
Purnomo masih merasa gemetaran setelah mendapat kan pijatan menjijikan dari karyawan salon tadi, Purnomo menatap Nia penuh amarah, Nia dengan santainya bayar biaya salon Nia dan Purnomo.
" Sudah selesai Susan? sepertinya sudah baikan sekarang?" Tanya Nia berusaha menahan ketawa, Nia mendapatkan laporan dari bocah kecil bagaimana Purnomo menolak service yang diberikan karyawan salon.
" Sudah Rita, kita pulang yuk" Ucap Purnomo berusaha santai, sejujurnya sangat marah jika ingat tadi bagaimana karyawan salon memperlakukan Purnomo tadi.
" Iyah hayo, saya juga mau pulang, terimakasih yah sudah membayarkan biaya salon saya hari ini." Ucap Nia yang tidak ingin membuat Purnomo marah
" Kasihan sekali, pisang goreng nya hahaha" Ledek Bocah kecil, melihat langsung bagaimana reaksi Purnomo tadi saat dua karyawan salon melihat pisang gorengnya membuat Purnomo mulai marah.
" Setelah ini Nia pasti kerja sendirian lagi, memangnya enak, nyamar jadi bencong eh ketemu bencong beneran justru ngamuk dan gemetaran seperti itu hahaha." Ledek Rita ketawa puas, karena Nia berhasil kerjain bencong jadi jadian seperti tadi.
__ADS_1
Nia dan Purnomo langsung jalan keluar salon, Nia tidak ingin diantar Purnomo ke rumah nya lebih memilih naik taxi online dari pada dianterin cewek jadi jadian.
" Yah terserah kamu saja Shay, jika tidak ingin diantar saya. ya sudah Shay sampai ketemu besok yah." Ucap Purnomo langsung masuk kedalam mobil, meninggal kan Nia begitu saja, Purnomo sama sekali tidak basa basi dulu.
" Yah ngambek dia hahahaha" Ledek Nia merasa puas, karena berhasil kerjain balik Purnomo.
" Yah wajar lah Nia, pisang ketemu pisang kan. hahaha" Ledek Rita merasa puas, karena berhasil kerjain orang suruhannya Roni.
" Saya menyerah, saya tidak sudi lagi melanjutkan penyamaran ini, gila pacar kamu itu maksa sekali." Bentak Purnomo penuh amarah, Purnomo laki laki tulen harus menerima dikerjain para bencong tidak jelas.
" Maaf bro, mana saya tahu salon langganannya Rita disana bro, hayo lah jangan menyerah bro." Bujuk Roni yang tidak ingin karyawannya menyerah begitu saja.
__ADS_1
" Enak saja, lebih baik saya jadi pengangguran dari pada menerima pekerjaan seperti ini, bener bener menjijikan sekali bro, saya laki laki tulen dikerjain seperti tadi itu sih parah sekali." Protes Purnomo menatap Roni penuh amarah.
" Yah sudah kembali jadi satpam kalo begitu" Lanjut Roni dengan pasrah, dari pada kehilangan satpam
" Nah itu lebih pantas untuk saya, saya laki laki tulen pak, kalo mau cari bencong beneran pak." Lanjut Purnomo merasa lega, tidak melanjutkan penyamaran dan tidak kehilangan pekerjaannya sebagai satpamnya Roni di rumahnya.
Roni walaupun kesal karena di hajar oleh Purnomo, tapi tidak membuat Roni membalasnya karena apa yang diinginkan Roni memang keperluan.
Dilain sisi, Rita melihat kedua orang tuanya didalam kamarnya, Rita setelah seharian bersama Nia membuat Rita merasa waktunya kurang untuk ketemu orang tuanya.
" Emak dan bapak maaf kan Rita yang tidak bisa melanjutkan impian emak dan bapak, apa lagi badannya Rita sebentar lagi waktunya akan dikebumikan, karena sebentar lagi balas dendam Rita berakhir." Ucap Rita sedih, Rita bener bener tidak menyangka waktunya sebentar lagi berakhir.
__ADS_1
Rita dari pada semakin sedih lebih memilih keluar dari kamar kedua orang tuanya, kembali ke kamarnya untuk ketemu Nia.