Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Astaga bencong beneran


__ADS_3

Nia setelah puas membuat Purnomo malu saat belanja di mall, sekarang melanjut kan ke salon yang sudah direncanakan oleh Nia.


" Kita akan ajak laki laki ganda itu, supaya kapok terima pekerjaan dari Rudi supaya tidak mau paksa orang lain untuk berpenampilan seperti perempuan." Ucap Rita yang tidak tega melihat laki laki tulen, dipaksa nyamar seperti ini.


" Iyah bener, biar kapok Susan. ya sudah kita keluar yuk supaya bisa ajak dia ke salon bencong beneran." Ucap Nia sengaja ke kamar mandi, supaya bisa ngobrol bersama Rita.


Rita dan bocah kecil langsung keluar dari kamar mandi, ikuti Nia jalan ke parkiran mobil yang sudah ada Purnomo


" Kita sekarang ke salon yah, supaya bisa rileksasi, dan pas pulang bisa tidur dengan nyenyak" Ucap Nia sengaja, Nia langsung masuk kedalam mobil.


" Salon mana yang dia mau yah?" Batin Purnomo penasaran, Purnomo merasa curiga dengan rencana nya Nia karena waktu tadi di mall saja Purnomo dibikin malu oleh Nia.


Selama perjalanan ke salon, Nia sengaja nonton Vidio perkumpulan Bencong bencong, membuat Purnomo yang mendengarnya merasa merinding.

__ADS_1


" Shay kamu suka nonton Vidio itu?" Tanya Purnomo dengan manja


" Iyah Susan, soalnya temen deket saya suka sekali nonton Vidio ini, apa lagi temen saya pernah wawancara salah satu dari mereka.' Ucap Nia bohong, Nia melihat Purnomo yang merinding.


" Perkumpulan dimana. saya baru dengar acara itu?" Tanya Purnomo terus terang, bagaimana tahu ada acara itu jika Purnomo bukan bencong asli.


" Di kota Makassar, padahal sempet viral loh karena yang datang dari seluruh Indonesia. oleh karena itu temen saya wawancara mereka, karena bisa mengadakan acara seperti ini kan." Lanjut Nia senyum licik, saat kasih lihat Vidio yang ditontonnya.


" Oh disana yah, saya tidak pernah ikut acara acara seperti itu sih yah Shay, lebih suka mencari kerja saja." Lanjut Purnomo mulai tidak suka dengan ucapannya Nia


Purnomo melihat salon yang dimaksud Nia, betapa kagetnya Purnomo salon yang dimaksud Nia adalah salon khusus bencong karyawan nya.


" Astaga bencong beneran ini, pasti bakal jijik rileksasi disana haduh." Batin Purnomo panik, sekarang bingung sendiri bagaimana bisa menolak ajakan Nia sedangkan mobilnya sudah sampai di depan salon.

__ADS_1


" Turun yuk, saya sudah tidak sabar mau dipijit disini" Ucap Nia siap siap turun dari mobil


" Rita, saya lain kali saja ke salonnya yah shay, soalnya sudah ngantuk dan tidak enak badan." Ucap Purnomo pura pura ngantuk.


" Bagaimana sih Susan, kita sudah jauh jauh kesini masa tidak jadi sih." Lanjut Nia pura pura sedih, dan turun duluan seolah marah karena Purnomo membatalkan keinginannya ke salon.


" Astaga kenapa jadi seperti ini sih" Batin Purnomo bingung, karena Nia marah tapi Purnomo tidak mungkin nekat masuk kedalam salon, tentunya akan membuat Purnomo merinding.


" Memangnya enak, sekarang panik sendiri kan, memangnya enak kerjain orang lain eh kena batunya sendiri deh." Ledek Rita melihat Purnomo yang panik dan takut keluar dari mobil


" Besok ka Nia pura pura marah saja yah, supaya kapok dan mundur dia." Ucap Bocah kecil yang ingin drama salon berkelanjutan


" Ide yang bagus, yah sudah kamu disini dan saya ikutin Nia yah, supaya tahu apa yang dilakukan Nia." Lanjut Rita, Rita malas melihat bencong jadi jadian lebih baik ketemu Nia didalam salon.

__ADS_1


' Siap komandan" Ledek Bocah kecil terkekeh.


Rita langsung turun dari mobil dan langsung jalan susul Nia yang sudah ada didalam salon.


__ADS_2