
Aku menikah dengan anak bungsu. Mereka tiga bersaudara ,ketiganya laki laki, dan suamiku anak ke 3.Kami duluan menikah, selepas kuliah, kami bekerja, menabung uang, mengkredit rumah kecil, dan memutuskan menikah setelah hubungan kami 7tahun lamanya kami jalani.
Aku merasa sejak awal harusnya menyadari ,akh membodohi diriku sendiri.Cinta gak akan pernah bertahan lama.
Sebenarnya, awalnya aku bertanya pada suamiku, kalau dia tidak ada niatan menikah,maka kami baiknya pisah baik baik saja.Aku gak mau menunggu yang tidak pasti.
" Cas,jika memang hubungan kita sampai disini ,gak apa apa.Soalnya gak mungkin kan hanya di tahapan ini terus , aku perempuan, menunggu mu mau sampai kapan?".
" Kenapa Cas gak berani bilang apa apa,Cas ngumpul uang, karena semua itu, buat kita kelak."
" Cosson, sungguh sungguh Cas."
" Baiklah,jika memang begitu."
Saat suamiku mengatakan, dia menabung, mencari rumah, bahkan melibatkan saudaraku dan mamaku melihat rumah tersebut, aku cukup terharu karena niatnya padaku serius.
" Nak, ada rumah, Casson bawa mama sama abangmu,jauh kali, mama kalau itu gak setuju, soalnya,kalau melahirkan dan kalau anak anak mau sekolah jauh. Pikirkanlah".
" Ya ma."
" Ada juga Casson bawa ,mama sama abang ke saru rumah,gak jauh, mama rasa itu bagus juga".
" Casey gak bisa kesana,apa yang mama rasa bagus,baguslah buat kami ma".
" Mama rasa bagus nak, ada rumah standart, ada rumah hook, mama sama abang ada bilang sama Casson, kalau mau beli, sesanggup aja ,jangan di paksakan."
" Ya ma,Cas juga bilang gitu."
__ADS_1
" Suka mama tempatnya,memang masuk dalam nak,kompleknya.Udara masih bagus karena ada sawah."
" Ya lah ma."
Begitulah pembicaraanku dengan mama ,saat mama di bawa Cason melihat rumah.
Kami membeli rumah bersama.Aku juga membantunya buat membeli rumah itu.Saat itu kami LDR setahunan.Aku jualan berbagai backcover dan pakaian.
Pada saat pacaran, bukan tidak ada riak riak dalam hubungan kami.Pernah satu waktu, suamiku yang dulunya masih status pacar, melirik kakak kelas dan aku mengetahuinya.Sang kakak kelas cantik, pacarku gak tahu aku memperhatikan gerak geriknya.Dari kejadian ini. aku memutuskan hubungan kami.Pacarku gak terima. Aku gak peduli, bagiku kesetiaan nomor satu.Aku takut, suatu waktu ketika menikah, dia menduakan aku.
Dia masih mengikutiku di belakang, kemanapun aku pergi ,aku sudah gak peduli saat itu.
Namun dia menelepon mamaku, dia putus asa.
Dan tentu saja ,mamaku marah padaku, menagatakan ,kalau anak orang nekad. aku gimana, kalau anak orang gimana gimana ,aku gimana.Mamaku memaksa aku balik dengannya. Jujur aku tidak menginginkan kembali, namun dengan paksaan orangtuaku, aku akhirnya menerimanya,hubungan kami pun baik kembali.
" Ahhh...ma, Cas gak mau, kami udah putus".
" Cas, anak orang sampai putus asa, nanti kamu terseret seret sama polisi loh, jangan gitu, hidup pun gak tenang,ada laki laki mengakhiri hidupnya karrna kamu nak".
" Ma, Cas gak mau bersama lagi, kesetiaan itu bagi Cas nomor satu, kalau pacafan aja lirik orang,gimana kalau udah nikah."
" Cas...,dia baik nak, jangan gitu.Laki laki normal,lihat yang bening,yah hanya sekedar liat."
" Asal mama tahu,sekedar liat itu,menyakiti hati Cas,sakit banget ma".
" Dia bilang, mau ke rumah kita".
__ADS_1
" Ma,bisa gak sih dia gak udah di acuhin lagi, jangan angkat teleponnya".
" Nak ,gak boleh gitu".
" Mama terlalu baik sama orang,terlalu ,anak sendiri kapan di mengerti,mama selalu bilang, kalau mama liat cocok,yah berarti cocokla sama Cas, kalau pilihan orangtua gak pernah salah.Apa gak ada ma kasus ,orang tua merestui ,padahal yang di restui dan di inginkan orangtu,akhirnya buat nyesal nantinya? banyak ma,banyak....".
" Nak, jangan gitu."
Begitulah debat aku dan mama soal Casson.Hatiku udah ,gak mau melanjutkan,apakah benar jodoh di restuj orangtua akan bahagia,gak semua,dan itu kusadari saat ini.
Satu hal juga dalam semasa kami berhubungan yang gak aku sukai, jika ada teman wanita ,baik wanita yang menyujai pacarku meminta tolong ,bonceng ke rjmahnya ambil KRS nya ketinggalan, maka dia pergi memboncengnya.
Juga siapapun yang mibta tolong, tanpa tahu apa yang aku rasa.
Jujur ,jika aku berbuat demikian apa yang dia rasakan?.
Namun berlakunya waktu, hubungan kami semakin dewasa, bertahap menuju lebih baik.Kami bekerja, mengumpulkan uang.Bahkan saat aku sakit, gak bekerja lagi, pacarku tetap tidak mau pisah denganku.Padahal aku minder.Aku akhirnya punya usaha online sendiri, kecil kecilan.Sampai aku bisa membantunya membeli rumah.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1