
Roni memutus kan untuk kembali ke supermarket dari pada pulang ke rumahnya, semakin pusing karena tidak ada siapapun yang bisa diajak ngobrol.
" Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini sih, susahnya meluluhkan hatinya Rita, susahnya menggoda Rere, dan gangguan hantu tidak jelas. astaga kenapa bikin pusing sih."Protes Roni kesel.
" Pusing sendiri dan salah sendiri bikin kesalahan ke orang lain, sebenarnya kejahatan Roni apa saja yah? jadi penasaran dan tidak sabar ketemu ka Bela untuk tanya langsung." Tanya Bocah kecil penasaran
Mobil yang dikendarai Roni terus melaju dengan kecepatan sedang, Roni berusaha tidak melamun selama di perjalanan dan dengarkan musik melalui handphone nya.
Dilain sisi, Bela atur strategis untuk menjebak Roni dan membuat Nia setuju dengan rencana nya Bela
" Yah sudah nanti saya ajak Roni kesana, Rita muncul jika Roni berbuat macam macam, dan setelah itu kamu yah beserta temen temen kamu baru muncul bagaimana?" Tanya Nia yang setuju jebak Roni, ditempat Rita kecelakaan.
" Strategis yang bagus, supaya tidak terlalu lama Roni nama aslinya Raka itu bebas seperti ini. lagian kan waktu kalian sudah beberapa hari lagi kan, jadi semuanya harus diungkap sesuai rencana kalian." Ucap Bela yang setuju dengan rencana nya Nia.
__ADS_1
" Yah boleh saja sih, saya semakin kesel dengan Roni, dia hidup enak sedangkan saya seperti ini selamanya." Ucap Rita yang tidak sabar menunggu waktu dimana Roni semakin ketakutan dan mengakui kesalahannya.
Bela melihat Roni masuk kedalam supermarket membuat Bela langsung ganti topik pembicaraan bersama Nia.
" Saya faham Rita, insya Allah besok saya bisa bekerja dengan baik, terimakasih lalu sudah ajarin saya selama disini Rita." Ucap Bela sengaja, saat Roni membuka pintu supermarket.
" Iyah Rere, saya tidak sabar menunggu hari esok kamu kerja disini, dan kamu hebat mau sabar dengerin penjelasan dari saya." Ucap Nia yang mengerti, arah pembicaraan Bela yang mendadak.
" Bagus sayang, kamu training dia, supaya Rere besok bisa bekerja dengan baik, jangan melakukan kesalahan yah, karena kan kamu baru kerja dan sudah jauh jauh dari Bogor, jangan sampai di pecat karena melakukan kesalahan selama di sini." Ucap Roni melihat Nia dan Rere.
" Yah sudah saya ke ruangan saya dulu yah." Lanjut Roni langsung jalan meninggal kan Nia dan Bela di meja kasir.
" Iyah sayang, semangat bekerja yah sayang." Lanjut Nia sengaja, Nia merasa geli selalu bilang sayang ke Roni.
__ADS_1
" Saya mau lihat Roni dulu, bocah kecil kamu disini saja yah." Ucap Rita yang penasaran apa saja yang dilakukan Roni tadi.
" Beres ka" Lanjut Bocah kecil
Bocah kecil langsung tanya Bela apa saja kejahatan yang Roni lakukan, membuat Bela ceritain semuanya, betapa kagetnya Roni adalah biang dari musibah yang dialami keluarganya.
" Jadi seperti itu, saya dan tim berusaha cari bos pelaku pembakaran rumah itu, cuman kita tidak tahu wajahnya cuman dikasih tahu nama asli dan nama samaran saja." Ucap Bela terus terang.
" Memangnya kenapa kamu tanya soal itu?" Tanya Nia melihat bocah kecil
" Saya dan keluarga saya meninggal dunia karena kebakaran, dan kita sama sekali tidak tahu siapa yang bakar rumah kita, dan saya bersyukur ikutin ka Nia dan ka Rita, jika benar Roni adalah pelaku utamanya saya akan membalas kan dendam kematian saya dan keluarga saya, sama seperti yang dia lakukan." Ucap Bocah kecil penuh amarah, tidak ikhlas jika dirinya meninggal dunia karena disengaja.
" Jangan bocah kecil, biar dia mendapatkan balasan yang seimbang, jangan kita yang campur tangan, kita cukup bertindak yang sewajarnya saja." Ucap Nia yang melarang bocah kecil ikut balas dendam
__ADS_1
" Benar kata Nia, kita sudah punya rencana untuk jebak Roni kok, kamu tinggal ikutin saja rencana kita. kasih tahu kebenaran tapi jangan membuat Roni kecalakaan juga." Lanjut Bela tidak menyangka bocah yang selama beberapa hari ini ikutin nya adalah korban kesalahannya Roni.
" Baik saya nurut saja" Lanjut bocah kecil tidak ingin membantah, karena bocah kecil yakin jika rencana Bela dan Nia rencana yang lebih baik dari pada dirinya