BABI BERANTING VOL.3 Kisah Eman

BABI BERANTING VOL.3 Kisah Eman
Tamat


__ADS_3

Sedangkan orang yang ditanya, Dia terlihat terdiam seperti berpikir mengingat-ingat kejadian yang baru saja dialami.


"Tadi malam, ketika sampai di pohon asem, kita berdua beristirahat sebentar. Mamang berada di sebelah atas, sedangkan Eman berada di bawah. tapi tidak tahu bagaimana awalnya, tiba-tiba ada suara kemerosok orang dari arah samping, setelah di sinari oleh cahaya senter ternyata orang itu adalah si Hadi. Waktu itu Mamang mau berteriak, ingin memberitahu para warga. tapi dari arah belakang ada yang memukul menggunakan batu, sehingga membuat tubuh Mamang ambruk berbarengan dengan batu yang jatuh ke tanah. setelah kejadian itu mamang sudah tidak mengingat apapun, sadar sadar mamang sudah berada di rumah, sudah dikerumuni oleh orang-orang," jelas Dodo menceritakan kejadian semalam.


"Celaka...! kalau kejadiannya seperti itu mang...! pasti Jang Eman ditangkap oleh si maling sialan itu, dan bisa dipastikan yang memukul dari arah belakang itu adalah si Warsa. Bagaimana ya, kalau kejadiannya seperti ini?" tanggap pak Kulisi sambil mengerutkan dahi, karena merasa bingung harus bagaimana menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi. sama dengan pak Kulisi orang-orang yang di situ pun terlihat terdiam berpikir, mencari cara untuk menyelamatkan Eman. sedangkan Rani yang mendengar dia terlihat terisak, lama-lama akhirnya tangisnya pun pecah kembali, menangisi anaknya yang sudah jelas sedang menghadapi bahaya.


"Bagaimana kalau sudah begini?" tanya pak ustad yang terlihat penuh kekhawatiran, soalnya walau bagaimanapun dia sudah ikut merawat Eman. kasih sayangnya sudah mulai menempel di tubuh pemuda Malang itu.


"Tidak ada jalan lain, selain kita harus pergi kembali untuk mencari keberadaan Eman. menurut peribahasa mau hidup, mau mati, harus tetap ditemukan...!"


"Benar begitu....! ya sudah Jangan membuang waktu Jang Ici..! Ayo kita cari sekarang juga sampai ketemu....!" ujar aki Ridwan menimpali, Bahkan bukan hanya aki Ridwan orang-orang yang berada di situ sangat menyetujui apa yang disarankan oleh pak Kulisi.


Akhirnya para warga Kampung Sukamaju mereka bergegas untuk mencari kembali keberadaan Eman sekarang, orang yang berangkat lebih banyak daripada orang yang mencari maling tadi malam. bahkan banyak anak muda yang ikut ingin menunjukkan rasa kesetiaan terhadap sahabatnya.


Pak Kulisi pun membagi-bagi seluruh warga, agar semua tempat bisa terjamah. ada yang pergi ke arah barat, ada yang pergi ke arah selatan, ada juga yang pergi ke arah timur dan ke arah utara, intinya semua mazhab mereka susuri.

__ADS_1


Hutan-hutan sudah didatangi, tempat-tempat sunyi sudah disusuri, gua gua sudah di masuki, tidak ada satu jengkal tempat pun yang terlewat. Namun sayang orang yang mereka cari tidak ketemu, jangankan sampai bertemu dengan orang yang mereka anggap hilang, menemukan jejaknya pun tidak bisa.


Hari pertama pekerjaan mereka gagal, tidak membuahkan hasil. Keesokan paginya pak Kulisi pun mengajak kembali warganya untuk mencari keberadaan Eman. hingga akhirnya para warga Kampung pun berbondong-bondong membantu mencari, bahkan sekarang warga yang mencari semakin lebih banyak daripada hari kemarin, Karena terlihat para perempuan yang ikut. tapi begitulah perjuangan mereka tidak membuahkan hasil sama sekali, ketika mereka pulang hanya membawa tangan kosong.


