Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Aku Berharga Dimata Tuhan


__ADS_3

" Cas, bagaimana kamu dan Casson?" tanya Endang.


" Anakku butuh sekolah, dan biaya pendidikan,les dan lainnya. Nyicil utang terus ku lakukan ,rutinitas setiap bulan, 9 kartu kredit."


" Aku menombok pengeluaran, gali lubang tutup lubang ,karena lebih besar utang dari penghasilan, mau gimana lagi Kak Endang."


" Gitulah kita,banyak sabar ya kak".


" Mau gimana lagi, map handphone nya ,selalu aku sadap."


" Hasilnya ?" tanya Endang.


" Bersih.Hanya 1 kali dia ada di kampus atau seputaran tempat, entah dari jam berapa, aku telusuri, tidak ada mendapat petunjuk."


" Mempercayai,aku tidak lagi kak, sakit hati aku, di tipu bulat bulat, di bohongi. Kalau aku menyerahkan pendapatannya sama pelakor atau judi nya, sedap banget, palingan ,anak anakku mau jadi apa kak.Aku kerja juga penghasilanku gak sebesar itu.Memang nyicil utang banyak, tetapi ,sekolah ,les anakmu masih jalan, walau aku kesusahan, anakku masih di sekolah yang terbaik.Itulah sabarku kak, mau gimana lagi".


" Semua akan berlalu Cas, anak anak akan besar, jangan bodoh jadi orang."


Casey mengangguk.


" Bagi kami ,pernikahan satu kali se umur hidup kak.Aku cerai, aku menikah lagi, dia cerai, dia menikah lagi, itu tetap pernikahan zinah dalam agama yang aku anut."

__ADS_1


" Kadang banyakan jadinya sakut pun di jalanibya Cas".


" Itulah konsekuensi pernikahan kak, gak bisa asal pilih,karena harga mati, " ujar Casey.


" Kamu mempercayai Casson?"


" Gak kak, 7tahun aku pacaran, 14 tahun berumah tangga, aku merasa dia bermuka 2, aku merasa dia gak sungguh sungguh murni siap menikahiku.Bahkan aku meragukan perasaannya".


" Hidupku udah hancur kak, ku hidup bukan buat diri aku lagi, aku hidup hanya buat anak anak, mereka belum jadi apa apa, soal hatiku menderita di campakkan orang,tidak di anggap,aku di anggap mati, sampah, biarlah kak, seberapa lagi sih umurku kak? 20 tahun lagi? belum tentu, kalau ada bonus lah itu, aku juga udah kepala 4.Kadang orang gak ingat usia kak, mampu hancurkan kehidupan orang lain, gak ingat kalau dia mati ,udah melakukan apa di dunia ini, mereka sanggup kak, gak takut dosa."


" Dalamnya hati manusia gak terselami Cas".


" Benar kak."


" Samalah, uang ,taunya dia kasi 2 juta sebulan, semua disitu kak, listrik,air, anak 3 , apa cukup, aku lah kak, gojek anak sekolahan, antar jemput, sampai panas panasan di jalan 24 anak, gimana lah naik motor,bolak balik, punya suami gak guna kan Cas".


" Kenapa kakak gak mau ceeai,mumpung masih muda."


" Anak anak gak mau, mau gimana lagi Cas".


" Sakit kak Endang jalani gini, kesusahan kita sama aja kak, susah karena perbuatan suami. Ipar kakak pun parah."

__ADS_1


" Samalah kita, merruamu sudah ninggal kan Cas, tetapi luka yang mereka iris , kalau kamu ingat,pasti ngalir air matamu Cas".


" Benar kak".


" Kakak asik gaduh sama ipar".


" Dia cati gara gara aja kak, sudahlah janda dapat abang ,malah merusak hubungan adek kakak, manalah bagus kan Cas".


" Iyalah kak."


" Dimata orang ,kamu bukan siapa siapa Cas, namun jangan sedih kamu gak sendirian bernasib sama,banyak isteri dan wanita di luar sana ,yang sama dengan nasib kita, bahkan lebih parah.Ingat Cas. gak selamanya badai melanda hidup kita,gak selamanya terik gak selamanya hujan, yakinlah Cas. kamu akan tersenyum kelak, di balik hujan ada pelangi, kamu Cas...., berharga di mata Tuhan."


" Amin kak, kata kata kakak ,ngena banget di hati aku."



😔😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2