Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Manusia


__ADS_3

Aku tidak mau bergaul dengan badul, aku membencinya, kaena dia , aku sering mendapat pukulan di kaki.Bekasnya sangat perih ketika mandi , dan terkena sabun .


Jangan pikir mama ku menegahi , gak pernah. Kalau aku di pukul setiap hari, nangis sendiri, bersuara pun gak boleh. Menahan tangisan itu sangat sulit. Aku tetap bertahan, masa masa sulitku saat itu, membuat aku hanya bisa menatap wajah papa dan mamaku.Sering aku bertanya, buat apa aku di lahirkan ke dunia, kalau hanya semenderita ini .


" Cas,nilaimu jelek lagi ya!!!!" , ledek Badul siang itu.


" Iya orang pintar , " ujar ku pergi.


" Main yuk Cas ".


" Jangan main sama anak bodoh , nanti kamu ketularan, maianan kamu kan canggih canggih, jadi yah udah , main saja sama mesin, orang sombong gak butuh teman bodoh, " ujar Casey.


" Yuk la main Cas ," ujar sepupu Badul Irma.


" Malas ahhh kak , ajak aja yang lain, " Casey pun pergi.


Dunia semakin membuat kita banyak belajar, dari kejadian satu ke kejadian selanjutnya.Banyak manusia yang di depan kita baik, namun di belakang kita tidak. Banyak manusia terlalu munafik dan bermuka dua .


Kehidupan adalah hal yang selalu menarik untuk dibahas, karena dalam menjalani kehidupan kita akan dipertemukan dengan macam-macam jenis manusia. Ada yang baik dan adapula yang jahat


Dalam hidup ini, teman tidaklah banyak di kala kita dalam kesulitan. Saat kita sukses, maka yang bukan teman pun datang mendekat.

__ADS_1


" Liat lah, ini buku baruku Cas , baguskan? " tanya Badul.


" Ya, buku anak orang berpunya , beda sama anak orang kekurangan ."


" Kalau mau pamer, pamernya sama anak orang berduit,maka bukumu gak ada apa apanya , jangan pamer sama anak yang gak berpunya, kamu mimpi ," ujar Casey.


" Aku baru di beli mamaku semalam , " ujar Badul .


" Aku gak nanya, mau lapor nilai lagi, senang kamu sama dengan tabiat mama kamu , kalau anak orang di pukul , kalian senang , jahat, " ujar Casey pergi meninggalkan Badul .


Fitnah, ataupun kata kata jahat , akan semakin banyak orang lontarkan, ketika dia mampu mempengaruhi dunia. Ketika kita gak mampu membela diri. Terkadang keadilan itu rasanya jauh, namun bersabarlah, setiap cobaan akan membawa kita menjadi hidup lebih bernilai dari manusia seperti apa sebenarnya yang kita hadapi .


Masa masa kesulitan , masih aku alami. Masa masa itu masih sering membuatku ketika di rumah sendiri dalam duniaku, semakin terasing. Ketika di sekolah, aku mempunyai sepupu yang baik, yaitu Elsa, aku juga punya beberapa teman. Semasa SMA , kami selalu ada jadwal senam pagi, dalam satu minggu ada satu kali senam.


Dulu, jadwal aku senam,pasti di hari rabu. Kelas ku kelas 2-1. Sudah bisa di pastikan , kami senam sebelum bel. Dan pastinya kakak kelas kami pada melihat kami senam. Dan selalu Jonny menatapku di atas tangga di depan kelasnya. Aku tahu, hanya pura pura cuek. Kalau menyatakan perasannya padaku, dia tidak pernah mengatakannya.Hanya diam, menatapku dari kejauhan, kalau ketemuan hanya bisa nyetor senyuman.


" Senam hari ini Cas? tanya Elsa padaku ".


" Yup, malas banget, mana di jagain kepsek sama guru olga, bed mood, masuk kelas keringatan, gerah Sa ".


" Benar Cas , benar, bau kita menyengat , kayak parfum, " ujar Elsa tertawa.

__ADS_1


Dia pria pemalu, yah sangat pemalu, dan aku juga pemalu, gak bakalan nyambung, yah ...itu semua benar adanya. Yup , itulah Adi .


Karena aku gak betah di kelas unggulan, tepat kelas 2 , aku pindah ke kelas biasa. Dan aku merasa sangat nyaman , bergaul dengan teman teman, nilai gak dalam tekanan, selama di kelas unggulan , sangat terasa otak di pres sebegitu extranya,ngerjain soal extra. Aku gak betah juga dengan teman teman satu kelas, banyakan kelas menengah ke atas,suka pamer barang, aku sangat minder.Modal ke sekolah, tas lusuh, pulpen 1 di kotak pensil, 1 pensil dan satu penghapus.Sepatu lusuh.


" Kita gak sekelas lagi yah Cas ," ujar Adi.


" Ya Di, nyaman di kelas biasa, gak tertekan ," ujar Casey.


Tetapi satu hal yang membuat terkadang salut,sosok cowok pintar di kelas bernama Adi, dia sangat jenius, low profile, baik, sederhana , termasuk kuper banget . Tetapi dia baik. Kami sering kerja sama dalam satu kelompok .


Kupernya aku parah, lebih parah kupernya dia. Ketika kerja kelompok, baru dia banyak cerita.Dia sangat pintar, papanya seorang dokter terkenal di kotaku. Aku salut liat dia, dengan sepatu sederhana, kaca mata, penampilan sederhana, tidak memamerkan kekayaaan orangtuanya . Dia juga berteman sangat tulus .


Ada rasa salut , pada Adi. Namun sebatas hal itu aja,karena jujur aku suka dengan tipikal pria pintar, apalagi pintar matematika , karena aku gak begitu suka pelajaran matematika .


🥰😍🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2