Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Kenapa tidak masuk ke dalam salon?


__ADS_3

Nia minta bantuan karyawan yang ada didalam salon, untuk kerjain Purnomo yang masih betah didalam mobil, Rita yang mendengar keinginan Nia berusaha menahan ketawanya, bagaimana tidak menahan ketawa jika bencong disuruh merayu Purnomo untuk masuk kedalam salon.


" Baik deh, saya akan minta dia untuk masuk kedalam salon" Ucap salah satu karyawan salon


" Bagus, nanti kamu saya kasih bedak dan lipstik saya." Ucap Nia yang merasa bersyukur kemarin habis beli bedak dan lipstik belum dipakai sama sekali


" Oke deh, tunggu sebentar saya keluar dulu." Lanjut karyawan salon yang gemagemulay


Karyawan salon langsung ke depan salon, untuk membujuk Purnomo, Purnomo yang lagi asik asiknya merokok tiba tiba kaget karena melihat karyawan salon jalan kearah mobilnya.


" Astaga dia kesini bagaimana nih, kabur Rita pasti curiga, jika masuk kedalam pastinya mereka bakal merayu saya, memangnya saya laki laki apaan yang dirayu oleh pisang goreng menjijikan itu." Protes Purnomo bingung


Purnomo melihat karyawan salon sudah ada didepan mobilnya, semakin bingung harus bagaimana sekarang, semakin tidak bisa berbuat apapun lagi. Selain pasrah turun dari mobil.

__ADS_1


" Kenapa tidak masuk ke dalam salon?" Tanya karyawan salon dengan lembut.


"kepala saya sakit sekali, oleh karena itu saya di mobil saja untuk istirahat. Biar temen saya yang kedalam salon" Ucap Purnomo asal


" Astaga sakit yah, yah sudah kedalam saja, kita pijit sekalian kepalanya setelah selesai baru kita kasih obat dan minuman hangat supaya kepalanya jauh lebih enakan" Ucap karyawan salon dengan manja


" Tidak usah, saya istirahat saja didalam mobil, selama temen saya ada didalam" Lanjut Purnomo berusaha menolak ajakan bencong itu, dari pada badannya merinding dan semakin keringet dingin.


Bencong yang bantuin Nia tidak mendengar penolakannya Purnomo langsung tarik tangannya Purnomo supaya mau masuk kedalam salon. Saat didalam salon Purnomo melihat Nia lagi di pijit membuat Purnomo ingin sekali di pijit oleh Nia.


" Tidak jadi Rita, saya sudah baaikan kok, hayo kita pulang saja kalo begitu, saya mau istirahat di rumah Shay." Ucap Purnomo sama sekali tidak ingin di pijit, masa pisang goreng makan pisang goreng


" Baik baik apanya, tadi bilang tidak enak badan dan sakit kepala. Sekarang bilang sudah baikan, jangan malu seperti itu dengan saya, hayo saya bantu sembuhkan sakit kepalanya." Ucap karyawan salon, langsung paksa Purnomo duduk.

__ADS_1


Rita, Nia, dan bocah kecil. Ketawa puas melihat wajahnya Purnomo yang merasa jijik badannya dipegang oleh bencong, Niat mau modusin Nia tidak jadi justru Purnomo di modusin oleh bencong secara langsung.


Dilain sisi, Roni tepok jidat saat membaca chat dari Purnomo, kalo dia lah yang dikerjakan oleh Nia.


" Kasihan sekali kamu Purnomo ternyata salon langganan Rita tempat para banci hahahaha. Pisang makan pisang Purnomo sekarang. Hahahaha" Ledek Roni ketawa puas, walupun rencana nya gagal, tapi membuat Roni bahagia karena yang dikerjain balik justru Purnomo sekarang, menahan kesel karena bahunya dipegang oleh bencong, untuk dipijit.


Dilain sisi, Purnomo bener bener merasa lemes karena keringat dingin terus menerus, karena ada saja bagian badannya dipijit oleh karwayan salon.


" Pisang goreng' Ucap karyawan salon merasa bahagia, karena melihat burung perkutut dikandangkan.


" Jangan berani pegang, kalo tidak ingin saya hajar kamu" Bentak Purnomo kesel, karena tidak bisa membayangkan jika burung perkututnya diintip oleh bencong itu."


" Jangan pelit pelit lah, cuman lihat dikit saja yah" Bujuk bencong yang ingin melihat burung perkutut.

__ADS_1


" Menjijikan sekali, saya tidak rela di intip oleh kamu, tapi jika di intip perempuan beneran, tidak akan menolaknya." Lanjut Purnomo ketawa puas, membuat karyawan salon ketawa puas karena sudah berhasil.kerjain Purnomo.


__ADS_2