Rani pekerjaannya hanya menangis meratapi kehilangan Eman, merasa sedih, merasa khawatir, pikirannya terus mengingat ke anaknya yang sudah dua hari menghilang. sedangkan Dodo hanya terdiam sambil melamun, hatinya terasa geregetan merasa kesal sama Hadi dan Warsa, merasa khawatir sama Eman yang kehidupannya sangat jelek, harus mengalami nasib yang seperti itu. kalau dia tidak sakit, dia tidak akan berdiam diri seperti itu. pasti dia akan ikut pergi menuju ke berbagai arah, untuk mencari anaknya yang menghilang.


"Nasib...! nasib....! Kenapa Si Eman harus mengalami kejadian yang sangat memilukan seperti itu. apa dosanya anak saya sampai harus mengalami disiksa oleh orang lain. Ya Allah, Ya Robbi..., semoga engkau melindungi anak hamba." begitulah gumam hati Dodo berdoa kepada sang pencipta, agar anaknya berada dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa.


Dodo mulai mengulang kembali memori memori indah bersama anaknya, walaupun Eman terbilang anak bodoh, tapi dia sangat menurut kepada orang tuanya. sehingga ketika Eman menghilang hati Dodo pun merasa teriris, Dia sangat dendam sama kedua orang yang bernama Hadi dan warsa, karena gara-gara merekalah Eman harus celaka.


"sudah Ibu jangan nangis terus, kita harus bisa menerima semua yang ditakdirkan oleh sang pencipta." nasehat Dodo sama Rani Padahal dia juga merasakan hal yang sama namun Dodo adalah seorang laki-laki jadi dia tidak terlalu bisa mengekspresikan kesedihan.


"Bagaimana tidak menangis Bapak, anak kita satu-satunya sekarang sudah menghilang, tidak ada kabar, tidak ada berita. apa jangan-jangan, anak kita?" ucap Rani Yang Tak Mampu melanjutkan perkataan.


"sudah ibu sudah jangan diteruskan, karena anak kita akan baik-baik saja, sekarang kita doakan agar dia selamat dari segala bahaya yang sedang dihadapi, nanti setelah bapak baikan bapak akan mencari Eman sampai kapanpun sampai ke manapun, Ibu tenang saja! urus diri sendiri jangan sampai semuanya sakit," pinta Dodo.

__ADS_1


"iya Akang Rani juga inginnya seperti itu, ingin enak makan, ingin enak minum, enak beristirahat. tapi kenyataannya kehilangan anak itu sangat menyakitkan," ujar Rani sambil menyusut cairan bening yang membasahi pipinya, ketika mata itu berkedip cairan kesedihan keluar dengan banyak.


"sudah, sudah, ibu yang sabar...!" ujar Dodo menenangkan, tangannya mulai mengusap lembut pundak Rani, dalam hatinya Dia mengancam bahwa selain mencari anaknya, dia juga akan mencari orang yang telah melukai anaknya.


"Iya bapak, tapi Bapak harus janji. harus mencari anak kita sampai ketemu. jangan sampai Kejadian ini berlarut-larut, nanti anak kita semakin terlunta-lunta, atau semakin tersiksa." pinta Rani sambil menatap lekat ke arah suaminya.


"iya, iya, besok lusa bapak akan berangkat, ibu doakan saja agar Bapak bisa menemukan anak kita. minimal bapak bisa menemukan si Hadi dan si Warsa, karena Bapak yakin kedua makhluk itulah yang menyebabkan anak kita menghilang."


"tapi Bapak harus hati-hati, Karena Mereka sangat jahat sangat kejam, walaupun umurnya masih remaja.


"iya Bu, iya pasti...!"


akhirnya kedua pasangan suami istri itu terus membahas rencana-rencana mereka kedepannya, rencana tentang menyelamatkan anaknya yang belum diketahui di mana rimbanya. tapi meski begitu Dodo yakin kalau dia berusaha dia akan menemukan anaknya.


TAMAT

__ADS_1


dilanjutkan dengan babi beranting vol. 4 tentang kisah Ranti dan Eman


__ADS_2