
Tina terlihat bergegas ia segera menghubungi Magdalena meminta izin nya agar mereka di izin kan tinggal di rumah itu.. wajah nya tidak terlihat senang, karena Angga memberi syarat pada nya... tidak berselang lama telefon itu tersambung dan terdengar suara Magdalena di ujung nya..
"Halo sayang ada apa..? kenapa kau menelepon mami..?" tanya nya Tina terdiam ia bingung harus menjawab apa.. ada perasaan senang campur sedih.. Angga seperti nya terpaksa menyetujui kepindahan mereka ke rumah itu..
"Hmm.. tidak ada Mih.. aku hanya ingin memberi tahumu .. aku tidak jadi pindah ke rumah mu..!! Mas Angga tidak menyetujui nya, mungkin nanti aku akan coba mencari lagi rumah untuk kami.." jawab nya lesu... Tina terpaksa mengurung kan niat nya, karena dia tahu jika Angga terpaksa..
Magdalena terdiam tidak menjawab... "iya sudah tidak usah buru-buru nanti mami juga akan mencari kan rumah yg cocok untuk mu lagi... kau jangan sedih ya.. mami tutup dulu telepon nya" ucap nya.. Tina mengangguk lalu menutup telepon itu.. dengan sedih ia menemui Angga di kamar mereka
__ADS_1
ia menatap nanar pada Angga.. "aku...!! aku sudah menghubungi mami.. dan aaku membatal kan untuk tinggal di sana.. aku sudah menolak nya.. kau terpaksa menuruti ke inginan ku.. aku tahu itu.. aku menyadari nya, aku tidak ingin teradi masalah ke depan nya jika kau terpaksa tinggal di sana.. biar kan aku yg mengalaah, aku tidak ingin a tidak nyamaan bila tinggal serumah dengam ibu kku.." uucap nya.. berusaha meredam isi hati nya dan juga keakit hatian nya
Angga berusaha untuk meyakin kan Tina, jika diaa tidak terpaksa.. "terpaksa apa nya..? aku sudah memenuhi ke inginan mu Tina..!! aku tidak terpaksa, jika itu yg bisa membuat mu bahagia, aku akan melakukan n" jawab nya..
"aku tahu mas.. kau terpaksa.. tidaak usah pura-pura laggi.. jika aku tetap ingin pindah, dan memaksa untuk tinggal di sana, kita pasti aakan terus bertengkar seepeerti ini.. sudah laah, kita tidak uah memperdebatkan ini lagi.. karena mungkin Clara aakan mendengar nya, dan menyangka jika kita sedang bertengkar." ucap Tina..
Angga terdiaam.. "Aku mengalah untuk mu mas.. aku tidak ingn kau merasa tidak nyamaan bila tinggal bersama keuarga ku.. walaau pun kau tidak penah menanyakanhal yg sama pada ku..!! biar kan aku pendam ini semua sendirian.." batin Tina.. ia lebih memilih pergi menari Clara, yg tadi berada di teras rumah..
__ADS_1
Nur mendekati nya.. ia memegang sesuatu di tangan nya.. "Lara... liht aakupunya sesuatu untuk mu..!!" ucaap nya ia melempar kan seekor serangga ke arah Clara.. Lara terkejut di buat nya.. serangga itu merasuki baju nya..
"Agh... kecoa.. kecoa... mama tolong ada kecoa..." teriak nya, Serangga itu sudah masuk lebih dalam ke dalam baju lara.. sementaara nur tertawa melihat nya.. "hahaa haa masa sama kecoa saja takut..!!" teriak nya sambil tertaawa..
Lara menangis di buat nya.. ia terus bergerak.. tiba-tiba saja...
BUUUUKKK.... clara terjatuh dari kursi rodanya, kursi roda itu berbalik ke arah nya dan menindih nya.. Nur semakinn keras menertawakan nya.. "Mamaa.. mama.." teriak Clara keesakitan.. tina mendengar teriaakn lara.. ia bergegas berlari melihat nyaa.. iaa terkejut saat melihat Lara yg tertimpa kursi roda nya.. "yaa ampun Claraaa...." teriak nya berlari segera menghapiri lara di sana..
__ADS_1
Tina menggendong Lara dan membawa nya ke kamar.. ia ikut menangis melihat Lara menangis karena terjatuh.."tenang lah sayang.. tenang.. Mama akan laangsung mengobati mu..." ucap nya terisak.. "siapa yg berbuat seperti ini pada mu nak.?" tanya nya.. lara menatap nya.. "nur mam.." jawab nyaa lirih
bersambung