Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Kekuatanku Hanya Doa


__ADS_3

Entah sejak kapan, hari hariku seperti aku dan anakku saja.Aku berdoa agar Tuhan menutup bungkus darah suamiku, mematahkan kuasa gelap.Dan Tuhan menggenapinya.


Suamiku tahir dan matanya terbuka.Dia menjadi peduli pada aku dan anakku.Hingga di tahun ke 4 ,setelah menabung aku juga program anak ke 2.


Sewaktu melahirkan anak pertama ,suamiku mau pindah kerja.Kami yang hanya bermodalkan sepeda motor butut, meminjam mobil abang pertamanya.Dan nasib apes, ban mobil itu meledak 2 di parkiran.Setelah kami nanya ke orang bengkel,mereka katakan,sejak beli, ban nya gak pernah di tukar.


Sedari pagi,telepon tidak berhenti dari abangnya ,meminta di ganti ban mobil Atoz nya.


Dengan usang sisa, kami mengganti 2 ban baru,padahal uang melahirkanku belum di ganti kantor,yaitu asuransi.


" Kapan ban mobilku kamu ganti Casson?".


" Iya aku ganti".


Begitilah deru telepon sedari jam 7 pagi.


Orangtuanya mengetahui hal itu, mana mau peduli.Kejammm,yah sangat kejam.


Aku sudah katakan pada suami, pelan pelan saja bawa aku pulang dari rumah sakit.Tetapi suamiku tidak tega,karena aku cesar.


Di sepanjang jalan, segala perkataan menyakitkan aku terima.Padshal aku baru melahirkan 3 hari.Suamiku pulang dengan motor di belakang jauh dari mobil orangtuanya.


" Kenapa Casson mau pindah,masak kamu isterinya gak tahu".


" Iya pa,gak tahu, Casson kan pendiam,jika dia mau pindah kerja,pasti dia sudah pikirkan."


" Jadi isteri gimana, apa apa suami gak tahu".


" Kalau papa aja gak tahu,gimana aku bisa tahu, dia pribadi tertutup, gak mungkin kan di paksa bicara."


Benar benar sakit hatiku,aku juga gak tahu, kenapa suamiku pribadinya tertutup.Isteri mana yang mau sifat suami begitu.Dulu pacaran gak gitu,apa selama pacaran hanya topeng? aku mana tahu.

__ADS_1


Aku sampai di rumah hanya diam.Stres ,jelas.Sakit, yah.Padahal aku sudah menjawab, aku tidak tahu apa apa soal suamiku yang mau pindah bekerja.


Dan pekerjaan suamiku, akulah yang membuka jalan baginya.Aku mencari dan memasukkan suamiku belerja di perusahaan,lemudian dia pun menjalani test dan lulus.Sewaktu selesai kuliah, aku duluan bekerja dari pada suamiku saat itu.


Karena stres, ketika malam,aku mengalami pendarahan hebat, dan di bawa ke rumah sakit.Andai ada aplikasi memesan online mungkin nasibku gak akan mengganti ban expayed iparku, gak juga mengalami pendarahan di kata katai dan stres hebat.


Sakit, yahhh amat sakit.


" Jangqn di pikirkan apa apa nak, ingat ada baby mu, ingat ,hidup buat anak, jangan pikirkan apapun prang bilang".


" Ya ma".


Aku hanya mampu menunduk ,pandanganku samar dan di awang awang, darah mengalir tak bisa di bendung.


" Cas...kenapa sampai pendarahan,jangan banyak banyak pikiran,ingat anakmu masih kecil, dia butuh kamu, semangatlah, anak kamu cantik".


" Ya dok, makasih".


Nyawaku tertolong, dan aku sembuh, melanjutkan mengasuh baby ku.


" Jangan satu anak aja Cas,kasihan kan Paris".


" Gak lah ma,satu ajalah."


" Kalau dua,ada teman Paris kelas bermain, bercerita,ada teman nya berunding, gak sebatang kara nak".


Berat rasanya.Banyak pertimbanganku selain suamiku, juga keluarganya.


Aku awalnya hanya mau anak satu,tetapi mamaku bilang, anakku akan kasihan jika hanya sendiri, tidak ada siapa siapa,jika kelak aku sudah tiada dengan suami.Akupun hamil anak ke 2.Perjalanan keluarga kami semakin membaik, di kelahiran anak pertama,beberapa bulan setah anak kami lahir,suamiku naik jabatan, kami di pi jamkan mobil kantor.Sungguh aku merasa Tuhan itu sangat baik, dari mengganti ban mobil, kami bisa di fasilitasi kantor mobil.Aku bisa membawa anakku jalan jalan bersama suamiku.


Setelah 4 tahun, kami memiliki mobil bekas, yang murah, beli hasil sendiri.

__ADS_1


Kelahiran anakku nomor 2 tidak aku beritahu pada mertua lagi.


" Jangan kasitahu mereka aku melahirkan, nanti mereka ngomong macam macam aku bisa drop dan meninggal.Toh kalau aku meninggal,mamamu menikahkan kamu,ingat kata katanya,sakit banget,sampai mati aku ingat,bukan dendam,hanya keterlaluan,gak punya hati".


" Ya...," jawab suamiku.


Aku bilang sama suami, jika kamu beritahu, mungkin aku akan mati pendarahan lagi dan tak selamat.


Karena saat aku melahirkan anak ke 2 ,anakku prematur.Papa kandungku meninggal karena sudah lama sakit ginjal dan komplikasi.


Satu hal yang membuat aku sedih, sebelum kepergian papaku.Setiap pagi kami sarapan bersama.Aku ke rumah adikku.Sejak anak pertamaku ada,papaku semakin baik hubungannya denganku.


Papaku pernah mengatakan padaku.


" Satu hal yang papa kecewa pada suamimu, suamimu tidak pernah membelamu sama sekali.Terpuruk dan terus di sakiti orangtuanya.Orang berTuhan tapi sanggup menyakiti menantu sendiri , gak punya hati".


" Udah nasib pa,mau gimana lagi".


" Mertua mu menjelekkan kamu dimana pun dia sampai, menepuk air di dulang, muka sendiri tertepuk.Seperti gak tahu aja apa yang dia buat sama kamu dan anakmu,anaknya saja dia anghap anak," ujar mama ku geram.


" Anaknya bagai raja di rumah ,apa aja kita hargai,anak kita pas seperti pengemis mereka buat,kalau gak dari perut kamu, mana ada cucu mereka.Adil Tuhan kan. menantu yang pandai angkat telor , gak ada anak sampai sekarang,sudah bertahun tahun.Kenapa gitu? ada cucu hanya sayang di mulut aja,di sia siakan.Gak seperti kami, mau cucu dari siapapun,kami senang.Sama menantu kami sayang,malah bersyukur ada yang merawat dan menjaga dan mengurus anak kami.Ini menantu dia jadikan saingannya,lucu.Jangan kasi nikah anaknya ,kalau gak siap melepaskan anaknya menantunya seperti madu dia huat,kejam perlakuan dan kata katanya, "ujar mama .


Dimana mana ,mertuaku menjelekkan aku, mau di tempat rumah duka ketika melayat,atau apda siapapun.


Namun orang yang mengenal aku dan orangtuaku tidak pernah percaya akan kata kata mereka.Malahan mereka cerita padaku dan keluargaku.Sedihhh ? sanggatttt.Tapi aku bisa apa.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2