Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Hidup


__ADS_3

Hidup itu mau dibikin sederhana ya bisa , mau dibikin ruwet dan ribet ya bisa , semuanya tergantung dari kitanya sendiri.


Hidup yang kita jalani tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan / selalu kita harapkan ...


Tetapi , ingatlah , bahwa di dalam setiap peristiwa kehidupan yang kita alami pasti akan selalu ada pembelajaran bagi kita untuk lebih mawas diri dan lebih bijak lagi dalam menyikapi berbagai macam hal dalam hidup ini.


Belajar dari kisah banyak orang, berdamai dgn keadaan & bersenang-senanglah dengan dirimu sendiri. jangan sandarkan kebahagiaan pada diri orang lain.


Kita di lahir kan


Kepala dulu baru kaki hal itu mengajarkan kita bahwa hidup itu harus berfikir dulu sebelum melangkah.Sebelum menikah, selidiki dulu keluarga suami seperti apa,suami orangnya selami seperti apa.


KATA SIAPA MENIKAH ITU ENAK?


Casey membaca sebuah caption di sebuah akun media sosial. Begini isi nya.


Menikah itu nggak enak.


Dari sub judul begitu komplit dan beragam pemikiran.


Berapa dari antara kita, para istri, yang melihat teman-teman wanita kita yang masih lajang dan merasa cemburu?


Mereka begitu bebas merdeka, terlihat bahagia.


Bisa meroket dalam karirnya, duitnya buat jalan-jalan keliling dunia, yang semuanya dipamerin di akun medsosnya. Tampak tidak punya beban hidup, setidaknya itu yang diperlihatkan. Dan kalaupun ada, pastilah tidak sejibun dibanding yang sudah menikah.


Jadi lajang tiba-tiba sungguh memikat daripada status menikah happily ever after.


Mendadak ingin memutar waktu, dan kalau bisa tidak usah menikah saja.


Karena seringkali berpisah bukanlah pilihan.


Orang bilang itu "goblok." Kita bilang, "Kamu tahu apa?"


Why?


Menikah itu JANJI PALSU.


Katanya setia sampai mati.


Setia dengan perkataan saja tidak mampu. Katanya mau ngabarin, lupa. Katanya mau begini, lupa. Ini itu, lupa.


Yang sederhana saja lupa, apalagi dengan komitmen setia sampai mati.


Dari tergoda dengan mantan, teman kerja, sampai tergoda perempuan lain yang dengan penuh percaya diri mengambil hak di dalam rumah tangga orang lain, kalimat "setia sampai mati" hanya diucapkan sekali setelah itu jadi kepalsuan.


Sebuah slogan untuk dihancurkan.


Menikah itu PAHIT.

__ADS_1


Bukan pahit enak seperti kopi. Tapi pahit getir seperti empedu.


Kata-kata pujian mendadak hilang ditelan bumi. Kalimat-kalimat penyemangat menguap ke udara.


Yang terdengar hanya kebisuan, dunia cinta tanpa kata-kata apalagi tindakan yang berarti.


Terkadang justru yang mulus meluncur keluar adalah makian atau kalimat-kalimat yang tak pernah terpikir akan melekat selamanya di hati seperti,


"Megang duit nggak becus."


"Istri nggak tahu diuntung. Sudah bagus kamu kukasih makan."


"Jadi istri itu seperti dia... Sudah cantik, pinter lagi."


Wow...


Manis diucapkan, pahit didengar.


Menikah itu EGOISME.


Duit gue, duit gue. Duit loe, duit gue juga.


What the...???


Krik krik krik krik.


Menikah itu seperti TEMPAT PENJAGALAN.


Mungkin sudah lupa kalau dulu tangan yang untuk memukul adalah tangan yang sama untuk memasukkan cincin pernikahan di hadapan Tuhan.


Kaki yang untuk menendang adalah kaki yang sama untuk berlutut meminta jadi istri.


Lupa, lupa, lupa.


Lupa, adalah penyakit yang paling umum ditemukan dalam pernikahan.


Menikah itu seperti RANTAI.


Tidak sabar dapat momongan.


Benarkah?


Berapa diantara kita yang dikaruniai Tuhan anak-anak yang lucu dan kemudian merasa mereka adalah beban yang besar?


Kaki seorang istri jadi tidak bisa kemana-mana karena anak.


Tidak bisa melesat tinggi ke udara karena anak.


Terjebak, ya terjebak! Merasa terjebak di kehidupan yang membosankan karena anak.

__ADS_1


Terikat rantai pernikahan, dengan anak-anak yang memberi masa depan seorang perempuan jadi tak jelas tujuan dan harapannya.


Padahal anak-anak tidak salah apa-apa. Para malaikat tak berdosa.


Anak-anak hanyalah pelampiasan kekesalan akan pernikahan yang menjemukan.


Terluka.


Sedih.


Geram.


Sakit rasanya.


Hilang semua sabar.


Merasa tidak dihargai.


Dimana kesetiaan?


Tubuh istri adalah bait suci, bukan samsak tinju.


Pedih yang tak tertandingi...


Menikah itu tidak enak... selama tidak ada Tuhan di dalamnya.


Oleh karena itu sebuah hikmat berkata,


"Remember to always put GOD first in your marriage and in your home."


Tuhan dapat memperbaiki pernikahan separah apapun kerusakannya dan sebesar apapun kehancurannya.


Beberapa diantara kita akan tertawa membaca ini, tapi kadang kebenaran itu sederhana saja.


Sesederhana bahwa marriage takes three.


BE IN LOVE WITH GOD, AND WITH EACH OTHER.


Dan kemudian disitulah pernikahan itu jadi enak.


Dijamin tidak akan cemburu lagi dengan yang lajang dan nampaknya bahagia, dan bersyukur bahwa anak-anak adalah surga dunia.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2