
" Dina ,pagi pagi kok udah nongol.sama Ragil?".
" Nih ,Ragil ,mau curhat sama kamu, kamu kan penasehat hukumnya selama ini ,soal apa aja dia di buat, cerita,aku penasaran nanya ke Ragil, eh kekeh dia gak mau jelasin, suruh kamu aja detail cerita ke aku."
" Untung aja anakku udah pada ke sekolah.Pagi pagi gibah aja deh kita kita."
" Gak gibahin orang lo beb," ujar Ragil.
" Duduk, pasti kepomu kumat kan Din?".
" Hehehe ,iya, nih kan ada peristiwa akbar kamu pasti udah di ceritain bestie mu nih kan Cas?".
" Udah,kan aku disana di ajak Ragil. Kayak gak tahu aja kamu Din. emaknya si Ragil awak lo, rempong aku ngurus dia,tapi mau gimana lagi. dia percaya kali sama aku, akupun sayang sama dia.Kami kan berteman bukan karena kekayaan, bukan karena ada maksud tertentu.Kami tulus aku dia anggap baik kali.Mana pernah aku kepoin , cerita hidupnya."
" Nih , sarapan nasi liwet ku buat, kunyah dan cerita," ujar Dina.
" Wuih sogoka. nasi nih mantap juga.Aku kalau Ragil gak kesini sama kamu, gak bakalan aku ceritain,sumpah. Aku kan jaga rahasia teman.Orang percayakan kisahnya sama aku, yah aku punana mau gimana gimana, aku jaga kepercayaan klien ku",ujar Casey ngakak.
" Udah cerita...".
" Ragil , kan di ceraikan suaminya.Suaminya merasa anak pertama mereka bukan anak nya.Nuduh Ragil.selingkuh, nuduh Ragil main gila sama mantannya."
__ADS_1
" Waduhhh,parah", ujar Dina.
" Sakit banget di posisi Ragil".
" Suaminya tahankan sampai anak 2, eh sikap suaminya dari anak pertama sama anak ke dua kayak langit dan bumi, hati wanita mana gak hancur, pengen cincang cincang deh kalau k3jadian di aku," ujar Casey.
" Mak, serem banget kata katamu", ujar Ragil ngakak.
" Eh Gil, kamu tahu gak, anak anak di gituin gak enak banget loh, aku dari kecil sampai besar di gituin orang tuaku.Sampai saat ini membekas,batin terluka gak ada obatnya."
" Ya..,tumbuh kembang anak menjadi minderan, merasa sendiri, gak ada yang menyayangi".
" Terus lanjut", ujar Dina.
" Pulanglah dia setelah 4 tahun nan gitu, yang dia kasi uang belanja anak ke 2 aja, anak pertama gak, tetapi mama mertua sama bapak mertua sayang kali sama si Abang Bernat, gitulah cerita Ragil."
" Sampailah entah kenapa , 4tahun barulah mau sang mantan suami cek DNA si abang Bernat.Dia pas siang siang datang, ambil rambut bang Bernat, dia pergi gitu aja,pas Ragil kerja. anak anak ngadu sama opungnya ,di ambil bapaknya rambutnya.Tahula opungnya,mencak mencak, keluarlah kata kata kiasan, sangkin dongkolnya."
" Terus Cas...".
" Dia tes DNA rupanya rambugnya dan rambut abang Bernat, eh kayak di sambar petirla dia,99persen kecocokan sampel,memang anaknya.Cobalah pikir kan, gimana menyesalnya dia ,menganakntirikan anaknya , sampai dia tuduh tuduh Ragil selinhkuh, yang ambil perawan pun dia, dia pikir karena abang Jaka tetangga rumah opung antar makanan buat anak anak,dia pikir la main serong sama si Jaka, padahal opung yang minfa tolong si Jaka sekalian lewat.Terlampau kan jadi bapak gitu."
__ADS_1
" Ihhhh mampus kali la si kawan itu yah, dosa kalila dia buat sama si abang Bernat yah, agoiiii amaanggg, memangla manusia, asal bunyi aja mulut nya itu,pengen banget ku remas cabe ,ku buat ke mulutnya itu.Jilat la sekarang, udah jahat dia sama si abang Bernat, mau dia jilat, cuihhh ,gerem kali awak liatnya, " ujar Dina.
" Ohhh pantaslah minta balek sama mu ya Ragil, gak sadar dia nuduh kamu pait banget, lain dia anak tirikan si bang sama si adek, kejam kali."
" Itulah kalian liat kan ,buat malu aja pun, ke gym dia, minta makan sama, minta ketemu sama anak anak.Tahu apa kata mertua Ragil, ocop ma te, bahasa daerah dia, ( maem pub artinya daba), sangkin palak mertua.Untunglah ada opung doli sama opung boru yang sayang sama bang Bernat, tiap naik sekolah, gak pernah lupa beli tas baru, uang buku mereka kasih."
" Mau balik kamu Gil sama si sableng itu?".
" Gak, dia fitnah aku selingkuh.Dia kejam sama abang Bernat,sakit ku rasa," ujar Ragil.
" Mertua Ragil sampai mengatakan, gak usah terima laki laki seperti itu, se enaknya minta cerai, se enaknya gonta ganti pacar, udah bosan mau bali,k test DNA anaknya rupanya,apa gak se enak perutnya saja".
" Benar itu," ujar Dina.
😔😔😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment