
Satu bulan berlalu.. kandungan Tina kini sudah menginjak bulan ke 6 perut nya sudah terlihat membesar.. ia sering berjalan - jalan di pagi hari bersama dengan ibu mertua nya, sejak kejadian hari itu, ibu mertua nya lebih memperhatikan Tina.. pagi ini, Tina berjalan-jalan sendiri,.. di tersenyum sangat bahagia karena beberapa bulan lagi anak nya akan segera lahir.. ia berjalan sambil terus mengelus perut nya,, yg sudah terlihat membuncit itu..
"Cepat keluar nak.. mama dan papa menunggu kehadiran mu.." ucap nya sendiri.
Maryam melihat nya dari kejauhan.. ia tersenyum menyeringai, terbersit fikiran jahat di otak nya, ia segera berllari ke dalam rumah nya, mengambil setumpukan sampah yg sudah di beri plastik dan siap di buang.. ia berlari menyusul Tina.. dan membawa sampah-sampah itu di tangan nya.. "Aku jahili saja dia..!! sudah lama tidak melihat pertunjukan aku akan menyuruh nya membuang ini, ke lubang besar yg ada di sana itu.. kan kata wrga di sini lubang itu ada penghuni nya, dan orang hamil di larang ke sana.." batin nya..
__ADS_1
Maryam menghampiri dan menepuk bahu nya.. "heh.. kamu mau jalan pagi kan..? buang sampah ini sana.. sekalian kau melewati nya.." ucap nya sembari memberi kan kantong-kantong sampah itu.. Tina hanya mengangguk.. dia mengambil nya dari tangan Maryam.. , ia hanya tersenyum enuh kemenagan "Rasain kamu, lubang itu akan sangat licin, karena hujan semalam..." batin Maryam.
Tanpa berfikir panjang, Tina menuruti perinah kakak ipar nya itu.. ia bergegas pergi ke lubang pembuangan sampah yg di maksud kan nya itu, Tina erus berjalan dengan susah payah, jarak yg lumayan jauh dari rumah nya membuat nya sedikit lelah, ia tidak bisa menolak perintah Maryam.. karena jika dia menolak, pasti Maryam akan memarahi nya dengan ucapan- ucapan yg menyakit kan hati nya..
Terlalu sering Maryam dan adik-adik Erlngga berkata kasar pada nya , terkadang juga dengan perbuatan nya pada Tina.. mereka seolah tidak menyukai nya, tapi Tina tetap diam.. ia berusaa untuk menelan semua nya sendiri, ia tidak ingin membuat keluarga itu ribut hanya karena diri nya. tidak jarang, dia juga tidak membincara kan nya pada suami nya itu. demi menjaga kerukunan di rumah itu.
__ADS_1
Ia berjalan perlahan mendekati lubang itu.. Tina membungkukan setengah badan nya, ia membuang sampah-sampah yg di bawa nya.. "lubang ini dalam sekali. aku harus berhai-hati.." batin nya.. Tidak Di ketahui Tina , ternyata Maryam mengikuti nya di belakang.. Tina terlalu fokus pada pekerjaan nya, sehinga dia tidak mendengar langkah kski di belakang nnya.. Maryam tersenyum sinis. .
BRRUUUKKK.... Maryam mendorong tina hingga dia terjatuh berguling-guling masuk ke dalam lubang itu.. Aghh..... teriak Tina.. Maryam hanya tersenyum melihat nya, ia buru- buru lari dan meninggal kan tempat itu.."Mass.. mas. tolong.. tolong.j. tolong aku.." teriak Tina dari dalam lubang itu. kaki nya mulai berdarah, kepala nnya juga mmulai terasa pusing.. Tina menangis kesakitan.. "Mas Angga.. Tooloongg. Mas...!!" teriak nya.. namun tidak ada yg mendengar teriak kan nya.. Tina menahan sakit nya.. ia berusaha bangkit dan berdiri, mencobba untuk keluar dari dalam lubang itu.. mnamun usaha nya sia-sia..
Tina menangis ketakutan dan juga ia berusaha menahan sakit nya.. "ya tuhan tolong aku.. tolong aku.!!" isak nya menangis..karena hari itu asih terlalu subuh, belum ada yg datang ke tempat itu.. memnjadi kan tidak adayg tahu jika Tina terjatuh ke dalam lubang sampah itu
__ADS_1
bersambung