
Nia yang malas kemana mana, lebih memilih santai di kamarnya, ditemani oleh Rita dan bocah yang setia ikutin Rita dan Nia pergi.
" Hari ketiga, tidak terasa semakin tahu siapa Roni. kalo masih hidup mana tahu apa saja kelakuan Roni kan." Ucap Rita kesel mengingat apa saja yang dilakukan Roni.
" Betul, bahkan keluarga sendiri pun, tidak akan tahu sepenuhnya apa saja yang dilakukan selama aktifitas selama di luar rumah kan." Ucap Nia, Nia menikmati cemilan yang dibuatnya.
" Bener ka, kalo tidak diikutin sepenuhnya selama dua puluh empat jam, mana tahu siapa Roni sebenarnya kan. terus apa mau ikutin Roni saja ka, besoknya dilaporkan ke kalian, supaya semakin tahu apa saja yang direncakan untuk ka Rita" Tanya bocah semangat, karena bocah ingin sekali kerjain Roni saking keselnya dengan tingkahnya Roni yang semakin keterlaluan
__ADS_1
" Silahkan saja sih, tapi ingat yah jangan kerjain Roni, karena orang seperti Roni bakal melakukan apapun yang membuat kita kesulitan untuk balas dendam, belum waktunya kita kasih tahu siapa kita ke Roni." Lanjut Nia, karena Nia tahu bocah yang ada didepannya tidak bisa menunggu untuk kerjain manusia.
" Huh, tidak seru ka menunggu lama lama begitu tahu, tapi baik lah saya cuman lihatin saja tanpa kerjain Roni sama sekali." Lanjut bocah dengan pasrah, dari pada niatnya tidak jadi karena Nia melarangnya.
" Biarin saja dia yang ikutin Roni kemana pun dia pergi, dari pada saya yang kesana kan." Lanjut Rita, Rita tahu bocah itu ingin sekali kerjain Roni, justru itu memberikan ijin untuk ikutin Roni.
" Nah begitu dong baru seru, yah sudah saya kesana yah." Lanjut bocah dengan bahagia, karena Rita memberikan ijin. langsung jalan dengan rasa bahagia dan tidak sabar ingin kerjain Roni.
__ADS_1
" Sudah lah ganteng, kalo pacar kamu tidak bisa diajak seperti ini, lebih baik kamu tinggalkan saja percuma mohon mohon. seperti tidak ada perempuan lain saja sih.' Protes perempuan bayarannya Roni, merasa heran dengan Roni.
" Memang masih banyak perempuan, tapi saya selalu nafsonggg melihat dia, apalagi selalu gagal menjebaknya membuat saya semakin penasaran dengan dia tahu." Protes Roni dengan frustasi, menurutnya perempuan yang susah ditaklukan itu lebih menantang dari pada perempuan yang mudah di ajak.
" Yah sudah, semangat saja meluluhkan nya, tanpa ada ikatan halal sama sekali." Lanjut Perempuan bayarannya Roni, merasa bosan mendengar protesnya Roni, langsung ngajak Roni gelut panas menikmati kebersamaan didalam kamar.
Bocah yang sering ikut Rita, melihat kelakuan Roni dan perempuan didepannya, merasa jijik melihat Roni yang tidak berubah sama sekali.
__ADS_1
" Huh, mau jebak ka Nia seperti ini, selamanya tidak akan bisa terwujud. laki laki menjijikan seperti ini seharusnya dikerjain habis habisan, apa lagi dalam kondisi polos seperti ini keduanya, pasti seru jadi tontonan. hahaha" Ucap bocah dengan ketawa keras membayangkan ekspresi ketakutan Roni saat tahu ada yang usil dan langsung keluar dari kamar dalam kondisi polos.
Bocah cuman bisa melihat tanpa bisa kerjain Roni, walaupun menjijikan tapi bocah tengil berusaha santai melihat kelakuan Roni. bersyukur Nia tidak mudah dibujuk melakukan hal menjijikan seperti ini.