
Rita melihat Nia siap siap berangkat kerja, membuat Rita jadi rindu dulu jam jamnya segini juga sibuk untuk siap siap berangkat ke supermarket.
" Kangen yah masa masa siap siap seperti ini?" Tanya Nia, Nia faham akan kerinduan yang dirasakan Rita.
" Iyah Nia, jam segini saya berusaha semangat untuk kerja, walaupun capek setelah jualan tapi harus ceria demi bantuin orang tua saya biaya hidup kami." Ucap Rita dengan lirih
" Rindu itu wajar, tapi jangan bikin sedih yah karena setiap manusia pasti akan ada batas akhir kehidupannya walaupun berakhir pahit sekalipun." Lanjut Nia sedih, Nia merasa sedih meninggal kan dunia ini dengan rasa sedih, membuat Nia ingin selalu membantu banyak orang.
Rita setuju dengan ucapan Nia, walaupun akhir kehidupan terkadang berakhir dengan pahit, harus diterima dengan ikhlas supaya bisa tenang dialam barunya
Dilain sisi, Roni yang sudah kesal dengan Rita alias Nia, tidak bisa dijebak terus menerus, apa lagi kemarin rencana nya pun gagal lagi.
" Terpaksa Rita harus di pecat, supaya bisa jauh jauh, kalo disini tidak bisa dijebak tidak ada gunanya juga." Ucap Roni membuat surat pemberhentian untuk Rita, Roni sudah bosan membujuk Rita.
Dilain sisi, Nia yang dipanggil oleh Roni merasa penasaran begitu juga dengan Rita, karena tidak ada urusan penting yang harus ke ruangannya Roni.
__ADS_1
" Ada apa panggil saya pak?" Tanya Nia berusaha formal saat melihat Roni didalam ruangannya.
" Hari ini kamu sudah tidak bisa melanjutkan kerja disini lagi, silahkan rapihkan barang barang pribadi kamu, dan ini pesangon terakhir kamu." Ucap Roni dengan sombongnya, Roni bener bener sudah tidak ingin melihat Rita didalam supermarket.
" Kenapa saya dipecat? memangnya saya melakukan kesalahan apa pak? sampai saya di pecat seperti ini?" Tanya Nia heran, karena kemarin Nia tidak melakukan kesalahan apapun saat jam kerja.
" Saya ingin kamu keluar dari supermarket ini sekarang juga, kamu masih saya bolehkan untuk belanja dan mengambil uang di ATM disini. tapi untuk kerja saya tidak akan menerima kamu lagi." Tegas Roni dengan seenaknya, main pecat Nia begitu saja.
" Ini orang memang rese, dia yang salah tapi dia sendiri yang marah. harus dikerjain nih orang." Protes bocah kecil kesel, karena tahu alasan Roni tiba tiba pecat Nia begitu saja.
" Saya juga jadi kesel melihat Roni, seenaknya sekali pecat Nia seperti ini, dia takut dilaporkan yang kemarin dia lakukan, makannya dia pecat Nia seperti ini " Protes Rita kesal, Rita sudah tidak tahan untuk tidak kerjain Roni yang seenaknya.
" Jangan sembarangan kamu Nia, ini keputusan saya untuk pecat kamu, jangan macam macam mengadukan apa yang saya lakukan semalam. kalo kamu tidak ingin menyesal." Tegas Roni mengancam Nia.
" Kalo saya macam macam memangnya kenapa?" Tanya Rita lagi lagi Rita mengeluarkan suaranya didepan Roni, saking keselnya melihat tingkahnya Roni.
__ADS_1
" Suara siapa itu?" Tanya Roni merasa merinding, Roni melihat Nia yang diam merasa aneh.
" Suara tadi apa suara kamu?" Tanya Roni menatap Nia penuh amarah
" Suara apa sih Roni, saya dari tadi diam saja kok. kamu kenapa aneh seperti ini?" Tanya Nia nahan ketawa, melihat wajah ketakutannya Roni.
" Sudah lah lupakan saja, sekarang ambil pesangon itu dan pergi lah dari sini. saya sudah tidak mau melihat wajah kamu disini sebagai karyawan supermarket." Tegas Roni, Roni sudah malas membujuk Nia.
" Jangan mau dipecat, enak saja dia pecat kamu, karena takut dilaporkan apa yang dia lakukan semalam, ancam balik Roni biar tahu rasa." Tegas Rita kesal, Rita tidak terima di pecat bukan karena kesalahannya Nia.
" Saya tidak mau keluar dari sini, kalo kamu paksa saya untuk keluar dan mencoba cari gara gara. saya akan laporkan apa yang kamu lakukan semalam, jiregen kamu sudah saya aman kan. kalo kamu macam macam tahu sendiri akibatnya." Tegas Nia, Nia menolak keinginan Roni untuk berhenti kerja, kalo berhenti kerja rencana balas dendam tentunya bisa gagal.
" Kamu mengancam saya, saya disini punya kuasa." Teriak Roni sambil gebrak meja,.bisa bisanya Nia mengancamnya.
" Iyah saya ancam kamu, disini kamu berkuasa tapi kalo diluar kamu bukan apa apa Roni, ingat cari masalah tahu akibatnya. saya tetep bekerja dan kamu sudah bikin saya terlambat untuk kerja hari ini." Teriak Nia penuh amarah, Nia tidak akan membiarkan Roni seenaknya apa lagi dengan kesalahan yang begitu banyak dilakukan oleh Roni.
__ADS_1
" Sial perempuan ini, berani sekali mengancam saya." Batin Roni kesal, karena tidak menyangka Rita yang dulu lemah lembut tidak pernah marah, sekarang bisa marah dan beraninya mengancam Roni.
Roni membiarkan Nia untuk kerja seperti biasanya, Rita minta bocah kecil untuk lebih awasin Roni karena semakin lama Roni semakin berani menyakiti Nia.