
" Aku berusaha menyembunyikan emosiku Casson, dalam diam dan mengunci diriku dengan sabar, lalu memperlihatkan sabarku dengan senyuman."
"Meski hidup ini penuh dengan kepalsuan, jangan seperti manusia bermuka dua Casson.Menjadikan hidup ,sebagai topeng, ubtuk menutupi kepalsuan."
" Hidup itu seperti buku, Beberapa bab berisi kesedihan,beberapa bab tentang kebahagiaan,Beberapa bab ada yang membosankan, beberapa bab memiliki isi yang menarik.Jika kita membalik halaman nya,kita tidak akan pernah tahu,tentang apakah yang terjadi pada bab selanjutnya."
" Emang kapan waktu yg pas buat ngasi tau kamu salah? apa harus nunggu kamu tenggelam sama kesalahan itu ? apa harus sampai seperti itu Casson?".
"Di situ lah sisi ketidak dewasaan seseorang, kalau kita minta semua orang untuk ngertiin kita, apa kita bisa ngertiin orang lain?".
" Jangan pikir kehidupan itu bahagia bahagia aja, jangan pikir hidup itu enak enaknya saja, jika hanya berpikir sampai disitu saja,kau perlu melihat luasnya dunia.Hidup butuh perjuangan, dimana kau tak hanya melihat kerja keras dan berpangku tangan.Namun berani mengambil keputusan."
" Dari kisahku aku baru tahu Casson, ternyata kesimpulanku benar, mau bagaimanapun usaha ku terlihat baik,kepada orang lain, kalau pada dasarnya orang lain tidak suka dengan kita ,maka semuanya sia sia. Layak kah aku mendapat kepaitan dan perlakuan orangtuamu serasa manusia benar,memburuk burukkan aku pada semua orang? karena berusia tua makanya benar.Apa gak pernah sadar apa yang sudah dia lakukan?".
__ADS_1
" Aku masih ingat Casson, di rumah saudara mama kamu, kamu disidang, di bilangin gini, eh Casson, bilang sama isteri kamu, berapa sebulan yang bisa kalian kasi sama orangtuamu, kamu bilang saat itu samaku,perlakuan keluargaku sama kamu bak raja,sedangkan akj bak gembel terbuang di keluargamu."
" Aku masih ingat, kotbah pastor pagi itu, tidak ada keharusan anak , memberi kepada orangtuanya,jika memang anak tidak mampu.Sudah s3layaknya kita sebagai orangtua memberikan tanggung jawab pada anak."
" Setelah judi mu terkuak, baru aku tahu,kamunkan yang bayar uang listrik tiap bulan 500ribu per bulan, apa lagi mereka hebohkan sama aku yang hanya pegang uang belanja 1juta dan uang jajan 200ribu,itu mau diributkan,kejam bukan.Sampai aku punya status di Screen shoot di hebohkan di keluarga besar, padahal potongan yang menyudutkan yang dia kuak ke wajah wajah keluarga besarmu.Ucapan kotbah pastor pada captikn satu lagi tidak dia tiadakan,memfitnah luar biasa bukan? itu adik mamamu Casson yang buat.Sampai aku bilang sama dia, aku hanya kamu kasi 1juta buat uang belanja keperluan dapur , 200 ribu jajan ,berlinang air mataku, mau nafkahi 2 anak."
" Apa mereka pikir aku pegang uang? mereka salah bukan.Uang itu puluhan juta kamu judikan,namun namaku di buruk kan keluargamu kejam banget bukan ? sakit ,membunuh karakterku, tapi aku berpasrah, saat itu aku pikir penghasilanmu pas pasan, kereta butut, sendal jepit, jaket dan celana tak layak pakai, aku pikir kita hidup pas pasan.Luar biasa ternyata ,kamu yang talap uang, namaku yang di sidang, sakit ,sakit banget.Kamu sangat baik Casson."
Dalam sendu Casey menghapus air matanya.
Pait banget bernasib seperti ku ini.Tuhan ,perhitungkanlah apa yang mereka buat dalam hidupku,hatiku,hidupku gak utuh lagi,kalau bukan buat anak2 aku wajib waras.Padahal di bilang papa suamiku aku sakit jiwa karena melawannya di tahun ke 11 ,ketika aku sudah tidak kuat bertahan. Karena tidak ada yang pernah membelaku,tidak orangtuaku juga suamiku.Aku butu sakit jiwa membela hak ku di injak injak, aku buyuh sakit jiwa ,mewaraskan otak manusia yang menusukku setiap waktu.
Family ku,di buat mertua 3 tahun kejam aja sudah berontak,aku 11 tahun, sudah sehancur apa jiwaku,kalian tidak tahu bukan,dari baby blues,pendarahan, kata kata pait,semua sudah.
__ADS_1
Jika mama dan papa suamiku saat ini di neraka,itu balasan setimpal atas apa kepaitan yang dia buat pada hidupku atau kata kata kasar pada orang lain.Menyebutnya mertua pun aku rasanya berat.Karena mertua jenis begini ,gak layak di bilang manusia.Mertua yang sanggup mengatakan padaku,bunuh diri aja kamu .Aku gak balas.Kalau aku gak jawab aku sakit banget.
Aku menjawabmu, aku gak akan bunuh diri, anak anakku butuh aku, kamu aja bunuh diri, makan aja susah, anak tiba tiba meninggal,berkaca apa kamu buat sama anak orang lain,karma itu real kamu bayar kamu nanam ,kamu tuai, Itu kata kata terakhirku sama papa suamiku.
11 tahun kediaman mulutku,hanya menangis dalam sujud doaku,berharap mereka bisa berubah, namun percuma beribadah di tempat terdepan, namun kejamnya luar biasa.
😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment