kalian pindah.. apa ada masalah lagi..?" tanya nya panik.. melihat Erlangga yg mulai mengangkkuti berang-barang mereka..


Erlangga terdiam.. ia hanya menatap geram pada Maryam.. "ibu tanya kan saja langsung pada nya.!!!  sejak kami menikah,  dia tidak pernah membiarkan istriku tenang tinggal di sini..!! dia selalu mengusik aku.. tadi dia mengatakan pada tamu undangan itu, jika anak Tina lahir.. kita akan melakukan tes darah pada nya.. dan jika terbukti anak itu, bukan anak ku, aku akan lngsung mencerai kan nya.. mana ada seorang kakak yg berbicara seperti itu.. di acara yg aku buat.. ini acara syukuran ku.. acara untuk mendoakan keselamatan calon anak kamii.. tega nya dia bicapa seperti itu.. apa sebenar nyaa kesalahhan Tina pada nya..? kenapa dia begitu membenci istri ku.. istri ku sudah berusaha di terima di sini.. tapi kakak mengusik nya terus.. jika ini terjadi pada anak-nak mu dan mereka di bilang bukan anak kandung mu.. apa kau  akan menerima nya..? apa kau tidak sakit hati..?" teriak Erlangga marah..


Maryam hana terdiam. iaterlihat sangat marah dan menatap tajam pada Tina.. "kau itu bisa nya mengadu terus, UNTUK APA KAU TERUS MENGADU PADA SUAMI MU HAH..  toh yg aku katakan itu memang benar kan.. kau tiba-tiba saja mengaku hamil.. dan itu anak Erlangga.. sementara kami keluarga nya pun tidak tahu jika Erlangga berhubungan dengan mu.. kau  yg tiba-tiba datang ke keluarga kami.. aku meragu kan jika anak itu anak adik ku.. kaan dan di mana kaau melakukan itu.. sementara kau dan addik ku pun tidak pernah bertemu..?" teriak nya..


Erlangga memejam kan mata nya.. "Ya tuhan.. kak maryam.. apa aku harus mengataan nyaa pada mu.. di mana aku dan Tina melakukan nya apa aku harus segaala nya menceritakan  nya semua kehidupan ku pada mu..? atau.. atau kau harus melihat nya.? apa kami harus melakukan  nya di depan mu..?" teriak Errlangga marah.. ia tidak bisa lagi memendung amarah nya..

__ADS_1


"Angga, fikir dulu keputusan mu nak.. kau tidak bisa pergi.. fikir kan Tina, dia lagi hamil muda.. tina tidak bisa di tiggal sendirian.. bagaimana bila terjadi sesuatu pada nya saat kAU bekerja..? sementara kami di sini jauh dari kalian.. setidak nya ada ibu.. yg menemani nya.. ibu menyayangi istri mu Angga.. jangan pergi.. jangan pindah dari sini.." cegah ibu nya..


Erlangga menatap hampa pada Tina.. "jika ibu ingin kami tinggal di sini, berarti kak Maryam yg harus pergi dari sini.. aku tidak mau tinggal serumah dengan nya.. mulut nya itu terlalu jahat,.. sudah berapa kali dia menyakiti istri ku.." ucap nya.. wanita paru baya itu hanya terdiam.. ia tidak menjawab.. ia juga biingung tidak mungkin dia memilih salah satu nyA..


"eh Angga.. kau harus sadar kau dan aku sudah diam di sini, dari kita kecil.. ini rumah masa kecil kita. sementara Tina hanya pendatang baru, dan dia itu cuma menumpang di sini..sekarang kau menyuruh ku pergi dari rumah ini..? kau gila.. kau mengusir kakak mu, demi wanita semacam dia..?" teriak Maryam.. ..


Erlangga tersenyum sinis.. "jika istri ku kau sebut pendatang.. berarti suami jugaa pendatang.. bukan..? dan dia juga hanya menumpang di rumah ini..!! yg menumpang  di rumah ini bukan hanya Tina saja, tapi suami mu juga.." ucap Erlangga, "semua menantu-menantu ibu dan Ayah adalah pendatang.. dan mereka juga menumpang hidup pada ayah dan ibbu ku.. bukan hanya istri ku saja.." ucap nya lagi..

__ADS_1


Angga hanya menatap marah pada maryam.. ia menggegamm tangan Tina dan mengajak nya mASUK KE kemar nya. "maaf kan aku, aku bbelum bisa membawa mu pergi dari sini.. tidak ada yg bisa membantah ucapan ayah.. tapi jika kak MAryam mengatakan hal aneh lagi, dan itu menyakiti mu.. kau bisa bilang pada ku.. jangan takut.. aku akan beerusaha untuk membahagia kan mu dan anak kita.. kau jangaan banyak fikiran. dan jangan terlalu stres nanti akan berpengaruh pada kehamilan mu dan anak kita.. aku mempercai mu. yg ada di perut mu ini, memang anak ku.. aku akan bertanggung jawab pada nya.. dan aku juga akan mengawasi kak Maryam.." ucap Erlangga, ia mengelus rambut istri nya itu..


Tina hanya terdiam.. tidak menjawab apa-apa.. ia kecewa kenapa mereka tidak jadi pergi dari rumah itu.. "ya Tuhan.. tolong beri aku kesabaran untuk menghadapi semua nya, tolong jaga aku hati ku dan juga anak ku.. aku tidakk ingin terjadi apa-apa pada anak ku.. dan tolong lembut kan hati kak Maryam dan semua orang yg ada di sini.." batin nya.. Rasa nya ia sudah terlalu lelah.. untuk memikir kan semua nyaa


Ke'esokan pagi nya Tina mulai mengerjakan kembali semua nya, ia membangun kan suami nya.. "Mas bangun.. kau harus bekerja..!!" ucap nya.. Erlangga mengangguk... "Baiklah sayang, aku akan segera bersiap.." jawab nya dengan malas Angga bangun dan bersiap..


Tina keluar dari kamar nya, ia menatap Maryam yg terdiam.. ia termenung menatap barang-barang yg semalam Erlangga beres kan, ia terkejut melihat Tina di depan nya.. "Aku diam bukan berarti kalah pada mu, aku akan pastikan kau yg pergi dari rumah ini, tapi tidak dengan Erlangga.. " ucap nya..

__ADS_1


Tina hanya terdiam... ia tidak menjawab nya.. "Iya lakukan saja semau mu, aku juga tidak peduli.. jika aku bisa memilih aku juga tidak mau masuk ke keluarga ini.." batin Tina... ia sudah lelah untuk menjawab semua ucapan Maryam pada nya


bersambung


__ADS_2