
Malam itu Clara menginap di rumah Magdalena.. ia terus membaca buku nya, sesekali ia menulis kehidupan nya di sebuah buku diari.. ia memikir kan cara nya berjalan, setelah dia berlatih tadi siang.. "Mungkin aaku harus mencoba nya sendiri.. aku harus tidak menunggu waktu nya aku berlatih nanti.. mungkin aku bisa terapi sendiri.." batin nya..
Clara membuka penyangga yg menghalangi kaki nya, ia mengangkat kaki nya dengan tangan nya dan menaruh nya di lantai.. ia menatap diri nya di depan cermin.. "Ayo Clara kamu pasti bisa.." ucap nya sendiri..
Ia memberani kan diri nya untuk mencoba berdiri sendiri.. Clara mulai tertatih ia berdiri di sana.. perlahan ia berjalan melangkah kan kaki nya satu persatu.. selangkah demi selangkah.. tangan nya meraih lemari di depan nya..
Ia tersenyum sendiri.. perlahan ia berjalan keluar dari kamar nya.. "Ayo Clara kau bisa.. kau tidak mau kan terus di hina oleh orang-orang.." batin nya.. dengan perlahan dia berjalan di rumah itu..
__ADS_1
sementara Magdalena tidak ada di rumah itu, dia pergi berbelanja dan berniat membelikan Lara sebuah tongkat.. kini Clara beradaa di belakang eorang asisten rumah tangga yg ada di rumah itu.. "Bibi.. tolong ambil kan kursi itu untuk Clara..?" ucap nya..
"Baik non.." jawab nya tanpa menoleh.. ia segera mengambil kursi itu.. ia terkejut saat melihat gadis itu berdiri di belakang nya.. "Non.. Non Lara sudah bisa berjalan..!!" ucap nya menangis haru.. Lara tersenyum.. ia merasa lelah dan mulai menduduki kursi itu..
"ia bi Alhamdullaah.. bibi jangan beri tau dulu oma ya bi, biar Lara buat kejutan untuk nya.. walau pun lara berjalan masih haruss tertatih-tatih.. tapi jika Lara setiap hari berlatttih,, Lara yakin Lar bisa berjalan dengan normal." jawab nya..
Tidak berselang lama mobil Magdalena terdengar datang.. Lara lanngsung berdiri dan berjalan menuju pintu pertama.. ia melihat Magdalena dari balik jendela yg ada di sana.. ia tersenyum.. "oma sudah membelikan Clara sebuah Tongkat.." ucap nya..
__ADS_1
Magdalena hendak membuka pintu itu.. namun Lara sudah lebih dulu membuka nya.. Magdalena terkejut saat melihat Lara berdiri di hadapan nya.. "omaa aku bisa..!!" ucap nya tersenyum.. Magdalena menangis melihat nya, ia memeluk Lara yg kini ada di hadapan nya..
"Tapi seperti nya caraa berjalan Lara aneh ya oma? seperti robot..!" ucap nya.. Magdalenaa menggeleng.. "tidak sayang.. tidak apa-apa, ini kali pertama Lara berjalan tanpa alaat bantu.. nanti pasti aakan lancar.. jangan berkecil hati ya Lara.. nih omaa sudah beli tongkat, untuk kamu pakai nanti.. oma yakin lara pasti bisa sepertti orang-orng lain nya.." ucap Magdalena..
Gadis itu tersenyum.. "oma benar.. lara pasti akan lebih giat lagi berlatih.." jawab nya.. "oma jangan beri tahu dulu mama ya, kitaa harus memberi nyaa kejutan." ucap nya.. Magdalena hanya mengangguk..
"cucu ku.. oma senang bila melihat kaau terus bahagia.. sebuah anugrah, untuk keluarga kita, kau bisa sembuh secepat iitu.. oma akan berusaha untuk mewujud kan mimpi dan cita-cita mu.." batin nya ia menangis melihat cucu nya yg mulai bisa berjalan..
__ADS_1
bersambung