Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Casey


__ADS_3

Dari banyak hal aku belajar , belajar buat care untuk buah hatiku, tidak membatasi dengan ketat, apapun yang membuat mereka happy, namun ada aturan dan batasan yang saya buat. Buat handphone mereka , juga saya cek, apa saja yang mereka buka.


Kesalahan masa lalu, membuat saya banyak belajar. Tidak ada orangtua yang sempurna ,namun apa yang membuat masa kecil kita tidak baik, janganlah kita ulangi pada anak anak kita.


Ketika aku tidak punya kegiatan, tidak bisa menyewa buku komik lagi, yang aku lakukan hanya memejam mata di siang hari, tidak tidur , kadang hanya bisa menangis tersedu, tidak ada hal lagi yang membuatku happy walau sedikitpun.


" Cas.....,aku semalam sewa komik, bagus loh ceritanya ," ujar Elsa.


" Judulnya apa Sa, pinjam dong".


" Mama kamu ,ngelarang minjamin sama aku, " ujar Elsa.


" Sekarang semua di cut, rasanya menyedihkan, "ujar Casey.


" Mamamu aturannya menyeramkan,aku aja gak ada dilarang, anak berprestasi ,di tuntut banget", ujar Elsa.


Aku belajar seperti biasa dan di rumah aku kembali sering termenung ,karena kegiatanku tidak ada lagi.Jaman dulu, tidak ada media elektonik, tidak ada handphone .


Penyewaan buku di kota tempat tinggalku juga hanya 3 tempat. Semua sudah di larang mamaku , menyewakan buku buat aku. Bahkan baca cerita hits pada jamannya gak bisa lagi. dari cerita doraemon, setinggi langit dan bintang, sailor moon, detektif conan, gak bisa lagi .


" Masih gak di bolehin pinjam komik Cas? " tanya Elsa.


" Yup, dah nasib , bosan banget loh Sa di rumah."


" Mamamu ada ada aja deh, buat anak down aja," ujar Elsa.


" Yah gitulah, susah banget hidup aku kan Sa".


" Banget,...,kalau ketahuan aku pinjamin komik ke kamu, ngamuknya sama aku dan aduin aku kenmamaku ,bisa gawat kan, " ujar Elsa.


" Ya Sa , gak usah ."


Kakaknya Jonny yaitu Maya , suka membeli buku komik , dialah yang meminjamkan padaku, buku bukunya .


Dia pindah ke rumah neneknya , karena perceraian orangtuanya ,dia pernah melakukan aksi mengakhiri hidupnya,namun tertolong. Sejak saat itu dia tinggal di rumah neneknya dan aku bersahabat dengannya.Dia gadis yang baik banget. tiduran di kamarnya, membaca bukunya dia ijinkan . Namun soal masalahnya,dia gak pernah ceritakan,kami berteman apa adanya.


Saat papanya menikah lagi, aku bisa melihat, kerapuhan hidupnya .Ternyata kami sama, sama korban dari orangtua. Bedanya dia anak yang disayangi orangtuanya, membuatnya gak sanggup menerima perceraian itu, jiwanya kosong dan tatapan sedihnya sangat dalam .


Dia dan aku , pergi sekolah selalu sama , pulang juga. Dia sangat baik , bahkan sampai saat ini kami berteman . Dia menjadi seorang guru di SMP.Maya sangat pintar pelajaran matematika .


" Cas, kita pulang sama yahhh ," ujar Maya

__ADS_1


" Ya kak , " ujar ku.


Motifasi hidupnya hilang , bahkan ketika papanya menguliahkannya, dia menjadi bandel dan bermain main, dan gak menyelesaikan kuliahnya. Jatuh bangunnya hanya sekilas aku dengar dari family nya.


Maya pada masa SMP dan SMA membuat duniaku tidak putus asa.Walaupun kedua orangtuaku membeda bedakan aku dan saudaraku yang lain, aku sudah mulai cuek dan menerima nasib.Aku hanya sering berdoa, semoga kelak aku lebih bahagia dari saat ini.


" Nih ada roti Cas, dimakan, tadi nenekku beli ."


" Makasih ya kak," akupun menerima pemberian roti dari Maya.


Terkadang kita sebagai orangtua berpikir,membelikan sesuatu, mengajak anak anak ke tempat yang indah, bisa membahagiakan mereka.


Nyatanya kita hanya menjadikannya kebahagiaan sesaat.Hal itu hanya bersifat sementara. Yang mereka butuhkan adalah kehadiran kita.


Tempat keseharian anak menceritakan apapun yang dia alami, tempat dia mencurahkan isi hatinya, tempat dimana anak anak bisa mencurahkan perasaanya.


