
Sedangkan di samping rumah, terlihat ada dua bayangan yang berkelebat mendekat ke arah rumah, kemudian bayangan itu berhenti di samping. dengan hati-hati dan tidak menimbulkan suara kedua bayangan itu mendekat ke arah jendela, Sebelum melaksanakan aksinya mereka berdiam terlebih dahulu, mendengarkan situasi keadaan di dalam rumah, mungkin mereka takut kalau di dalam masih ada yang terjaga.
"Sudah lelap?" ujar Hadi berbisik.
"Hati-hati...! Karena sekarang banyak ronda," jawab Warsa yang terlihat celingukan.
Hadi pun mengeluarkan alat dari balik bajunya, kemudian mendekat ke arah jendela yang nantinya akan masuk ke tengah rumah. sedangkan Warsa dia masih berdiri, matanya terus menatap ke arah jalan, memantau situasi sesuai dengan apa yang sudah mereka rencanakan.
Grrreeeet!
Pltok!
Suara jendela yang terbuka, padahal Hadi sudah sangat berhati-hati ,karena dia takut terdengar oleh pemilik rumah. Hadi melirik ke arah Warsa yang sedang berjaga, namun tidak ada tanda-tanda yang membuat Hadi menghentikan aksinya.
Tanpa berpikir panjang Hadi pun naik masuk ke dalam rumah dari jendela yang sudah terbuka. dengan pelan kakinya menginjak pelupuh agar tidak menimbulkan suara. kemudian dia terus berjalan dengan penuh kehati-hatian, sampai tak terdengar suara decit pelupuh yang dia injak. tak lama diantaranya Warsa yang memantau situasi Di luar dia pun ikut masuk ke dalam, karena keadaan di luar sangat aman.
"Kita buka dulu lemari yang ada di tengah rumah!" ujar Warsa berbisik.
Tanpa ada jawaban kedua orang yang sudah tersesat dalam melangkah mendekat ke arah lemari. kemudian dengan hati-hati dan penuh perhitungan mereka mencoba membuka kuncinya.
Tak lama pintu lemari pun sudah terbuka, karena kedua orang itu sudah sangat ahli dalam congkel mencongkel, menimbulkan suara keretan yang pelan. namun beda dengan Hadi dan Warsa yang sedang diselimuti oleh ketakutan, suara sedikit saja Menurut perasaan mereka suara itu sangat keras.
"Pelan-pelan dong had!" bisik Warsa.
"Ini juga pelan-pelan," Jawab Hadi sambil mengacak-ngacak baju yang tersusun rapih di rak lemari berharap di bawah tumpukan pakaian ada uang atau benda berharga. namun lama mencari tidak ada satupun yang membuat hati mereka bahagia, karena dari lemari itu mereka tidak menemukan apapun, yang ditemukan hanya satu dompet yang tak ada isinya.
Di rak pertama tidak menemukan apa-apa, Hadi pun pindah ke rak yang lain. di situ dia menemukan papir satu gepok ditambah tembakau mole. tanpa berpikir panjang dia pun memasukkan ke dalam kantong bajunya, lumayan buat mengusir nyamuk ketika bersembunyi di hutan.
__ADS_1
Rak-rak lemari yang berada di tengah rumah sudah di ubrak-abrik semuanya. Namun sayang mereka belum menemukan apapun yang berharga. pakaian memang sangat banyak, tapi mereka tidak butuh. selain harganya murah membawanya sangat merepotkan.
Mata Hadi memindai area Tengah rumah, sehingga mata itu terhenti ke arah jam dinding yang menempel. dengan hati-hati dia pun menurunkan jam itu lalu disimpan di meja buat berjaga-jaga kalau dia tidak menemukan barang yang berharga.
"Tuh...! tuh! masih ada lemari," ujar Warsa sambil menunjuk ke arah lemari yang satunya lagi.
Dengan segera Mereka pun menuju ke arah lemari, lalu berusaha membukanya Namun sayang.
Brukkk!
Praak!
