
Aku bawa dia ke restoran Amerika, aku yakin suamiku pasti senang, dia pasti belum pernah makan ayam krispy. Akan tetapi apa yang terjadi, dia tak makan sama sekali, hanya minum saja, kesal juga, akhirnya bagiannya kuhabiskan semua.
"Kok gak mau makan, Bang?"
"Itu ayam tak sehat yang dipaksa cepat besar dengan obat-obatan," jawab suami.
"Ah, masa!"
"Iya, Dek, kami tak makan ayam begitu, di desa kami hanya makan ayam kampung."
Ya, Tuhan, aku lupa dia ini peternak, pasti tahu banyak soal ternak. Ke mana lagi suami kubawa untuk membuat dia terkesan?
Ketika kami berjalan menuju matic jadulku di parkiran, tiba-tiba ada klakson panjang dari motor di belakang kami. Ketika aku mau marah, kaca helm itu terbuka, ternyata si Rapi, teman lamaku.
"Hei Niyet, masih setia juga kau sama Mio bulukmu itu ya?" katanya seraya tertawa. Kami berteman memang begitu, suka memelesetkan nama, namaku sudah bagus "Nia, malah diplesetkan jadi Niyet.
" Kau itu, Rapet, masih hidup kau rupanya," jawabku kemudian.
"Siapa Rambo ini?" tanya Rapi lagi.
"Ini suamiku,"
"Kau memang teman laknak, nikah gak bilang-bilang, gak undang-undang," katanya lagi.
__ADS_1
Suami menyalami Rapi seraya memperkenalkan diri, dia lalu pergi menuju parkiran motor.
"Kau dapat di mana itu Rambo, di Zimbabwe ya?" tanya Rapi.
"Ah, udahlah, aku duluan ya," kataku seraya menyusul suami.
"Ambil uangnya lagi, Dek, beli motor yang gitu," kata suami ketika kami di parkiran, dia tunjuk motor N max, yang ada di di parkiran tersebut.
'Tapi, kebutuhan cuma tranportasi, Bang,"
"Abang merasa terhina si Rapet itu hina motormu, dia bilang motor buluk," kata suami.
Hatiku berbunga-bunga, suamiku keren, dia bisa terima bila dirinya dihina, akan tetapi tak terima bila istrinya yang dihina.
" Makanya,jangan kalian ketuk ketuk batok motorku,sekali ngamuk si rambo, dia beli nih, tunaiiiii, alias cash ,gak pakai dit ...dit...dit loooo", ujar Berlian .
Ketika mengantar Ayah ke bandara, ayah memeluk kami satu persatu, beliau menangis seperti mau pisah selamanya saja, padahal hanya mau umroh.
"Tugas Ayah selesai, kalian semua sudah berumah tangga, yang rukun ya, Anak-anakku jangan saling iri," kata Ayah.
Memang ketika aku belum menikah Ayah seperti merasa masih ada beban, setiap jumpa selalu ditanya kapan nikah. Aku memang terlambat nikah, bukan karena gak laku, tapi memang gak ada yang mau, entah kenapa setiap aku menjalin hubungan dengan seseorang itu selalu kandas sebelum ke pelaminan sampai akhirnya aku lelah sendiri, pasrah menunggu nasib. Siapa sangka di usia tiga puluh dua tahun bertemu jodoh usia tiga puluh enam tahun, tajir pula.
Setelah Ayah berangkat kami semua kembali ke rumah masing-masing, tinggal adikku yang paling bungsu tinggal di rumah orang tua. Kami enam bersaudara, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Anak pertama laki-laki, baru yang kedua perempuan, baru aku, dan tiga adikku dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka semua sudah punya anak, tinggal aku yang belum.
__ADS_1
"Bang, aku pengen pulang ke kampung Abang," kataku di suatu sore. Saat itu suami sedang membuat bangku dari kayu. Memang begitu suamiku ini, ada saja yang dia kerjakan. Buat kandang ayam, buat kursi, buat meja, bahkan dia buat lemari untuk kami.
"Gak ada enaknya di kampung, Dek, Adek gak akan tahan, rumah terdekat jauhnya seratus meter, lembu banyak berkeliaran, bukan lembu yang dikandangkan lagi, tapi rumah yang dikandang, sementara lembu berkeliaran bebas." kata suami.
Aku justru makin penasaran dengan kampungnya, seperti apa kira-kira peternakan lembu dua ratus ekor?
"Abang punya kebun sawit ya?" tanyaku lagi.
"Sedikit, Dek."
"Ayah bilang luas?"
"Gini, Dek, Abang berikan gambaran tentang kampung Abang ya. Ada kebun sawit sepuluh hektar, sekeliling kebun ini dikandang, baru dilepas lembu di bawah sawit itu, di dalam kebun, ada rumah karyawan enam, sama rumah kita jadi tujuh, bisa bayangkan, Dek, seluas sepuluh hektar hanya ada tujuh keluarga. Jarak dari jalan besar ke kebun kita ada empat puluh kilometer, jalan belum bagus, kalau adek ke sana belum sampai udah pingsan duluan, hahaha," kata suami.
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1