
Pingin rasanya pergi dari semua kekacauan.Namun masih melihat anak berdua ini, hatiku kecut .Selama ini, sang suami berperan layaknya papi yang baik buat anak anaknya.Anak anakkya tidak tahu,apa yang papinya lakukan sampai pertengkaran hebat soal habisnya semua simpanan, perhiasan dan utang dimana mana dengan 8 kartu kredit, sebulan menembus 10 juta.Hidup seperti apa dia sajikan buat aku dan anakku? Tuhan....jeritku dan tangisku dalam pergulatanku.
Anakku yang bungsu sampai berkata: " Apa papi gak sayang sama saya, jangan main judi lagi yah, judi gak baik."
Mendengar kata kata anakku, hancur hatiku.
" Keadaan rumah yang tanpa pintu kayu, hanya berkunci pintu besi, atap rumah bocor, pompa air tinggal rusak, tembok kamar mandi pecah.Selama ini jika ku tanyakan kapan kita baguskan rumah ,dia hanya diam.Rupanya diamnya ,dia sudah menghabiskan seluruh yang kami miliki.Sakit, jelas,berdarah bahkan rasanya hidupku dia injak injak."
" Sabar ya Cas," ujar Tante Yanta.
" Gimana keadaan kalian?" tanya tante Yanta,tante suamiku.
Aku cerita ke saudara mama mertua tentang Casson, memberitahu mereka ,jangan pinjami uang ke Casson, ke semja keluarganya aku bilang apa yang Casson buat sama aku.
Aku sulit bernafas dengan tekanan yang ada.Ku bawa surat rumah, dan ku simpan di rumah adikku.Juga buku tabungan.Yang paling aku benci, kebohongannya soal asuransi anak bungsuku,harusnya cair tahun lalu, ku nanya tiap bulan ,katanya tahun depan,nyatanya dia juga sudah habisi 10 juta.Tega ,yah dia tega.
" Asuransi juga sudah di ambil", ujar Casson malam itu.
" Sanggup kamu bohongi aku bertahun tahun,kejam kamu Cas, aku menampar Casson dengan kuat,aku seperti kehilangan arah,aku sangat hancur kamu buat, teriakku."
__ADS_1
" Aku tak percaya lagi,tidak percaya apapun kata katamu, pembohoooonggg.....menyayangi anakku, aku tak percaya lagi, kamu manusia gak punya hati".
Dia hanya diam.
Aku membencinya.
2 ATM nya aku minta,ku suruh dia list utangnya.Dia masih mengakui sebagian.Ku lacak dari email, ku dapati lagi kebohongannya.Beberapa minggu kemudian ,ku dapati lagi utangnya di 2 kartu kredit, mau gila rasanya ,hancur hidupku, ku cengkeram rambutku,frustasi, sempat ku ingin akhiri hidupku, namun anak anakku menangis bersimpuh di kakiku.Terbayangkan diriku,suamiku sudah jahat pada anak anak kami, masa aku jahat lagi sama mereka.
Ku peluk anakku dengan erat.Mereka menangis bersamaku.Aku tak peduli lagi, tetangga melihat kami bergaduh, saling jawab dan penuh dengan perdebatan.Tinggal di komplek sepi, pasti dominan suara dari rumah kami,entahlah,aku seakan tak punya malu lagi, harga diriku dia habisi dalam beberapa hari.
" Ma ,jangan pergi, mama kami ikut,ujar anak ke 2 ku".
Untuk menutupi utang, uang sekolah bahkan tidak terbayar, dan aku menutupnya dengan uang jualan online makanan ku.
Sakit, kejam, itu yang tersisa.Setiap malam,aku me list perputaran uangnya,luar biasa dasyat.Mampu bermain judi per hari 1juta, 2juta, kadang 10juta,8 juta,sangat mengerikan.Dan dalam 6 bulan kalah 30an juta.
Selama 6 atau 7 tahun aku memprediksinya bermain judi.Atau pun sedari muda.Benar benar aku gak tahu,sejak kapan dia mengenal judi.Dia hanya mengakui 5tahunan,tapi dari history yang sudah mengerikan ,aku gak mempercayainya.
Masih ku ingat,kata katanya ,mengatakan, kita akan ganti mobil perang kita dengan mobil bagus.Semua hanya isapan jempol semata.Semua dia habisi.
__ADS_1
Bahkan kecurigaanku dengan gajinya fantastis, dia sering mengeluh lelah, capek, dan tidak bisa berhubungan, membuatku sadar, dia ada yang lain.Hanya aku kesulitan memperoleh bukti.Lokasi kerjanya jauh.Aku gak bisa andalkan siapa siapa buat mengintainya.
Pernah satu waktu sesudah kami bertengkar, aku meminta bantuan pacar adik sepupu boncengin liat geraknya pulang dari kantor dia kemana.Semua tidak ada mencurigakan.Apa karena kami baru bertengkar? makanya dia siaga satu, gak pergi jajan dulu atau ke tempat wanitanya.Entahlah.
Begitu semua terkuak, aku jadi mikir,apa pada saat hamil anak pertama,dia katakan dia lembur sampai jam 12 malam kerja, apa dia bersama wanita lain atau memang lembur,entahlah.Polosnya aku belum memikirkan yang enggak enggak tentang dirinya.
Namun rentetan peristiwa membuatku gamang hidup bersamanya.
Tuhan, beri aku petunjukmu.
😞😞😞😞😞😞
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1