Ketika mereka memaksa membuka pintu lemari itu, ada cermin yang jatuh ke lantai. membuat kedua jantung orang itu terasa mau copot, Mereka takut kalau orang yang memiliki rumah terbangun.
Prasangka mereka tidak salah, karena dari arah kamar terdengar suara decit papan yang Terinjak. kayaknya orang yang memiliki rumah terbangun kemudian turun dari ranjang. tak lama gorden penutup kamar pun terbuka, lalu muncullah laki-laki yang matanya terlihat mengkereyep, karena baru bangun dari tidur. bahkan tangannya saja masih membenarkan sarung yang mau jatuh.
Deg!
Jantung Hadi dan Warsa yang terasa Berhenti Berdetak, namun secara reflek Mereka pun menerjang ke arah tuan rumah. maksud Mereka ingin menjatuhkan orang itu agar tidak mengenali mereka.
Bugh!
Suara pukulan yang mengenai pelipisan tuan rumah, sehingga membuat orang itu terjatuh tidak kuat menerima pukulan yang begitu kencang. kepalanya terdongak ke atas. namun serangan tak sampai di situ, karena Hadi dengan Sigap melayangkan satu tendangan tepat mengenai dadanya.
Walaaaaa!
Uwekkkkk!
__ADS_1
Suara laki-laki itu tertahan, diiringi dengan muntah darah. namun kedua orang yang menyaksikan bukannya menolong malah menambah lagi dengan satu tendangan mengarah ke arah telinga, sehingga tuan rumah pun tidak bisa berkutik lagi.
Mendengar keributan yang terjadi di tengah rumah, istrinya yang sedang tidur terlelap pun mulai terbangun. kemudian dia pun keluar ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di rumah. namun baru saja dia keluar satu pukulan mendarat di pelipisnya.
Awwwwwww!
Tidak ada teriakan lagi setelah itu, tubuh wanita pemilik rumah pun terjatuh dengan bersujud. sarungnya masih belingsatan, Begitu juga dengan rambut yang terlihat acak-acakan.
"Warsa masih ada waktu, cepat kamu geledah seluruh kamarnya...!" seru Hadi yang terlihat napasnya sangat memburu karena baru saja dia melumpuhkan dua orang sekaligus.
"Bahaya....! mendingan kita kabur saja."
"Sebelum kabur, kita harus berhasil dulu. jangan sampai perbuatan kita sia-sia...!" jawab Hadi yang terlihat memaksa.
Dengan terpaksa Warsa pun masuk ke dalam kamar. kemudian mengacak-ngacak bawah kasur namun dia tidak menemukan apa-apa. tapi matanya yang tajam seperti mata elang, menangkap di pojok Kamar masih ada lemari. dengan segera dia pun membongkar lemari itu lalu mengacak-ngacak isi di dalamnya. tak lama mencari Warsa pun menemukan uang sebesar Rp5.000 ditambah satu gelang emas yang ada di dalam plastik. dengan cepat Warsa pun memasukkan ke dalam kantong bajunya.
"Warsa... bahaya...! ada ronda," ujar Hadi mengingatkan sahabatnya, dengan cepat dia pun mendekat ke arah jendela kemudian kabur membelah gelapnya malam.
Sedangkan Warsa dengan cepat dia pun keluar dari kamar, mau mendekat ke arah jendela di mana Tadi mereka masuk ke dalam rumah. tapi yang punya rumah Sudah sadar, dengan cepat dia pun bangkit kemudian melayangkan satu pukulan ke arah lengan Warsa.
Wadu!
Desis Warsa tertahan, namun dia yang sedang dilanda kepanikan dengan cepat mencabut golok yang ada di pinggangnya. tanpa berpikir panjang dia pun Mengayunkan serangan ke arah dahi orang yang memiliki rumah.
Wallllla!
Teriakan dibarengi dengan muncratnya darah yang keluar dari dahi. sang pemilik rumah tubuhnya langsung ambruk ke lantai dengan tangan menutup dahinya yang terluka.
__ADS_1