Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Baik lah kamu saya terima kerja


__ADS_3

Roni yang melihat Nia jalan ke meja kassir, langsung nyusul Nia, dan membujuk Nia supaya tidak ngambek lagi, membuat Rita dan Bela senyum kemenangan membuat Roni luluh seperti itu.


" Baik lah kamu, saya terima kerja disini, mulai besok kamu sudah mulai kerja disini yah." Ucap Roni pasrah, dari pada Nia ngambek karena menolak cewek culun untuk kerja.


" Serius pak? terimakasih banyak pak, saya akan bekerja denga baik pak selama disini, terimakasih sudah memberikan saya kesempatan pak." Ucap Bela bahagia, karena rencana untuk kerja berhasil.


" Yey, terimakasih sayang sudah memberikan kesempatan untuk Rere kerja disini, aku bahagia sekali sayang." Ucap Nia pegang tangannya Roni, membuat Roni merasa bahagia karena Nia mau pegang tangannya.


" Untung lah, tadi Nia pura pura ngambek, dengan begini kan rencana kita semakin berjalan dengan lancar." Ucap Rita merasa lega, karena Bela jadi kerja di supermarket.


Nia dan Bela yang denger suaranya Rita berusaha santai, untuk tidak menjawabnya. Nia dan Bela merasa bahagia karena semakin bisa tolongin Rita untuk balas dendam.

__ADS_1


Roni kembali ke ruangannya saat pembeli, mau membayar belanjaannya di meja kasir. membuat Nia kembali fokus bekerja sedangkan Bela lihatin Nia kerja supaya besok bisa kerja dengan baik.


" Saya lihatin Roni yah Kaka Kaka" Ucap Bocah kecil langsung pergi, untuk nyusul Roni ke ruangannya dan melihat apa saja yang dilakukan Roni.


Dilain sisi, Roni minta anak buahnya untuk dicarikan orang pinter, Roni bener bener merasa keganggu dengan suara suara aneh yang beberapa hari ini mulai gangguin Roni.


" Secepatnya harus ketemu, jika benar ada yang ganggu saya, saya akan memberikan bonus untuk kalian, jika bohong saya Hajar dan tidak akan memberikan. uang untuk kalian." Tegas Roni yang tidak ingin dibohongi oleh anak buahnya.


" Tenang saja bos, kita akan panggil ahlinya secepat mungkin." Ucap bodyguard nya Roni, diseberang telefon, berusaha mencari orang yang dibutuhkan Roni


" Wah beneran dia mau pakai orang pinter, tidak takut boroknya kebongkar." Ucap Bocah kecil, yang mulai bimbang, bocah kecil masih betah kerjain Roni tapi waktu Rita dan Nia sebentar lagi berakhir. otomatis bocah kecil pun berakhir kerjain Roni lagi

__ADS_1


Dilain sisi, Bela dan Nia makan bekal yang sengaja Nia selalu bawa ke supermarket, karena kadang Rita ngajak ngobrol.


" Maaf yah Rita membuat kamu cuman bisa lihatin kita makan." Ucap Bela merasa tidak enak melihat Rita, yang cuman bisa diam saja.


" Santai saja Bela, lagian sudah meninggal seperti ini yang bisa di lakukan cuman bisa lihatin manusia makan, dan kerjain manusia saja kan." Ucap Rita berusaha santai, Rita sejujurnya rindu akan kehidupan nya tapi Rita sadar setiap manusia akan mengalami akhir kehidupannya. membuat Rita harus menerima takdirnya.


" Oh yah, tadi Roni pegang pegang kamu tidak?" Tanya Nia sengaja mengalihkan pembicaraan supaya Rita tidak sedih.


" Iyah pegang tangan, ngajak gulet panas lebih cocok dari pada kerja disini. bener bener sudah gila dia." Lanjut Bela kesal, jika ingat bagaimana modusnya Roni tadi.


" Memangnya perempuan cuman diajak begituan saja apa, lagian hobi sekali kebebasan dari pada yang halal." Protes Rita kesel, karena Roni sama sekali tidak berubah

__ADS_1


" Yah namanya juga laki laki yah, tapi jika laki laki bisa menahan keinginannya otomatis menghargai perempuan sih, tidak akan modus atau pun maksa untuk melakukan itu." Lanjut Bela yang memaklumi kebiasaan buruk laki laki, tapi bagi Bela laki laki yang baik bisa menjaga keinginannya demi menghargai perempuan.


Rita dan Nia setuju dengan pendapat Bela, Nia dan Rita korban keinginan Roni walaupun selalu gagal untuk melakukannya


__ADS_2