Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja

Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik Baik Saja
Tegarlah


__ADS_3

Pada akhirnya luka akan terlupa.


Jangan salahkan jika waktu berjalan melambat, tegarlah dalam keadaan yang belum kau terima dengan lapang dada.


Jangan terpaku dengan hukum karma, kamupun harus segera melangkah dari jeratan patah.


Bukan menyalahkan siapa yang salah dan siapa yang benar, tak perlu menghakimi diri seperti itu.


Perlahan, jalanilah dengan semestinya. Tak perlu memaksa, sebab beranjak dari luka rasanya memang menyulitkan.


Jika dengan sibuk menjadikanmu lupa, barangkali itulah cara terbaik menghapus ingatan tentangnya.


Tidak ada luka yang tak sembuh, bahkan sembuh pun bisa saja kambuh.


Tentang rasa;


Segala yang telah berlalu,


Semua yang telah terjadi.


Akan cinta yang sudah memudar,


Akan rindu yang sudah menghilang.


Jalan yang telah runtuh apa masih bisa dibangun,


Pakaian yang lusuh bisa dicuci,


Kepercayaan sudah ternoda


Tapi apakah hati yang berulang kali tersakiti bisa kembali?


Tulisan yang terurai menguntai, ucapan yang saling bersautan, semuanya sunyi tak terdengar.


Mengapa pohon yang diterjang badai kuat karena akar? Padahal ia tak sanggup lagi menahan.


Akankah kapal yang sudah bersandar di dermaga karena ombak itu kembali ke lautan?


Entahlah.... takdir dan sang waktu yang menjawabnya.


Sesungguhnya rasa sakit itu,diciptakan dari rasa yang sangat spesial.

__ADS_1


Tuhan detik ini aku sangat cukup sadar,tangga paling tinggi dari mencintai bukanlah memiliki.


Di saat kebersamaan yang kita lalui bertahun tahun lamanya


Terus tumbuh dengan ketulusan karena kamu suamiku,dan bapak dari kedua buah hati kita


Ketulusanku paling besar melihat kamu bahagia


Namun tidak denganmu dan keluargamu,


Saat aku tidak tahan dengan perbuatan orangtuamu, 11 tahun baru membantah dan marah dengan apapun ujaran dan perkataannya


Bahkan dia sanggup mengataiku sakit jiwa


Sungguh ironis bukan?


Biarlah pertanggungan dosamu, kamu bayar wahai mertuaku.


Hinanya aku, sakitnya aku, fitnah yang kau tebarkan seperti hembusan kapas, aku terima


Namun, kebenaran itu , Tuhan yang Maha Mengetahui


Munafik memang ,jika aku mengatakan aku bahagia....


Aku sudah lama terluka parah, jika di agama bisa bercerai,itu sudah ku lakukan.


Jangan orangtuanya merasa , aku tidak bisa melepaskan semua.


Mencintai dan mengorbankan diri, merasa aku orang terbodoh.


Saya tidak pernah menahan seseorang yang tidak pernah mau bertahan bersama saya.


Mungkin aku menabur dengan air mata saat ini


Aku sudah berjuang keras


Walau tidak melihat hasilnya


Hingga akan menyerah


Tetapi aku harus mengingat janji Tuhan

__ADS_1


Bahwa taburanmu yang menyakitkan itu,akan kamu tuai dengan sorak sorai.


Tuhan akan membuatmu girang dengan tuaianmu.


Sedih karena disakiti


Pengorbanan tidak pernah di hargai


Ketulusan tidak pernah di anggap


Lelah jiwa raga,mental hancur lebur


Dan hati serasa mati.


Bisakah kau luangkan waktu untuk memikirkanku sebentar saja


Atau waktumu terlalu berharga hingga tidak pernah ada buatku?


Mencoba tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan,


Mencoba berhenti mencintai


Diriku terlalu lama memikirkan kebahagiaanmu tanpa memikirkan kebahagianku


Kita terlalu lama menjadi manusia yang saling melemparkan kesalahan.Terlalu lama menahan ke inginan membenci dan sibuk menyalahkan satu dengan lainnya. Kita melupakan kita pernah bahagia.


Kita bukan lagi kita.


Terlepas salahku,aku minta maaf.Salahmu juga berusaha tuk aku maafkan ,walau sungguh sangat menyakitkan.


Terlepas dari semua hal yang kita lalui,aku mau mengucapkan terima kasih sudah menyekolahkan amak anak ditempat yang terbaik.Kamu selalu di banggakan anak anak pada temannya. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisahku.Berubahlah,peduli sama anak dan isteri jangan karena kamu bekerja. kamu menekan anak dan isteri.


Kamu gak pernah tahu .Anak anak gak pernah meminta apapun jika ke mall, takut uang kita gak ada. Aku juga sebagai isteri ,d3ngan kekurangan di rumah, aku bertahan, namun gak selayaknya itu kami terima, dengan uang gajimu puluhan juta.Kamu bisa noros buat judi atau mungkin buat wanita lain, tetapi buat aku dan anak , kamu sangat pelit , walau untuk uang sekolah kamu memang tidak pernah lalai.


Sakit aku terima, dengan apa yang kamu buat.Malahan celana kamu bisa aku beliin, ku pikir gajimu pas pasan .Sandiwaramu luar biasa bang.


😔😔😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2