AWAN DI ATAS LANGIT

AWAN DI ATAS LANGIT
bab 20: Anak itu memang cacad


__ADS_3

Tina menghampiri Clara.. ia langsung memeluk nya.. "kenapa kau ada di sini..? kemana nur dan yg lain nya..?" tanya nya ketika menyadari jika Clara sudah berada jauh dari tempat saat ia menaruh nya tadi..


"Mama... kenapa aku tidak bisa berjalan seperti mereka..? kenapa kaki ku tidak bisa membuat ku berdiri..? dan kenapa aku tidak sama seperti nur dan yg lain nya..? mereka selalu menjauhi ku, karena aku berjalan merangkak..!!!" ucap nya terbata..


Tina ikut menangis mendengar nya.. ia menghapus air mata Clara.. ia menggendong nya.. "Dengar sayang.. kau pasti akan bisa berjalan seperti mereka.. hanya saja, Tuhn msih belum mengizin kan Clara untuk bisa berdiri.. dan berjalan seperti mereka.. nanti jika sudah waktu nya pun.. Clara pasti bisa berjalan.. bersabar dan erus berdoa juga kita akan berusaha, agar Clara bisa berjalan seperti yg lain nya.. Clara tidak boleh sedih ya... jangan dengar kan ucapan mereka.. karena kalau Clara sedih tuhan pasti akan marah pada Clara.. dan mama juga akan ikut sedih jika clara menangis seperti ini..!!" ucap nya..

__ADS_1


"Tapi mah... mereka bilang Clara itu Cacad.. mereka tidak mau berteman dan berrmain dengan ku, karena aku cacad.." ucap nya, Tna terkejut mendengar nya, Anak sekecil Nur, bisa mengatakan hal membuat orangg lain sakit hati.. Clara saja bahkan tidak mengerti arti dari cacad itu pa..


Tina mencoba untuk meredam emosi nya.. ia juga bingung menjelas kan pada Clara.. "Sayang, kau tidak Cacad.. tidak ada mahluk ciptaan Tuhan yg Cacad.. kau hnya memiliki kekurangan.. itu saja.. Mama minta Clara tidak boleh memikir kan lagi, ucapan itu ya.. ayo sekrang kita ke kamar.. ini sudah jam nya Clara untuk tidur siang.." jawab Tna sedikit mengaih kan..


Clara hanya bisa menuruti ucapan Tina.. Tina membawa Clara ke kamar nya, dan menidur kan nya, setelah melihat Clara tertidur lelap, Tina menghampiri nur yg ada di ruang makan, bersama Maryam.. ia tidak bisa lagi meredm emosi nya..

__ADS_1


wajah Tina memerah.. "oh,, pantas saja nur anak mu yg sekecil ini sudah bisa berkata kasar dan menghina anak ku.. ternyataa buah tidak akan jatuh jauh dari pohon nya... Kak maryam berhenti mengtakan anak ku cacad di depan Clara.. jika kalian terus mengtakan nya aku kan bilang pda ms Angga.." ucap nya tegas..


Maryam terlihat tersenyum.. "Heh tina yg aku katakan dan nur katakan memang benar kan..! anak mu itu cacad..!! kau tidak malu apa menggendong nya terus kemana-mana.. semua orang di kampung ini itu sudah membicrakan mu.. lalu untuk apa kau marah, seusia Clara harus nya sudh bisa berjalan dn bersekolah, seperti nur.. nur saja yg usia nya di bawah anak mu, sudah masuk sekolah..!! masa anak mu belum.. mungkin dia tidak akn di terima di sekolah mana pun karena dia CACAD.. tidak akan ada yg mau menerim anak yg berjalan nya merangkak.. alias cacad.. daan nur tidak salah jika dia mengatakaan itu.. Anak mu, si Clara itu memang produk gagal.. jangan-jangan, dia bukan anak nyaa Angga lagi..! karena keturunan keluarga kami tidak ada yg cacad seperti anak mu.." ucap nya, sambil tertawa..


Tina menunduk sedih, hati nya teriris sakit, ketika melihat dan mendengar anak nya di hina di depan diri nya.. dan dia tidak bisa berbuat apa-apa... karena jika dia melawan itu hanya akan menimbul kan pertengkaran di rumah itu.. dan dia juga yg akan di salah kan, karena Maryam tidak akan pernah mau mengalah.. Tina hanya mampu menangis...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2