Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Ada apa sih Rita, ini kan masih malam?


__ADS_3

Bocah dan Rita melihat Roni siram bensin dihalaman rumahnya Rita, membuat Rita sangat marah melihat apa yang dilakukan Roni.


" Saya akan ganggu orang itu, supaya tidak jadi membakar rumah ini, enak sekali dia menyiram bensin seperti itu." Ucap bocah dengan kesal, melihat kelakuan Roni


" Tolong yah, enak sekali dia punya niat jahat seperti itu, ke saya." Ucap Rita kesal, Rita tidak habis fikir apa yang direncanakan oleh Roni


" Bagus rumah ini sudah basah dengan bensin, waktunya membakar rumah ini." Ucap Roni, Roni sudah siap siap, untuk mengambil korek yang dikantongnya.


Bocah yang biasa iikuti Rita dengan cepat langsung ambil korek yang dibawa Roni, membiarkan Roni bingung karena korek yang dibawanya tidak ada dikantongnya, Tidak akan membiarkan Roni berhasil melakukan kejahatannya.


Dilain sisi, Rita berusaha membangun kan Nia yang sudah tidur nyenyak, Rita tidak akan membiarkan rumahnya rata dengan tanah.


" Nia, bangun dong, didepan ada Roni, mau membakar rumah ini." Ucap Rita panik, berusaha membangun kan Nia.


" Ada apa sih Rita, ini kan masih malam?" Tanya Nia, yang masih malas bangun karena masih ngantuk.

__ADS_1


" Didepan ada Roni, berusaha membakar rumah ini, kamu bangun dong gagalkan apa yang dilakukan Roni." Lanjut Rita dengan panik, Nia tidak ingin kedua orang tuanya bernasip sama sepertinya, meninggalkan dunia ini dengan sia sia


" Apa? kamu serius Rita? Asaga jahat sekali, apa yang dia fikirkan sih?" Tanya Nia kaget, mendengar ucapannya Rita, dan langsung ambil jakaet sebelum keluar dari kamar.


" Beneran Nia, hayo kita kedepan sekarang, Roni masih dijagain bocah kecil didepan rumah." Lanjut Rita dengan panik


Rita dan Nia langsung kedepan rumah, melihat Roni pegang jerigen, yang sudah kosong, betapa kagetnya Roni saat melihat Nia ada didepan rumah, buru buru membuang jerigen yang dipegangnya.


" Kamu lagi apa didepan rumah malam malam seperti ini? apa yang kamu pegang itu?" Tanya Nia pura pura tidak tahu apa yang dilakukan Roni


" Ih, bau sekali yah disini, seperti bau bensin, perasaan bapak tidak membawa bensin ke rumah ini, kamu bohong yah Roni?" Tanya Nia dengan tegas, Nia melihat jerigen yang dipegang Roni dan langsung merebutnya dari tangan Roni


Roni tidak memjawab ucapan Nia, berusaha lari tapi sayangnya didorong oleh bocah kecil, bocah kecil tidak membiarkan Roni kabur begitu saja, setelah menyiram bensin dirumahnya Rita.


" Mau kabur ke mana kamu?" Tanya Rita, Rita yang kesal akhirnya mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


" Suara siapa itu?" Tanya Roni kaget, suaranya Rita membuat Roni merasa merinding, Roni melihat badannya Rita berdiri jauh darinya


Roni langsung berdiri dan berusaha lari, dan masuk kedalam mobilnya, meninggalkan rumahnya Rika dengan perasaan takut setelah mendengar suaranya Rita yang asli.


Rita dan Nia ketawa puas saat melihat Roni lari dengan katakutan setelah mendengar suaranya Rita yang asli, sedangkan bocah kecil menyiram rumahnya Rita pakai air.


" Memangnya enak ketakutan kan, makannya jadi orang jangan punya niat jahat." Protes Rita kesal, melihat kelakuan Roni yang berusaha membakar rumahnya.


" Syukurlah didepan rumah ada kalian, jadi rumah ini aman dari niat jahatnya Roni." Ucap Nia merasa lega karena, bisa menggagalkan niat jahatnya Roni


" Iyah syukurlah, saya tidak akan membiarkan Roni semakin banyak melakukan kejahatan, apa lagi kejahatan ke orang tua saya." Lanjut Rita masih kesal, dengan apa yang Roni lakukan barusan


" Rumah ini sudah bersih dari bensin, maaf kalo saya tidak mengawasi Roni membuat Roni bisa melakukan kejahatan seperti ini, saya menyesal dengan keteledoran saya." Ucap Bocah kecil, dengan menyesal karena lengah, untungnya niat jahatnya Roni berhasil digagalkan, tidak membuat rumahnya Rita rata dengan tanah


" Iyah tidak masalah, tapi terimakasih karena kamu dan Rita rumah ini aman dari niat jahatnya Roni." Lanjut Nia merasa lega, tidak bisa membayangkan orang tuanya Rita mendapatkan nasip seperti Rita

__ADS_1


Rita memaklumi apa yang dirasakan Nia, Rita juga tidak bisa membayangkan kedua orang tuanya bernasip seperti dirinya, yang meninggalkan dunia ini dengan sia sia.


__ADS_2