Menjadi orangtua sekaligus menjadi teman anak membutuhkan pengertian dan kerjasama yang baik.


Akhir akhir ini , aku merasa capek,rasanya semua sakit.Dunia mulai mengeluarkan skenario skenario rumitnya.


Bolehkah aku beristirahat sejenak?setidaknya sampai pundakku lumayan kuat!. Setidaknya aku kuat untuk menampung apapun penderitaan , setidaknya kakiku bisa berjalan dengan benar.


" Cas ,PR kamu banyak yah, " tanya Maya.


" Sini kakak ajari ".


Maya pun mengajariku mate, dia jago mate.


" Kakak pandai banget mate , salut Cas".


" Udah ngerti Cas ? ".


" Udah kak ."


" Mantap , geometri gampang kok,kuncinya yang kakak ajarin aja ".


" Ya kak, beres ".


" Kapan ujiannya Cas? ".


" Lusa kak ".

__ADS_1


" Besok kita latihan lagi ya Cas ".


" Makasih kak, mau di ajarin."


" No problem Cas," ujar Maya tersenyum.


Aku tidak meminta jalan mundur, aku hanya butuh istirahat sebentar,hingga nafasku bisa berirama ,sebagaimana lelah tanpa menyerah.Boleh lelah, tapi jangan pernah menyerah.Yakinlah, skenario Tuhan akan indah pada waktunya.


Casey, itulah namaku.Nama yang pasaran.Namaku berarti gagah dan berani.


Sebenarnya aku tidak seberani arti namaku, namun aku sangat suka berdoa , di dekat rumahku, kalau aku sedang sedih. maka aku pergi ke sebuah tempat berdoa, disana ada goa Maria yang sudah lama di bagun,disitulah aku berdoa,kadang menangis. kadang saat ada kejadian lucu yang ku alami,aku bisa tertawa juga ketika berdoa.Polisnya hatiku semasa itu. Tanpa bisa cerita pada siapapun, aku melaluinya seperti apa .


Pada masa SD, aku paling sebel melihat orang tua Badul, kalau ngomong meninggi banget, pesawat aja bisa ketabrak dengan omongan mami si Badun.Apalagi kalau tidak melagak soal anaknya yang pintar,padahal 2 anak nya gang lain tergolong idiot, bicara saja tidak lurus. Itulah, ibarat semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak nampak. Dia senang kalau aku dipukul papa ku karena asungan anaknya, kalau nilaiku gak bagus.Bayangkan saja , menari nari di atas penderitaan anak lain. Dan papa ku juga orang gengsian, gak bisa nerima anaknya dalam keadaan apapun, sering menuntut lebih pada anak.Dan aku selalu di hajar dengan tali pinggang dan ranting tanaman.


" Nilaimu merah yah Cas? ".


" Nilai anakku bagus lohhh ".


Aku menatap tajam mata mama Badul, melawan gak berani. Aku hanya pergi dan menghapus air mataku .


Jaman dulu, menonton video , sudah hebat banget. Di lingkungan tempat tinggalku , hanya beberapa yang punya televisi . Jaman itu ,punya televisi sangat hebat. Aku dan saudaraku nonton ke rumah orang.


Keluarga Badul sering memutar film cina, film kolosal, film ultramen, film robocop, mau nonton ya duduk manis di lantai, duduk harus diam.Kalau si Badul matikan televisi di tengah sedang menonton ,yah mau bilang apa, aku dan anak lainnya pulang. Begitulah orang berada ,sombong, dia gak pernah memarahi anaknya si Badul berbuat gitu pada orang yang menonton.Papa Badul orangnya baik, namun susah bicara ,karena mama si Badul seperti emak singa lapar. Papa Badul banyak mengalah.


" Kapan dinputarnya ya,sei 10? ", tanya seorang anak.


" Tadi pagi, " jawab mama Badul dengan pogahnya.


" Sudah nonton saja ," ujar Badul ,sama pogahnya dengan mama nya.


" Roda terus berputar, " ujar seorang ibu dan pergi dari kerumunan orang menonton di rumah Badul.


Aku tersenyum dengan ungkapan kejujuran sang ibu. Anak anak sepertiku mana bisa melawan, gak sopan , ngelawan orang tua. Nanti disalahin mama dan papaku. Jadi kalau apapun kata katanya, yah ku telam bulat bulat , nangis pasti , tetapi mau gimana lagi.Kalau se usiaku, udah pasti perang Padri, hehehe .


โ˜นโ˜นโ˜นโ˜น๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


koment


__ADS_2