
"Buruan buka pintunya Mang, Warsa sudah sangat kasihan, nafasnya saja sudah lemah...!" ujar Hadi mencoba mempengaruhi, berharap ronda itu mau membukakan pintu. kalau sampai pintu dibukakan, maka rencana pelarian mereka akan sangat mudah.
"Sabar koplok....! tunggu sebentar sampai orang lain datang." jawab ronda tidak sesuai dengan harapan, membuat Hadi hanya menghelan nafas pelan, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, matanya terus menatap ke arah Warsa yang terlihat nafasnya sangat lemah.
Tak lama menunggu, akhirnya ronda yang tadi memberitahu ronda-ronda yang lain Mereka pun datang tak kurang dari empat orang, dengan senjata yang lengkap untuk menolong Warsa yang sedang pingsan.
Para ronda pun mendekat ke arah pintu, Kemudian satu orang masuk ke dalam untuk menolong Warsa, membuat Hadi merasa bingung bagaimana dia harus melarikan diri. karena meski pintu tahanan sudah terbuka, tapi pintu itu dijaga oleh Empat orang dengan bersenjata lengkap. itu pasti akan sulit ketika mau melumpuhkannya.
"Masuk satu orang lagi, kita tolong orang yang sedang pingsan....!" pinta ronda yang sudah berada di dalam.
Perlahan Hadi pun menggeserkan tempat duduknya mendekat ke arah pintu. matanya terus memindai, mencari kesempatan untuk kabur. sedangkan ronda yang berjaga ada yang masuk satu orang, kemudian dia mendekat ke arah Warsa. lalu memegang kening, leher bahkan sampai ke bagian dada. mungkin dia memastikan bahwa Warsa masih memiliki denyut jantung.
Hati Hadi terus berdebar, jantungnya terus berdegup dengan kencang. Karena sekarang Orang yang menjaga pintu tinggal tiga orang, kalau melihat dari kekuatannya dia akan sanggup melumpuhkan Ketiga orang itu, namun dia masih bingung bagaimana cara menolong Warsa, dia takut sahabatnya tidak bisa ikut kabur.
"Haduh Bagaimana sekarang, penjagaannya sangat rapat. dasar sial....!" gumam Hadi dalam hati, sudut matanya melirik ke arah Warsa yang sedang di tolong.
"Bagaimana kondisinya?" tanya ronda yang berjaga di luar tahanan.
__ADS_1
"Belum bisa dipastikan, coba kamu tolong ambilkan air termos yang ada di pos ronda...!" jawab orang yang berada di dalam.
Satu ronda pun pergi meninggalkan tahanan, sehingga orang yang menjaga pintu hanya tinggal dua orang. membuat hati Hadi semakin berdebar, bahkan tangannya terasa bergetar, sudut matanya melirik ke arah pintu yang terbuka sedikit, tidak dikunci karena ada ronda yang sedang berada di dalam tahanan.
"Nekat sajalah....!" gumam hati Hadi sambil bangkit kemudian menubruk pintu, hingga Pintu itu terbuka dengan lebar. tanpa berpikir panjang dia pun berlari menuju ke arah luar sambil berteriak. "Warsa bangun....!"
Suara Hadi memecah heningnya malam membuat Warsa yang sudah bersiap dari tadi, dengan cepat dia pun bangkit sambil memukul dan mendorong ronda yang sedang mengobatinya. sehingga orang yang diserang tidak sempat menghindar, karena fokus mereka teralihkan oleh hadi yang sudah kabur.
Tanpa berpikir panjang Warsa pun berlari menuju ke arah pintu, kemudian keluar. sedangkan ronda yang sedang berjaga di luar, mereka seperti terkena hipnotis, mereka hanya bisa menatap tanpa melakukan apa-apa. mungkin mereka Terkesima dengan kejadian yang sangat cepat, sehingga kedua tahanan itu sudah tak terlihat berlari keluar dari pintu Balai Desa.
"Setan....! kita tertipu...!"
Teriak ronda yang sudah sadar dengan keadaan, tanpa berpikir panjang dia pun keluar dari kantor balai desa sambil terus berteriak memberitahu bahwa tawanannya sudah melarikan diri.
