Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Saya harus tanya, soal kebakaran yang mengakibatkan satu keluarga meninggal


__ADS_3

Bela senyum bahagia akhirnya pencarian akhir akhir ini ditemukan di ruang kerjanya Roni, Rita tidak menyangka jika Roni sejahat itu.


" Ternyata Roni seorang lintenir yang kejam, tega sekali membakar rumah orang beserta penghuninya juga. astaga bener bener dia." Ucap Bela tidak menyangka orang yang dulu di cintanya sekejam itu.


" Yah seperti itu lah, pengakuan dari anak buahnya yang berhasil kita aman kan, cuman bosnya saja yang kita tidak tahu wajahnya seperti apa. dan baru kita ketahui baru baru ini, soalnya dari pengakuan anak buahnya Roni ini hobi sekali menyamar." Ucap Bela, langsung masukin kertas kertas yang ditemukannya


" Terus sekarang bagaimana?" Tanya Rita yang jadi korban keegoisan Roni tentunya, semakin tidak terima jika Roni hidup dengan tenang seperti ini.


" Kita akan fikirkan dimana tempat yang enak untuk ungkapin semuanya, supaya kamu juga semakin tenang meninggal kan dunia ini kan." Lanjut Bela yang merasa tidak tega melihat, Rita meninggal dengan sia sia seperti ini.


Rita setuju, dan membiarkan Bela merapih kan surat surat yang dibutuhkan Bela, setelah selesai Bela langsung ajak Rita untuk keluar dari ruang kerjanya Roni.

__ADS_1


Dilain sisi, Roni menghajar habis habisan anak buahnya, karena dianggap sudah menipu Roni, padahal Roni minta orang pinter beneran bukan yang sekedar konsultasi tanpa solusi.


" Beneran pak, dia orang pintar, karena sudah beberapa kali orang orang minta bantuan ke dia, jika rumahnya ada makhluk halus pak." Ucap karyawannya Roni menahan sakit, karena perutnya di tonjok oleh Roni


" Buktinya apa hah, tadi dia usir saya begitu saja, setelah saya curhat. kerja yang bener jangan seperti ini, saya tidak mau tahu kalian harus cari orang yang bener yah, jangan salah lagi mengerti kalian!." Bentak Roni kesal sekali, karena buang waktu sia sia.


Bocah kecil, dengan sengaja menampakan wujudnya sebentar, dan menghilang lagi. membuat anak buahnya Roni ketakutan yang melihatnya.


" Ada tuyul pak, ada tuyul di dekat meja itu pak' Ucap beberapa anak buahnya Roni, dengan kompaknya nunjuk meja yang dimaksud mereka.


" Mana ada sih." Protes Roni kesel, Roni sudah melihat meja yang di tunjuk anak buahnya.

__ADS_1


" Kita beneran pak, apa jangan jangan anak kecil yang rumahnya kita bakar itu pak'?" Tanya anak buahnya Roni semakin ketakutan


" Bodoh, tidak mungkin lah, pelakunya kan sudah diaman kan, masa kita yang di ganggu." Lanjut Roni yang sebenarnya merasa takut yang sama


" Apa, mereka pernah membakar rumah? apa mereka yang melakukannya yah, yang membakar rumah saya waktu itu?" Tanya bocah kecil yang ikut penasaran, karena bocah kecil baru meninggal dunia beberapa bulan ini dalam kebakaran di rumahnya, bocah kecil, orang tuanya, dan Kaka nya meninggal dunia karena kebakaran.


" Tapi otak dari kesalahan itu kan anda pak, karena pemilik rumah itu, tidak bisa bayar hutang ke anda kan?." Tanya karyawannya Roni, yang masih ingat akan musibah itu.


" Suruh siapa, punya hutang banyak, tapi tidak mau bayar hutang, dan anaknya tidak mau jadi jaminannya." Lanjut Roni yang merasa rugi ratusan juta, tapi pemilik rumah tidak mampu bayar hutang sama sekali.


" Saya harus tanya, soal kebakaran yang mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia ke Bela nanti." Lanjut Bocah kecil yang jadi penasaran, dengan obrolan Roni dan karyawan tadi.

__ADS_1


Roni yang kesel dan bingung memilih untuk pulang, dari pada semakin pusing melihat anak buahnya yang tidak bisa kerja sama sekali. Bocah kecil semakin penasaran sama apa yang didengarnya tadi, bocah kecil merasa bersyukur selalu ikutin Roni dan berharap dugaannya bener, jika Roni lah otak dibalik musibah yang menimpa keluarganya.


__ADS_2