
Harga diri seorang wanita ,berada si langkah yang dia arungi.Miris seorang wanita, memberikan kehormatannya pada laki laki, sementara pria yang dia beri, tidak menghargainya, malahan menganggap gratis ,murahan dan meninggalkan begitu saja.
Sakit hati , ngebelain saudara, yang di bela model saudara begini.
Buat wanita, jaga lah mahkota anda, sedangkan menjaga kesucian saja bisa di duakan ,apalagi yang gak menjaga . Maka ketika menikah, menjadi ungkitan suami. Lain lagi ,ada wanita yang menutupi keadaannya, tanpa terus terang ke calon suami, gitu menikah, si pria merasa tertipu dan memulangkan si wanita ke orang tuanya hanya karena tidak virgin lagi. Bukan satu dua kasus seperti itu, banyak .
Gak kebayang, malunya orangtua dan keluarga,jika itu terjadi pada kalian.Bukan merasa manusia sok suci, bukan. Banyak kata kata pria rayuan buaya darat. Bukti cinta nya ,dengan meminta mahkota. Kalau memang mencintai pasangan, yah ....menjaga pasangan sampai level Halal.Bukan melakukan zinah dan hal Haram.
Aku ke ingat kata kata papaku. Menjaga 1 kandang sapi, lembu, kuda,lebih gampang, dari pada menjaga 1 anak perempuan. Kalau sapi,kuda,lembu hamil, papa untung.Kalau anak perempuan hamil ,bencana. Pria kalau gak mau ngakui, gak mau nikahi mau jadi apa ? malunya orangtua jadi gunjingan family ,tetangga. Harga diri kamu sebagai anak, dan harga diri orangtuamu kamu coreng.
__ADS_1
Bukan orangtua gak ngajarin banyak hal kesopanan, jaga diri.Jika memang anak liar pergaulan bebas dan gak mau di atur,maka kelakuan di luar mana semua orangtua pantau dan ketahui. Sekuat apapun iman ,se alim apa anak, jika memang terjerumus di dalam zinah dan pergaulan gak benar, maka akan sama saja.
Keingat almarhum papa, berat memang menjadi orang tua. Anak masih kecil, bisa di arahkan, sesudah besar, jika di larang, hidup hidup aku, gak usah urus. Jadi orangtua , sakit banget jadi orang tua , kerasa banget saat menjadi orangtua, gimana susah menanamkan nilai moral, nilai agama yang kuat pada anak anak, dengan perkembangan media sosial, dengan banyaknya pengaruh lingkungan ,teman sekolah anak, teman dan pergaulan anak, gak kebayang juga tantangan jadi orang tua jaman sekarang beda dengan jaman dulu.
Bukan gak pedulian sama saudara,tetapi membela saudara yang model gak mau di belain mau bilang apa? punya saudara yang gak jelas dan gak mau memperjuangkan harga dirinya ,juga sebagai saudara bisa apa.Terimbas mendapat serentetan perkataan tajam dari berbagai orang, tentang dirinya,mau sakit hati, lebih terluka lagi .Dimana abang yang tua aja , gak pedulian dan santai, yah sudahlah , kalau tiap hari di Wa group, abang tertua men share postingan ayat alkitab, tentang kebaikan, aku merasa itu semua topeng, gak sesuai dengan apa yang harusnya dia perbuat sebagai seorang abang pengganti almarhum papa kami, munafik menurutku.
Aku harus berdamai dengan diriku sendiri, berdamai bahwa aku cukup tahu diri, bukan urusanku. Tugasku membimbing anak anakku tahu diri, tugasku memberitahu anakku bagaimana jika seorang wanita memberikan dirinya pada seorang pria, di anggap seperti apa, bahayanya apa, gimana kalau hamil, usia masih muda .
Aku bersyukur ,anak anak lain,teman satu kelas anakku , saling share ke Ruth. Jika sudah haid, gak boleh dekat dalam arti tanda kutib sama laki laki .Bisa hamil, dan bagaimana mereka mengalami haid pertama, gimana sakit dan mulas nya perut, mereka saling cerita .Dan kalau anakku ada yang gak mengerti, aku juga menjelaskan padanya.
__ADS_1
Fase anak menginjak remaja. ternyata perasaam seorang ibu beda rasanya. Siap gak siap, harus siap menghadapi gelombang masa remajanya menuju kedewasaan.
Aku sujud berdoa," Tuhan...,tolong bimbing anakku di jalan yang benar, jadikan anakku anak yang sopan, bisa menjaga dirinya, menjaga martabatnya sebagai wanita, dimanapun dia melangkah, bimbing dan lindungi dia Tuhan. Kuasamu menaungi, menjauhkannya dari mara bahaya. Kuasamu memberkatinya, bantu aku menjadi orang tua yang baik dan bijaksana, buat kedua anakku."
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment