
Nia ngajak Roni untuk pulang bareng, membuat Bela yang mendambakan nya langsung minta temen temennya untuk siap siap di tempat yang sudah direncanakan
" Yang bener sayang, memangnya tidak masalah kamu pulang tidak bareng Rere?" Tanya Roni melihat Bela yang sibuk dengan handphone nya.
" Tidak masalah sayang, soalnya Rere mau ke tempat temennya katanya." Ucap Nia sambil siap siap pulang
" Iyah bener, saya ada urusan setelah ini, jadi tidak masalah tidak bareng Rita juga." Ucap Bela yang sengaja tidak melarang Nia bareng Roni
" Ka Nia, nanti ikutin jalan yang saya minta yah, saya mau lihat ekspresinya Roni, jika dia ketakutan berarti dia yang melakukan pembakaran dulu." Ucap bocah kecil, yang ingin memanfaat momen untuk menjebak Roni
" Iyah Bela, yah sudah kita duluan yah." Lanjut Nia melihat Bocah kecil
" Bela saya ikutin mereka yah" Ucap Rita yang ingin melihat langsung Roni ketakutan saat kebenaran terungkap
Roni berusaha gandeng tangannya Nia, membuat Nia terpaksa mau digandeng oleh Roni karena rencana hari ini akan menjadi hari pembalasan untuk Roni karena dia Rita meninggal dunia dan bocah kecil rumahnya di bakar.
Bela langsung berangkat ke kantor nya, dan siap siap sampai duluan sebelum Roni, Rita, dan Nia. yang sampai duluan ditempat yang sudah dijanjikan
Dilain sisi, Betapa kagetnya Roni saat Nia minta berhenti didepan supermaket, membuat Roni merasa merinding melihat tanah kosong yang ada didepan supermaket
" Sayang, kamu kenapa? kok gemetaran seperti ini?" Tanya Nia sengaja, Nia pegang tangannya Roni
" Kamu memangnya mau beli apa sayang?" Tanya Roni gemetaran
" Iyah sayang, mau beli cemilan disitu, hayo turun sayang." Lanjut Nia sengaja ngajak Roni, supaya rencananya semakin berakhir.
" Aku disini saja sayang, aku tidak enak badan." Lanjut Roni berusaha menolak keinginan Nia
" Kok begitu sih sayang, apa kamu sudah tidak sayang aku lagi? buat temani belanja saja tidak mau?" Tanya Nia pura pura ngambek.
" Terus ka paksa dia, sial orang ini jahat sekali dengan keluar saya, walaupun bapak saya salah karena tidak mau bayar hutang bukan berarti harus di bakar hidup hidup" Ucap bocah kecil, semakin marah melihat ekspresi nya Roni
Roni dengan terpaksa ikut turun dari pada Nia ngambek, Roni bener bener merasa ketakutan. tanpa diduga orang tua dan Kaka bocah kecil, menampakan wujudnya didepan Roni.
" Kamu, kamu sudah meninggal dunia ngapain disini?" Tanya Roni pelan, takut Nia mendengarnya
" Kamu kenapa membakar rumah saya, kamu tahu di rumah ada penghuninya kan?" Tanya bapak nya bocah kecil penuh amarah.
__ADS_1
" Terus pak, terus ajak ngobrol dia." Ucap Rita yang melihat sekelilingnya sudah ada temen temennya Beby.
" Bukan saya yang membakar rumah kamu, dan saya tidak tahu apa apa." Lanjut Roni panik, Roni langsung masuk kedalam mobil.
" Biarin dia pergi, kita masih membutuhkan dia ke satu tempat terakhir." Lanjut Rita yang membiarkan Roni ngajak Nia pergi.
" Kita ikutin dia saja, kita akan membuat dia menyesal sudah membunuh kita." Ucap bocah kecil, yang akhirnya kasih tahu kedatangannya ke rumah nya ngajak Roni dan sekarang Roni diajak ke tempat dimana Rita meninggal dunia
" Baik lah, kita akan ikutin manusia itu, kita tidak akan membiarkan dia hidup tenang terus menerus" Ucap ibu nya bocah kecil
Keluarga bocah kecil, akhirnya ikutin mobilnya Roni, membiarkan sekarang giliran Rita yang menjalankan rencananya
Dilain sisi, Roni semakin ketakutan karena melihat keluarga yang dibunuhnya, menampakan diri didepan Roni, Nia pura pura tidak tahu sebenarnya apa yang dirasakan Roni sekarang
" Sayang, kenapa kamu gemetaran seperti ketakutan seperti itu?" Tanya Nia pegang tangannya Roni, kali ini tangannya Nia terasa dingin.
" Tidak ada apa apa sayang, kenapa tangan kamu mendadak dingin seperti ini sayang?" Tanya Roni merasa merinding.
" Tidak dingin sayang, aku cuman panik saja melihat kamu seperti ini sayang " Lanjut Nia sengaja
" Awas" Teriak Nia tiba tiba, karena berhenti pas ditempat Rita kecelakaan
Roni yang mendengar teriakan Nia, langsung kaget dan memberhentikan mobilnya. Nia langsung keluar dari mobilnya Roni dan mulai dramanya.
" Sayang, kenapa?" Tanya Roni panik karena tiba tiba Nia teriak dan keluar dari mobil.
" Tadi aku melihat ada orang yang ketabrak sayang" Ucap Nia pura pura ketakutan
" Aku tidak lihat siapapun disini sayang" Lanjut Roni berusaha meyakinkan Nia
Roni melihat sekelilingnya, Roni baru ingat tempat yang sekarang Roni kunjungi adalah tempat dimana Rita kecelakaan. membuat Roni tiba tiba jadi merinding
" Sayang, hayo kita melanjutkan perjalanan pulang, tidak ada siapapun disini." Lanjut Roni tiba tiba merasa sekelilingnya semakin menyeramkan
" Mau pulang kemana sih sayang? sudah disini saja menyaksikan reka ulang kamu dengan sengaja bikin aku kecelakaan." Ucap Rita yang akhirnya menampakan wujudnya
" Loh ada dua?" Tanya Roni ketakutan, Roni melihat Nia yang berdiri disampingnya senyum melihat Roni yang ketakutan.
__ADS_1
Nia keluar dari badannya Rita, membiarkan badannya Rita jatuh begitu saja ke tanah, membuat Roni mundur satu langkah, saat Roni mau buka mobilnya di larang oleh ayah nya bocah kecil.
" Mau kemana kamu?" Tanya ayah bocah kecil penuh amarah melihat Roni yang semakin ketakutan.
" Sebenarnya ada apa selama ini? yang akhir akhir ini temani saya siapa?" Tanya Roni ketakutann, melihat badan dan arwahnya Rita.
Nia menceritaka ketemu dengan Rita, Nia yang selalu membantu orang lain yang baru meninggal dunia dengan tidak wajar, akhirnya memutuskan untuk membantu Rita selama tiga puluh hari
" Kamu di diemin semakin keterlaluan, kita tahu semua rencana jahat kamu untuk jebak saya untuk dipaksa gulet panas. soal bocah kecil ini, memang sering ikut saya pergi dan tidak menyangka dia korban kejahatan kamu juga." Ucap Nia terus terang
" Apa aku salah, menolak baik baik ajakan kamu untuk melakukan panjat pinang dengan bebas? apa aku salah mengingin kan itu saat sudah sah sebagai suami istri? aku bersyukur saat Nia menawarkan bantuan, jadi saya tahu bagaimana busuknya kamu jadi manusia Roni." Ucap Rita penuh amarah, karena tidak dituruti keinginan panjat pinang membuat Nia harus seperti ini
" Maaf kan aku sayang, maaf kan selama ini aku hilaf, biarkan aku pergi dari sini yah." Lanjut Roni ketakutan, tidak menyangka pacar yang selama beberapa hari ini ternyata bukan manusia.
" Enak saja minta maaf, karena kamu masa depan saya hancur, saya yang tidak tahu apa apa harus meninggalkan dunia ini dengan sia sia" Ucap bocah kecil penuh amarah melihat Roni
Roni berusaha kabur, tapi berhasil digagalkan oleh Bela membuat Roni jatuh ke lantai, membuat Roni kaget melihat perempuan culun didepannya ternyata orang yang selama ini di takutin oleh Roni
" Sudah waktunya kamu mempertanggung jawabkan semua kesalahan kamu, selain kematian satu keluarga dan kematian Rita, ada kejahatan kamu yang lain, yang harus kamu terima keadilannya" Ucap Bela yang membuka penyamarannya
" Maaf kan saya" Teriak Roni menahan sakit di kakinya
" Roni biar temen temen saya yang bawa, dan sebagian ikut saya untuk membawa jenazah Rita untuk di bawa ke rumahnya dan di kebumikan dengan layak." Lanjut Bela melihat Nia dan Rita yang berdiri didekat jenazahnya Rita.
" Terimakasih temen temen, karena kalian akhirnya kematian saya terbongkar juga, maaf sudah merepotkan kalian karena harus menunggu selama sebulan ini dan menghadapi segala rencananya Roni yang jahat ke saya"Ucap Rita merasa lega karena akhirnya Rita tidak merasa penasaran siapa yang tabrak Rita, dan sampai Rita meninggal dunia
" Sama sama Rita, saya juga merasa lega dan bahagia, akhirnya rencana balas dendam ini berhasil dengan sempurna. saya akan selalu berusaha menolong siapapun yang membutuhkan bantuan saya." Ucap Nia merasa bahagia karena bisa menyelesaikan misinya dengan sempurna
" Hayo kita bawa jenazah Rita supaya secepatnya di kebumikan dengan layak." Lanjut Bela yang langsung melihat temen temennya yang sudah siap menjalani perintah dari Bela
Bela minta temen temennya untuk membawa jenazah Rita kedalam mobil jenazah yang sudah disiapkan oleh Bela, Rita yang melihat jenazahnya diangkat dan mau di kebumikan langsung ikhlas melihat perjalanan terakhir jasadnya menemani hari harinya Rita untuk balas dendam ke Roni
Roni diangkat pelan pelan oleh temen temennya Bela, untuk masuk kedalam mobil khusus, dan dibawa ke kantor untuk menerima hukuman sesuai kesalahannya Roni.
Nia ikut Rita ke rumahnya Rita untuk melihat proses pemakaman jasadnya Rita dengan layak, Nia tidak tega melihat kedua orang tuanya Rita yang perasaannya hancur terima kenyataan kalo anaknya sudah meninggal dunia sebulan yang lalu. Nia mengerti bagaimana perasaan nya Rita sekarang, sedih,lega, dan bahagia. akhirnya berhasil membalaskan dendam nya.
****************TAMAT****TAMAT**********
__ADS_1