Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Kita ke salon yuk shay


__ADS_3

Nia melihat karyawan barunya Rudi, membuat Nia penasaran maksud penyamaran ini. Nia berusaha santai bekerjanya tidak terlalu fokus melihat perempuan jadi jadian disampingnya.


" Rita setelah pulang kerja,kita ke salon yuk shay" Ucap perempuan jadi jadian disampingnya.


" Boleh boleh, saya ada tempat salon yang bagus." Ucap Nia sengaja, Nia akan kerjain perempuan jadi jadian


" Boleh deh shay, oh yah nama saya Susan shay, semoga kita bisa akrab selama kerja disini yah shay." Ucap Bencong jadi jadian, sebut nama samarannya Susan


" Ajak Susan ke salon, yang bener bener bencong biar kapok dia. biar merasa jijik rambutnya dipegang bencong benerannya." Ledek Bocah kecil, tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi karyawannya Rudi merasa jijik diajak ke salon bencong beneran.


" Nama yang cantik, seperti orangnya loh, nama saya Rita salam kenal yah, semoga kita bisa akrab yah. kalo butuh apa apa bilang saja." Lanjut Nia, Nia setuju keinginan bocah kecil untuk kerjain Susan.


Nia melihat konsumen, yang akan membayar belanjaannya kembali untuk bekerja, tidak terlalu banyak ngobrol, membayangkan bagaimana jijiknya Susan apa yang akan bisa Nia lakukan.

__ADS_1


Dilain sisi, Rudi senyum bahagia karena rencananya berhasil, karena Nia menunjukan sikap yang ramah didepan perempuan jadi jadian.


" Memang sesama perempuan lebih mudah akrab yah, dari pada rencana lainnya." Ucap Rudi merasa bahagia, karena bodyguardnya bisa akting dengan sempurna.


Rudi kembali masuk ke ruangannya, diam diam Rita ikutin Rudi masuk kedalam ruangannya, Rita merasa gemes melihat Rudi, akhirnya kerjain Rudi membuatnya tidak bisa fokus bekerja.


" Ada angin apa yah? perasaan jendela disini ditutup rapat deh?" Tanya Rudi penasaran, mendadak Rudi merasa merinding karena Rita kerjain Rudi.


Rudi terus menerus melihat gorden nya gerak terus, padahal tidak ada angin sama sekali, Rudi yang merasa merinding lebih memilih keluar dari ruangannya dari pada tidak fokus bekerja.


Dilain sisi, Nia melihat Susan yang tidak nyaman dengan pakaiannya sendiri, dengan sengaja isengin Susan supaya semakin malu dengan penampilannya sendiri.


" Susan kamu kenapa? oh yah baju kamu bagus sekali loh, beli dimana?" Tanya Nia sengaja, Nia melihat Susan menutup kakinya yang penuh dengan bulu kaki.

__ADS_1


" Di mall shay, masih banyak sih di mall, memangnya kamu mau beli juga?" Tanya Susan, Susan nama aslinya Purnomo panik karena Nia ingin diajak belanja baju ditempat yang sama.


" Serius? yah sudah kita ke mall yuk, pas jam istirahat bagaimana? kita beli baju seperti kamu, saya suka modelnya?" Tanya Nia sengaja, Nia semakin semangat kerjain Purnomo, terlihat dari sikapnya tidak tenang karena keinginan Nia.


" Apa hari ini juga? katanya mau ke salon?" Tanya Purnomo sengaja, karena mana mungkin Purnomo berani ke Mall dengan penampilan perempuan seperti ini


" Iyah lah, hayo lah ajak saya ke sana yah nanti sore oke." Lanjut Nia dengan sedikit paksa Purnomo


" Memangnya enak dipaksa oleh ka Nia, ka Nia mau dilawan mana bisa." Puji Bocah kecil, yang salut dengan rencananya Nia.


" Baik lah Rita, kita akan ke mall nanti sore yah." Lanjut Purnomo bingung antara terima keinginan Nia atau menolaknya.


Nia senyum kemenangan melihat wajah paniknya Susan, Nia memang ingin kerjain Purnomo supaya kapok karena terima kerjaan dari Rudi nyamar jadi perempuan

__ADS_1


__ADS_2