Ronda-ronda yang lain, mereka baru sadar dengan kejadian yang menimpanya, dengan cepat Mereka pun berlari mengikuti, sambil terus berteriak memberi tahu yang lainnya. cahaya senter semerbak menuju setiap penjuru arah, deru langkah kaki yang berlari menimbulkan kegaduhan membuat orang-orang yang baru saja terlelap, dengan kaget Mereka pun terbangun, lalu mengambil senjata masing-masing, kemudian menuju ke arah luar untuk membantu wa ronda mengejar maling.
Suasana kampung Sukamaju meski dalam keadaan tengah malam, rasanya kampung itu sangat riuh dengan teriakan-teriakan saling memberitahu, bahwa Hadi dan Warsa sudah melarikan diri.
__ADS_1
Sama seperti warga-warga lain, Dodo dan Eman yang baru saja tertidur. dengan cepat Mereka pun bangun lalu keluar untuk membantu mengejar sang maling yang sudah melarikan diri.
Namun sayang Hadi dan Warsa yang sudah sangat jauh dalam pelariannya, sehingga tidak tersusul oleh para ronda yang mengejar, dan tadi ketika mereka keluar dari Balai Desa tidak ada orang yang mengetahui Kemana arah larinya kedua maling itu. Hingga orang yang mengejar hanya berlarian tak tahu arah.
Hadi dan Warsa mereka memiliki satu tujuan ketika melarikan diri, karena mereka sudah sering melakukan hal itu, Dan sudah direncanakan jauh-jauh hari. mereka terus berlari ke arah utara menuju kebun bambu, terus Berlari mencari tempat yang sunyi. yang terpenting bagi mereka adalah aman terlebih dahulu, nanti setelah semuanya kondusif baru merencanakan pembalasan.
Gelap malam tidak menjadi penghalang, rimbunnya jalan yang dilalui tidak menjadi rintangan. Hadi dan Warsa Terus Berlari karena sudah terbiasa dan mereka sudah sangat hafal dengan Medan yang akan dilalui. akhirnya mereka pun sampai di suatu tempat kemudian Hadi pun berhenti, napasnya sangat memburu mulutnya terbuka lebar, keringat bercucuran membasahi tubuh. dengan cepat Hadi pun menjatuhkan tubuh ke atas rumput. dia tidak bisa berbicara Karena rasa lelah yang sudah melebihi batas. sama seperti Warsa kondisinya tidak jauh beda dengan Hadi. Sesampainya di tempat itu tubuhnya pun ambruk, kepalanya terasa sakit, matanya terasa berkunang-kunang perutnya sangat mual.
Untuk sementara waktu tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka, hanya suara dalam nafas yang memburu diiring dengan hewan hewan kecil yang biasa bersuara di malam hari, dedaunan terlihat terdiam karena tidak ada angin yang menerpa.
Udara semakin terasa dingin, karena waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. lama terdiam mengistirahatkan tubuh, akhirnya nafas Hadi dan Warsa mulai kembali ke seperti semula, tenaga mulai berdatangan kembali, hingga akhirnya Hadi pun membangkitkan tubuh lalu duduk, tangannya memijat-mijat kaki yang terasa pegal.
"Waduh.....! ide kamu memang sangat hebat Warsa, ronda itu sangat bodoh dan koplok, masih bisa tertipu Oleh kita. tapi tadi aku agak sedikit was-was, karena pintu masih dijaga." Ujar Hadi memecah heningnya suasana.
"Tidak ada yang mudah, semuanya harus membutuhkan perjuangan. tapi kalau kita terus berusaha pasti akan membuahkan hasil. menurut peribahasa juga, barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menemukannya"
"Iya benar, tapi ngomong-ngomong Bagaimana rencana kita selanjutnya?"
__ADS_1
"Kita harus memaksakan diri, walaupun tubuh kita terasa sangat capek. mau tidak mau, kita harus menculik Si Eman untuk membalaskan dendam kita."
"Kapan?" tanya Hadi yang melirik ke arah Warsa meski hanya terlihat bayangannya saja.