Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Jangan seenaknya pegang


__ADS_3

Roni melihat sekelilingnya sepi tanpa ada siapapun di perkebunan strawberry nya, membuat Roni mulai berani mencium Nia, saat Roni mendekati badannya tiba tiba Roni merasa kram.


" Au, kaki aku sakit sekali." Ucap Roni, yang kesulitan majuin kakinya, untuk mendekati Nia.


" Jangan seenaknya pegang pegang' Ucap Rita yang tidak terima Roni mencium badannya.


" Sayang, itu suara kamu?" Tanya Roni yang merasa merinding setiap kali mendengar suara itu


" Iyah sayang, jangan sembarangan pegang pegang, walaupun kita pacaran tetapi tidak sepantasnya kita ciuman sayang." Ucap Nia menahan ketawa, saat melihat wajahnya Roni yang ketakutan.


" Tapi sayang, cuman ciuman saja masa tidak boleh sih sayang, kan tidak kontak fisik sayang." Lanjut Roni memelas, supaya diijinkan mencium Nia


" Yah sudah sini, cuman sebentar saja yah?" Tanya Nia, Nia tahu siapa yang pegang kedua kakinya Roni.

__ADS_1


Roni berusaha jalan mendekati Nia, karena Nia sudah mengijinkan untuk dicium, tapi Roni merasa kedua kaki nya kesulitan untuk digerakan.


" Tolong aku sayang, kaki aku tidak bisa digerakan sayang." Lanjut Roni yang begitu kesulitan menggerakkan kakinya.


" Terus aku harus begaimana sekarang sayang? aku kan bukan dokter? sebentar yah aku ke dalam mobil untuk telefon dokter, oh yah om kamu ada seorang dokter kan? minta tolong saja yah." Lanjut Nia dengan sengaja, Nia mendapatkan kabar kalo om nya Roni paling di takutkan oleh Roni.


" Jangan sayang, pegangin tangan aku saja, supaya aku bisa jalan pelan pelan yah." Lanjut Roni memohon, Roni bener bener tidak tahu apa yang terjadi dengan kedua kaki nya.


Diam diam Bela melihat bagaimana caranya Nia, Rita, dan bocah kecil, kerjain Roni membuat Bela merasa kagum. karena tanpa diminta Nia sudah tahu apa yang harus di lakukan didepan Roni.


" Mereka bener bener hebat kompak sekali, tanpa dibilang sudah tahu apa yang harus dilakukan satu dengan lainnya." Ucap Bela kagum melihat betapa kompaknya Nia, Rita, dan bocah kecil.


Bela langsung pulang mempersiapkan besok kerja di supermarket bulan bintang, dan persiapan kebutuhan lainnya.

__ADS_1


Dilain sisi, Roni tidak merasa sakit sama sekali, padahal tadi kakinya tidak bisa digerakan. Roni melihat Nia tidur pulas didalam mobil, membuat Roni berusaha untuk pegang badannya Nia.


" Kamu semakin menolak kontak fisik, semakin membuat aku penasaran sayang, bagaimana rasanya kontak fisik sayang." Ucap Roni melihat Nia dari ujung kepala sampai ujung kakinya Nia.


" Tidak ada kapoknya nih orang, sudah berkali kali dikerjain, masih saja berjuang untuk merusak badan saya." Protes Nia semakin kesal melihat Roni, yang selalu berjuang untuk melakukan kontak fisik.


" Apa mau dikerjain sekarang ka?" Tanya Bocah kecil, semakin geregetan melihat tingkahnya Roni.


" Jangan dulu, kita kan baru kedatangan Bela, supaya Roni mempertanggung jawabkan kesalahan lainnya ke Bela juga." Lanjut Rita, yang ingin Roni masih hidup dan mempertanggung jawabkan semua kesalahannya.


" Baik lah ka, saya selalu ikut saja apa pun rencana ka Nia dan ka Rita." Lanjut Bocah kecil pasrah, karena bertele tele kerjain Roni.


Bocah kecil berusaha duduk didepannya Roni, supaya bisa kerjain Roni walaupun tidak separah keinginannya. membuat Rita geleng geleng kepalanya melihat bocah kecil nekat duduk didepannya Roni.

__ADS_1


__ADS_2