AWAN DI ATAS LANGIT

AWAN DI ATAS LANGIT
bab 18: Celebral palcy (bag 2)


__ADS_3

Angga menatap istri nya itu.. ia takut jika Tina salah paham dengan kedatangan Widia di rumah itu.. Tina mengetahui jika Widia adalah mantan kekasih Angga dulu, sebelum mereka menikah. Widia bahkan mengenal baik Tina, mereka sempat satu sekolah saat Sma dulu..


"Sayang bagaimana jika kita makan di luar!! kau belum makan malam kan? barusan kak Maryam bilang dia tidak masak.. kita lebih baik makan di luar saja sesekali..!!" ucap nya mengajak.. Tina terlihat berfikir .. "Hmm.. baik lah.. tapi boleh kan aku yg memilih makanan nya?!" ucap nya. Angga mengangguk setuju.. akhir nya mereka pergi dari rumah itu..


Tina berfikir jika dia akan memberi tahu Angga tentang penyakit Clara saat berdua saja, agar dia lebih tenang.. jika dia bicara di rumah, ia tidak bisa bicara dengan tenang, karena Maryam selalu menguping pembicaraan mereka..

__ADS_1


Tibalah mereka di sebuah warung bakso yg tidak jauh dari rumah itu... mereka memesan satu mangkuk bakso masing-masing untuk mereka makan.. Tina melihat Angga yg lahap memakan makanan nya.. "Mas kau lapar sekali yah..? maaf kan aku mas aku ga sempat masak tadi, seharus nya, aku masak dulu tadi sebelum pergi.." ucap nya.. Angga menggeleng.. "tidak apa-apa untuk apa minta maaf, jarang-jarang kan kita bisa makan bakso seperti ini berdua saja..!! oh iyaa, kau sudah memeriksa Clara..? bagaimana menurut dokter.?". tanya nya..


Tina terdiam.. ia bingung harus menjelas kan nya pada angga.. "Mas.. aku sudah memeriksa Anak kita,. Dokter bilang ia terkena penyakit CElebral palsy.. pertumbuhan nya lambat.. penyakit itu seperti terjadi pada sarf motorik nya, dan itu menganggu pertumbuhan nya.." jawab nya menunduk sedih..


Tina menatap sayu pada Erlangga.. "Sudah jangan sedih.. kau lanjut kan kembali makan mu.. liht baso nya nanti dingin tidak enak.. Tina, kita akan merawat daan membersar kan anak kita bersama-sama.." ucap nya, Tina mengangguk.. ia sedikit bisa tersenyum..

__ADS_1


Angga menggegamm tangan nya erat.. dn ia tersenyum melihat Clara yg seolah mengerti perasaan kedua orang tua nya.. "Sayang anak papah.. kau harus tumbuh besar ya nak.. Mama dan papah aka selalu menjaga mu.. selama nya.. kami menyayangi mu.." ucaap Angga dia mengeluss rambut nya.. gadis kecil itu, tidak mengerti yg ucap kan Angga.. tapi raut wajah nya terlihat senang..


Malam tiba.. angga mengumpulkan semua keluarga nya, ia hendak emberi tahu kondisi Clara pada semua orng yg ada di rumah itu. "Dengar aku tidak akan berlama-lama, Clara putri ku, menderrita penyaakit Celebral palsy.. atu keterrlambatan perrtumbuhan.. dan motorik nya bermasalah.. dia pasti tidak akan sama seperti anak-anak lain nya.. taapi aku mohon, perlakukan hl yg sama pada anak ku.. jangan membeda-bedakan diaa, karea keterbatasan nya.." ucap nya.. semua orng yg ada di sana terkejut mendengar nya.. mereka tidak percaya yg angga kataakan..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2