
Rita dengan santai dan setianya menunggu Nia makan, makanan manusia di Monas, Rita melihat beberapa anak manusia yang lagi duduk dengan wajah sedih.
" Kasih mereka makan, anak anak yang lagi duduk di pojokan gerbang." Ucap Rita, Rita nunjuk anak yang di maksud Rita.
"Mang beli lima mangkok bakso yah, tolong kasih kan ke anak anak yang lagi duduk di gerbang itu." Ucap Nia, Nia faham apa yang dimaksud Rita. Nia tidak berani menjawab ucapannya Rita jika banyak manusia disekitar Nia.
" Baik neng" Ucap Mamang bakso, langsung bungkus lima bakso untuk anak anak yang dimaksud Nia.
Senyum bahagia karena Rita masih ada jiwa sosialnya, walaupun sudah tiada tapi masih mempedulikan manusia yang lagi menahan laparnya.
" Ini mang uangnya, kembalian buat Mamang saja." Lanjut Nia, memberikan uang selembaran warna biru dan langsung pergi diikuti oleh Rita.
Rita langsung naik motor duduk dibelakangnya Nia, Rita merasa lega dan bahagia karena Nia selalu turutin apapun yang diinginkan Rita.
__ADS_1
Dilain sisi, Roni nampak kesel sekali, karena rencana mencopet Nia gagal, padahal tempat yang dipakai sangat sepi dan tidak ada siapapun.
" Apa Rita tidak pernah bawa uang bos?" Tanya orang suruhannya Roni
" Setahu saya selalu bawa kok, apa lagi kalo bensin tiba tiba habis kan. besok coba lagi copet Rita dan pastikan sampai Rita jatuh dari motor yah, biar tahu rasa dia." Ucap Roni, Roni masih penasaran, dan niat untuk mencelakai Nia selalu ada.
" Gila manusia ini, tidak ada kapoknya sama sekali, masih saja celakai orang sebaik ka Rita." Protes bocah kecil, semakin kesel melihat Roni.
Dilain sisi, ibu nya Rita melihat Rita semakin berbeda dengan Rita yang dulu, dari penampilan maupun dari sikapnya Rita.
" Emak, kenapa melihat Rita seperti itu?" Tanya Nia penasaran, mendapatkan tatapan tidak biasanya dari emak nya.
" Sekarang Rita sudah bisa makeup yah, penampilan juga semakin cantik. emak bahagia sekali melihatnya. oh yah kapan kamu dan Roni meresmikan hubungan kalian kejenjang selanjutnya?" Tanya Emaknya Rita berharap anaknya punya suami secepatnya.
__ADS_1
" Rita dan Roni sudah putus lama emak, dan kita sudah banyak tidak ada kecocokan lagi." Ucap Rita bohong, bagaimana bisa Rita nikah bersama Roni, kalo kenyataan Rita sekarang adalah arwah gentangan.
" Astaga, emak kira masih pacaran, yah semoga Rita bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Roni." Lanjut Emak nya Rita, walaupun sedih anaknya tidak jadi melanjutkan hubungannya bersama manajer di supermarket nya.
" Rita yakin kok suatu saat pasti akan mendapatkan laki laki lebih baik dari Roni, sudah emak jangan bahas Roni terus ya." Lanjut Rita, yang tidak mau bahas Roni terus menerus.
Nia melihat Rita nunduk merasa tidak tega, setelah mendengar ucapan emak nya tadi, yang berharap Rita mendapatkan pendamping hidup selain Roni.
Nia sengaja ke kamarnya, untuk bisa ngobrol bersama Rita lebih santai, Rita bersyukur kalo putus dari Roni.
" Yah sudah kamu putusin Roni saja besok, biar kamu tidak di ganggu terus oleh Roni." Ucap Rita, Rita menginginkan lepas dari gangguannya Roni sama sekali.
" Kalo putus, terus balas dendamnya bagaimana? apa berakhir begitu saja? tanpa Roni mendapatkan balasan yang seharusnya?" Tanya Nia tidak yakin harus putus sekarang, akan sia sia semuanya
__ADS_1