AWAN DI ATAS LANGIT

AWAN DI ATAS LANGIT
bab 55: penulis atau pianis


__ADS_3

Dua tahun berlau kini gadis kecil itu tumbuh menjaadi dewasa.. Lara sudah lulus dari sekolaah dasar itu.. wajah nya yg cantik hidung manvung dan kulit nya yg putih bersih menambh ke cantikan nya.. ia membawa kursi roda nya sendirian di jalan itu..


Clara sudah berani pulang sendirian dan ia lebih berani untuk keluar rumah saat ini, Tina tidak lagi mendampingi nya, karena saat ini dia tengaah hamil, adik nya Clara.. Tina dan Angga memutus kan untuk menambah lagi keturunan mereka, agar Clara tidak keseian nani nya.. setidak nya ia memiliki adik yg bisa iaa andal kan nanti nya..


Lara mendataangi sebuah tempat fisio terapi.. ia diam-diam berlatih berjalan di tempat itu, di damingi oleh Magdalena gadis yg berusia 15 tahun itu, kini melakukan terapi untuk kaki nya ia ngin bisa brjalan seperti yg lain nya..


Clara meminta pada omah nyaa agar tidakmemberi tahu Tina dan juga Angga tentang terapi nya itu.. dan juga ia kini bersekolah hanyaa di rumaah saja, karena Magdalena menyuruh nyauntuk home Scholing.. ia khawatir ada yg menjahati Clara, jika ia sekolah di tempat umum..

__ADS_1


Magdalena mendukung semua kegiatan Lara, dan juga ia yg membiyayai semua nya.. "omah..!!" teriak Lara memanggil nya.. Magdalena sedikit berlari menyusul Clara di depan nya.. "Mama Tina tidak tahu kan Lara ke sini..?" tanya nya, Gadis itu menggeleng.. "enggga Lara bilang, mau ke rumah omah.. omah sudah jemput di depan.." jawab nya.. Magdalena tersenyum..


"Kita akan beri keutan pada ibu mu.. jikaa terapi Lara berhasil, lara akan biisa berjalan, walau pun harus memakai tongkat..!!" ucap nya.. Lara tersenyum.. "benarkah omaah..? jika Lara bisa berjalan, walau pun mengguna kan tongkat, Lara bersukur sekali.. lara bisa melanjut kaan sekolah, alu kuliah.. Lara ingin menjadi seorang penulis.. atau menjadi seorang pianis..!!!" jawab nya..


"pianis..? orang yg suka bermain piano itu..?" tanya Magdalena.. Clara mengaangguk.. "jiika Lara menjadi penulis, lara ingin mencipttaakan buku lara sendiri.. tapi jikaa lara menjaadi seorang pianis.. Lara ingin mengadakan konser besar untuk mama papa dan juga omah.." jawab nyaa..


"Sudah ayo kitaa masuk.. dokter mu sudah menunggu kita di dalam.." ucap nya.. Lara mengangguk, mreka akhir nya masuk ke sana, dan mulai terapi itu.. "semangat sayang.. lara pasti bisa..!!" ucap Magdalena..

__ADS_1


Dua jam berlalu.. Clarasudah selesai terapi.. ia terlihat sangat kelelahan.. lara pulang dengan oma ya, menginap saja di sanaa, nanti omaah yg bilang ke mama mu.." ucap nya.. Gadis itu hanya mengangguk..


Dokter yg melatin Clara menghammpiri mereka "Lara sudah banyak kemajuan.. tinggal beberapa kali lagi berlatih dia bisa berjalan.. walau pun perlahan... tapi Lara, jangan dulu di paksa kaan.. nanti otot-otot mu akan kaget.. perlahan saja, dan ggunakan dahulu tongkat.." jelas nya.. Lara terlihat senang.. ia mengangguk.. dan memeluk Magdalena.. "terima kasih omah.. dan dokter, sudah bantu Clara.." ucap nya..


Magdalena menaangis haru.. "samaa-sama sayang, omah harap kamu, bisa benar-benar, berjalan.. agar tidak ada lagi yg menghhina mu.." jawab nya.. Lara mengangguk..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2