
Angga menatap sendu foto pernikahan mereka.. ia menyesali nya.. Maryam terlihat menghampiri Angga yg termenung sendiri.. ia menepuk bahu nya.. "kau masih mencintai nya..? apa kau ingin istri mu kembali lagi ke sini..? kakak tahu, kaakak banyak bersalah pada nya.. kami tahu dia tersisa di sini.. kakak dulu membenci nya karena dia melahir kan anak itu.. tapi sekarang kakak menyadari jika sebenar nyaa perbuatan ku pada keuarga mu itu salah, terlebih pada Tina dan jugaa Clara.. aku sekarang bsa melhat keteguhan anak itu,. dia berjuang sendirian.. untuk hidup nya untuk kemajuan nyaa.. kakak sendiri malu pada nya, Tina benar-bbenar mengurus putri mu dengan baik.. diaa sekarang bisa berjalan dan berusahaa untuk mengejar mimpi nya.. aku banggaa pada nyaa.. aku senag melihaat kemajuan nya.. Angga kaau harus memilih.. lepas kan Wdiaa selesai kan urusan mu dan hentikan Rini yg selalu ingin menghancur kan kelurga mu.. aku tahu itu juga salh ku, perselingkuhan mu dengan nya ada campur tangan ku, jika sajaa aku dulu tidak menyuruh widiaa untuk menggoda mu, kejadian ini tidak akan terjadi..!! bertahan lah dan iindungi istri dan juga anak-anak mu..!! kau tidak boleh diaam dan terus terpuruk.. kau harus segera menyelesai kan nya..." ucap Maryam..
Angga menatap nya.. "sekarang apaa yg hrus aku lakukan kaak..? momi pasti tidak akan mengizin kan aku menjemput anak-anak dan jugaa tina..!! sekaarang saja aku sudah merindukan mereka.." jawab nya.. Maryam tersenym.. "kau harus mendatangi dulu Widia pertegas sikap mu, dan beri dia peringatan.. walau pun mungkin itu semua adalaah atas kehendak Rini, kau juga harus memberi dia peringatan agaar tak datang terus ke sini.." ucap nyaa.. Angga mengaangguk.. "baik lah kak.. besok aku akan temui mereka.." jawab nya..
sementara itu di rumah magdalena..
__ADS_1
Tina nampak sibuk membuat makanan untuk anak-anak nya dan juga momi nya itu.. terlihat Davian yg tiba-tiva sajaa menangis.. ia berlaari menyusul Tina ke dapur.. "Mama.. mama...!!" ucap nya sambil menangis..
Tin langsung menghampiri nya.. "ada apa sayang..? kenapa kau menangis..? kakak mana..?" jwab nya sabil menggendong Davian... Anak iitu masih terus menangis.. "Davian mau ke papa..!! aku kangen papa..!! mau main sama papa.." ucap nya dengan suara yg tidak jelas..
Namun anak itu tidak mau berhenti menangis.. Lara yg mendengar nya langsung menghamiri Tina. "Ayo kita bertemu papa.. Lara jugaa mau mengambil barang yg tertinggal.. Davi mau ikut ga..?" tanya nya..
__ADS_1
Bocah keccil yg masih belum mengerti aapa-apa itu mengangguk.. waja nya kembali tersenyum.. "mau kaak mau ikut.." jawab nya.. Davian segera urun dari gendongan Tina dan mengikuti Clara di belakaang nyaa.. "Lara mau ke rumah papa dulu ya mah..!! lara akan pergi bersama suir nya oma." ucap nya.. Tina hanya mengangguk.. "hati-hati ya Lara.. jaga adik mu.." jawab nyaa..
Clara dan Daviian pergi untuk menemui ayah mereka.. sebenar nyaa Lara bebohong pada Tinaa.. daatidak ingin melihat Davian terus menangis dan merengek ingin bertemu dengan Angga..
bersambung
__ADS_1