Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Tersenyumlah


__ADS_3

Tersenyumlah meski Hari Harimu tak seindah Mimpi..Sabar pilihan terbaik..selama kesabaran masih tertanam dalam Hati..akan selalu ada Hal baik untuk kita Sukuri.


Hal yang paling Casey takuti dari sebuah perceraian adalah efeknya pada anak anak.Karena anak anak punya pemikiran sendiri sendiri.Apalagi anak beranjak usia remaja, keterbukaan minim.Seperti punya dunia sendiri.


Aku belum dapat bukti tentang perselingkuhannya.Tentang judinya sudah.Satu hal yang aku tahu,jika pasangan mampu berselingkuh,itu dia sengaja dengan kesadarannya ,melakukannya.


Yerkadang lebih baik diam,dari pada menjelaskan.apa yang kita rasakan.Karena lebih menyakitkan ketika mereka bisa mendengarkan, tetapi tidak mau mengerti.Susah berhenti menjadi pembenci, dan berusaha menjadi pemaaf.Berhenti menyalahkan orang,aku lebih belajar memperbaiki diri lagi,dari hari ke hari.


Aku berusaha tersenyum ,meski ada tangisan aku sembunyikan.Aku berusaha tertawa meski banyak beban yang sedang aku rasakan.Aku berusaha bahagia ,meski ada luka yang ditutupi,dengan keceriaan.


Aku tidak tahu apa yang terjadi di hari esok, yang aku tahu hanya menjalani kehidupan.Yang aku tahunpengampunan dari Tuhan.Melukis putaran waktu, indahnya esok yang Tuhan beri.Hari esok akan lebih baik dari hari kemarin.Pemeliharaan Tuhan dalam hidup.


Satu hal yang menjadinpelajaran bagi aku ,orang kalau gak suka sama .Kalau kita senang ,dianya susah.


Gak suka melihat kita senang .Saat kita masih melihat matahari pagi ini,Tuhan belum selesai atas hidupmu .


Sebab lebih baik satu hari di pelatanMu.Aku percaya Tuhan bekerja.

__ADS_1


Nama iparku fifi,dia orang Jakarta.Dari segi wajah bak nek lampir,dia sangat bermulut manis dan gampang mengangkat telor siapapun,otomatis dia bisa memasuki keluarga suamiku dengan sejuta racun yang dia punya.


Menghasut,membuat hubungan ku semakin runyam dengan mertua,semualah dia lakukan, buat mencapai apa yang dia mau.


Aku gak peduli,mau tidak disukai siapapun, aku orang apa adanya,bukan penjilat,jika salah yah salah, jika benar ya benar. Dalam hidupku pantang menjilat, mau dia kaya ,aku gak bisa sok sok baikan, paling gak bisa bersikap begitu. Sudah di bantunpencairan uang asuransi suaminya yang meninggal,masih sanggup dia mengatakan, aku dan suamiku makan uang janda dan kedukaannya.Tuhan saja yang membalas apa yang dia buat,gak mungkin aku gak lawan,memang nyatanya 1 rupiahpun tidak pernah aku ambil ataupun suami ambil,malahan temanku yang bantu pencairannya.Luar biasa bukan.Mengeluarkan suaminya, dari rumah sakit ,memakai tanda tangan suamiku,kalau tidak mayatnya tidak bisa keluar. Lagak orang kaya,mau kasi suami yang terbaik, nyatanya yang dikasi terbaik, sampai membuat mertua kami tidak sanggup menanggung biaya rumah sakit.Sampai 2 kali ganti rumah sakit.


Sampai suamiku di todong. berapa mau bantu,gimana mau bantu biaya tumah sakit, satu hari ICU 20juta,beda obat. Gaji suamiku aja 1 bulan gak 20 juta, buat 4 nyawa hidup.Ini ada jaminan selamatpun gak.Menyelamatkan orang sekarat. 4 nyawa di rumah kami mati.Siapapun berpikir bukan?


Hidup terkadang memang harus egois, jika mampu,gak masalah. jangan memaksakan diri di luar kemampuan buat susah orang lain.Mertua yang sudah renta,gak bekerja, uang nya habis buat biaya rumah sakit, dan itulah penyebab dia semakin terpuruk, dan jika tidak ada suamiku,entah bagaimana lah dia makan dan keperluannya sehari hari. Anak pertama tidak mau tahu.


Tetapi sanggup mertuaku ,dengan kata kata iparku mengatakan aku sakit jiwa saat sudah gak tahan melawannya. Kata kata itu keluar di Wa ,soal pembagian harta warisan.Miris.


Namun,ketika harta warisan rumah mau di jual,dia menuntut bagiannya,gak punya malu.Gak punya anak, juga rumah itu sejarahnya di beri pada saat suamiku dan saudaranya kecil. Langsung beli rumah dengan nama 3 anak dan paling bawah ada keterangan, anak masih di bawah umur dari saudara A ,nama mertua laki laki.


Sudah suamiku konsultasi dengan beberapa notaris, harta bawaan, ipar tidak dapat karena tidak punya keturunan,karena harta akan turun waris ke atas dan ke bawah,jika punya keturunan. Jika terjadi penjualan rumah. dia tidak wajib menanda tangan, yaitu ipar.Karena bukan harta gono gini,harta bawaan dari orangtua.Kecuali dia merenovasi rumah tersebut dan lainnya.


Tidak malu, malah me Wa suami dan bertanya berapa dia kasih.Malah notaris mengatakan dia bisa di beri se iklas hati, mau gak di beri juga gak masalah.Sudah di beri abang ipar pertama 200juta ,masih mau nuntuk ke suamiku.Mana mau suamiku beri, yang lebih ber hak adalah anakku, 2 anak ku. cucu mertuaku. Mereka lebih ber hak dan bagian anakku lah yang kami perjuangkan.

__ADS_1


Namun aku dan suami sudah tahu masalah ini pelik, suamiku memang jahat soal judi,namun dia soal hati masih punya.Dia mengatakan padaku, kita memang butuh uang dari mereka, tetapi itu bukan rumah kita.Anggap bonus, di kasi ya jadi jadi di jual ya bagus, gak jadi yah sudah.


Bukan rejekj kita.Aku malah tertawa melihat kelakuan iparku,teriak rakus harta pada kami, layaknya maling teriak maling.


Itu harta siapa? harta orangtua suamiku.Dia mau perjuangkan apa? apa ada keturunan lahir dari perutnya? gak ada.Itu bukan harta gono gini dia sama suaminya.Itu diberi dari saat kecil, harta bawaan ,miris mentamakkan harta bapak orang lain.


Aku dan suami udah iklas dia minta bagiannya,suamiku gak akan tanda tangan penjualan rumah itu.Biar abangbipar pertama dan dia saling kerakusan.


Sangkin rakusnya , dia yang gak bicara sama suamiku, sanggup me Wa nanya bagian.Luar biasa😆.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2