
Rita melihat bocah kecil masuk kedalam kamarnya Nia, membuat Rita merasaaneh karena jam segini Roni belum tidur dan takutnya Roni merencanakan hal jahat lagi untuk Nia yang tidak bisa ditolong sama sekali.
" Kalian tenang saja, disana ada om penghuni rumahnya Roni, jadi dia tetep bisa kita pantau kok." Ucap Bocah kecil, yang menjamin semuanya tetep dalam pantauannya.
" Syukurlah kalo Roni ada dalam pantauan kamu, terus dia sekarang lagi ngapain?" Tanya Rita penasaran
" Lagi stres dia, karena semua rencananya gagal total, apa lagi rencana sekarang kan Roni keluarin uang cukup banyak, dan akhirnya gagal total, yang kalian harus tahu kalo Purnomo juga jadi stres ringan karena balasan yang kita berikan untuk Purnomo, Purnomo jadi trautama jika melihat bencong beneran dijalan." Lanjut Bocah kecil, yang merasa kasihan melihat nasipnya Purnomo sekarang
" Kasihan juga yah dia, karena menerima tugas gila dari Roni, membuat Purnomo jadi seperti itu, bagaimana tidak jika pisang gorengnya dipegang kan." Lanjut Rita yang kasihan tahu nasipnya Purnomo sekarang
__ADS_1
" Tapi tadi sih bencong disana, bilang kalo mereka cuman pegang sebentar, cuman untuk jadi efek jera saja, tidak sampai bersikap yang berlebihan ke Purnomo. mungkin karena sebentar itu saja sudah bikin Purnomo takut ketemu bencong" Ucap Nia, karena Nia sebelum pulang tanya ke karyawan salon, apa saja yang mereka lakukan ke Purnomo
" Seharusnya yang dikasih efek jera bukan Purnomo tapi Roni, yang seenaknya kasih perintah karyawannya jadi bencong kan. enak saja Roni tidak merasakan pisang gorengnya dipegang oleh bencong." Lanjut Rita kesal dan tidak terima, karena otak dibalik niat jahatnya tidak mendapatkan efek jera sama sekali.
" Walaupun tidak dipegang tapi kan Roni sekarang pusing karena niat jahatnya gagal lagi kan" Lanjut Bocah kecil, karena efek jera bisa bermacam caranya.
Nia dan Rita setuju, karena efek jera bisa bermacam macam diterima dan dirasakan.
" Perempuan itu bener bener sial sekali, begitu sulitnya menjebak Rita sih astaga" Ucap Roni sudah setengah sadar, dan bener bener pusing memikirkan bagaimana caranya menjebak Nia, untuk melakukan gulet panas.
__ADS_1
Roni yang pusing, melihat Purnomo masuk keruangannya, membuat Roni melemparkan botol kearah Purnomo untungnya tidak kena kakinya Purnomo.
" Mau apa kamu kesini hah? bikin saya rugi kamu tuh?" Tanya Roni kesal, karena Purnomo tidak bisa menjalan kan pekerjan dengan benar.
" Kalo anda menganggap saya tidak bisa kerja, coba saja anda merasakan sendiri nyamar, dan harus menghadapi bencong beneran. memangnya enak apa" Ucap Purnomo kesal, karena disalahkan karena gagal menjebak Nia
" Halah, terus sekarang kamu mau ngapain kesini, kalo kamu tidak mau melanjutkan penyamaran?" Tanya Roni sudah habis ide untuk menjebak Nia
" Saya mau berhenti kerja, saya tidak ingin mendapatkan pekerjaan dari anda lagi. saya sudah mendapatkan gaji dari pemberian anda kemarin cukup besar, dan saya sekarang mau pulang kekampung sudah tidak mau kerja di kota lagi." Lanjut Purnomo, Purnomo sudah tidak tertarik kerja di kota, karena kerja di kota tidak lah semudah apa yang dibayangkan oleh Purnomo.
__ADS_1
Purnomo melihat Roni merasa kasihan, tapi Purnomo tentunya tidak mau kerja ditempat yang tidak baik, terus menerus dan akan berakibat kan ke dirinya sendiri, sudah cukup mendapatkan pekerjaan jahat seperti kemarin, dan dikerjain balik.