Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Astaga, dia suruh orang untuk copet dompetnya Nia


__ADS_3

Bocah kecil langsung ke rumahnya Rita kasih tahu rencana jahatnya Roni selanjutnya, Bocah kecil yang melihat Rita berdiri didepan pintu rumah langsung kasih tahu rencananya Roni.


" Astaga, dia suruh orang untuk copet dompetnya Nia. gila yah tuh cowok ada saja niatnya untuk celakai Nia." Protes Rita kesal, ada saja keinginan Roni untuk mencelakai Nia.


" Bener ka, dia sudah suruh orang buat besok, sudah yah saya harus secepatnya kembali ke rumahnya Roni supaya semakin tahu apa lagi selanjutnya rencana Roni." Ucap Bocah kecil, yang rela jauh jauh ke rumahnya Rita untuk kasih tahu rencananya Roni besok.


Terimakasih sudah jauh jauh ke sini untuk kasih tahu saya, jangan pernah cape untuk awasi Roni terus." Lanjut Rita, Rita merasa bersyukur karena ada bocah kecil yang selalu mengawasi Roni.


Bocah kecil langsung pergi dari rumahnya Rita, bocah kecil tidak merasa keberatan untuk membantu Rita dan Nia.


Dilain sisi, Roni memberikan foto dan plat motornya Nia, karena rencananya besok malam setelah pulang kerja seolah Nia dicopet dan sampai jatuh dari motor.


" Saya tidak ingin mendapatkan laporan gagal yah, saya ingin Rita apes besok pulang kerja" Tegas Roni, Roni tidak ingin kali ini gagal mencelakai Rita.

__ADS_1


" Siap bos, bayarannya mahal, membuat kita semakin semangat besok menjalan kan perintah bos." Ucap preman bayarannya Roni.


" Bagus, yah sudah kalian boleh pergi sekarang, ingat besok harus berhasil" Tegas Roni tidak ingin gagal kali ini.


" Beres bos" Lanjut preman optimis, karena tidak pernah gagal untuk copet tas targetnya.


Roni tidak sabar mendengar cerita Nia karena dicopet setelah pulang kerja. Roni tidak masalah bayar mahal untuk mencelakai Rita.


**************&&&&&&&&&&********&&&&&&&&


" Baik lah, saya tidak akan bawa uang dan handphone. biar Roni bahagia dan mengira kalo rencananya berhasil." Ucap Nia, Nia bener bener semakin kesal dengan Roni yang tidak ada lelahnya menjebaknya


" Boleh juga, biar seneng diawal dulu dia, untungnya ada bocah kecil jadi kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan." Ucap Rita yang semakin geram dengan Roni

__ADS_1


" Saya bawa bekal kalo begitu supaya tidak beli makan." Lanjut Nia, Nia langsung keluarin isi dompet dan handphone nya disimpan di tempat yang aman membuat Rita merasa lega karena Nia langsung masukin isi dompet dan handphone nya ditempat yang aman.


Dilain sisi, Roni merasa merinding didalam kamar, pertama kalinya Roni merasa seperti ini. Roni berusaha melanjutkan siap siap berangkat kerja.


" Astaga, kenapa seperti ini terus sih." Batin Roni merasa tidak nyaman.


" Memangnya enak, jadi manusia jahat terus sih didiemin tidak nyerah juga." Ucap Bocah kecil kesal melihat Roni.


Bocah kecil semakin semangat kerjain Roni, yang menahan rasa takutnya.


Dilain sisi, Rita naik motor dibonceng Nia menuju supermarket, saat tiba di depan supermarket Rita berusaha santai ketemu dengan Roni yang turun dari mobil.


"Pagi sayang, aku seneng sekali turun dari mobil sudah disambut oleh pacar sendiri." Ucap Roni, Roni jalan menghampiri Nia

__ADS_1


" Pagi juga sayang, semangat kerja hari ini yah." Ucap Nia berusaha santai


" Ih, depan baik tapi dibelakang jahat, bikin gemes saya melihatnya." Protes Rita kesal, bisa bisanya Roni bersikap manis dan seolah tidak merencanakan apapun, membuat Rita ingin sekali kerjain Roni, tapi dilarang oleh Nia.


__ADS_2