Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari

Balas Dendam Dalam Tiga Puluh Hari
Astaga ketemu dia


__ADS_3

Pagi yang cerah, membuat Nia semangat jualan pagi pagi keliling kampung seperti biasanya, Nia melihat sosok yang tidak asing karena Nia pernah ketemu walaupun dalam bentuk yang berbeda.


" Loh itu kan Purnomo? ngapain dia disini?" Tanya Rita kaget, karena yang Rita tahu Purnomo karyawan nya Roni.


" Apa dia tidak kerja? masih pagi disini?" Tanya Nia penasaran juga.


" Deketin sana, pura pura tawarin dagangan kamu dan tidak kenal dengan Purnomo " Lanjut Rita yang penasaran, kenapa Purnomo ada disini.


Nia ngangguk dan langsung jalan mendekati Purnomo, pura pura tawarin kue jualannya dan pura pura tidak kenal.


" Astaga ketemu dia, ngapain dia disini." Batin Purnomo panik, Purnomo jadi ingat bagaimana isengnya Nia kemarin


" Misi pak, mau beli kuenya?" Tanya Nia basa basi, Nia berusaha untuk tidak kenal Purnomo


" Iyah saya beli kue kamu, sepuluh ribu." Ucap Purnomo berusaha santai, sejujurnya cukup kwatir jika Nia ingat siapa dirinya

__ADS_1


Nia langsung memasukan kue jualannya kedalam kantong plastik, Rita yang melihat Purnomo tidak tenang merasa kasihan karena Purnomo korban keegoisan Roni


" Kamu kerja dimana?"Tanya Rita, suara Rita membuat Purnomo sedikit merinding.


" Maaf tadi kamu bicara dengan saya?" Tanya Purnomo melihat Nia


" Iyah saya tanya bapak, kerja dimana, soalnya jam segini belum berangkat kerja maaf kalo kepo." Ucap Nia bohong, Nia tahu tadi Rita yang bicara.


" Saya sudah berhenti kerja, saya mau pulang kampung. saya tinggal disekitar sini" Lanjut Purnomo terus terang, Purnomo bener bener tidak kuat kerja ditempat nya Roni, karena ada saja pekerjaan gila yang diberikan Roni untuknya


" Kalo kamu sendiri tinggal dimana? dan kerja apa selain jualan?" Tanya Purnomo basa basi.


" Saya tinggal di sekitar sini sih, kerja di supermarket juga sih." Lanjut Nia, Nia merasa kasihan baru kerja harus keluar begitu saja, dari pada harus jadi bencong terus menerus.


" Wah hebat sekali yah, sudah cape jualan harus cape kerja juga. salut saya dengernya." Lanjut Purnomo, andaikan Purnomo kenal Nia lebih lama, pasti langsung kasih tahu Roni dimana tempat tinggalnya Nia.

__ADS_1


" Iyah Alhamdulillah sih yah, yah sudah saya muter lagi yah. terimakasih sudah mau ngajak ngobrol bareng" Lanjut Nia, Nia untungnya hafal dengan Purnomo jadi dengan mudah bersandiwara


Purnomo nagngguk dan membuat Nia langsung pergi begitu saja, Purnomo sudah yakin untuk keluar dari pekerjaannya. dari pada menyakiti perempuan yang tidak dikenalnya.


Dilain sisi, Bocah kecil melihat Roni yang masih tidur karena semalaman banyak minum, membuat bocah kecil isengin Roni


" Sudah jam segini masih tidur saja, orang dewasa masa kalah dari anak kecil jam segini sudah bangun." Ucap bocah kecil yang sengaja keluarin suaranya.


" Anak kecil siapa? orang dewasa siapa?" Tanya Roni setengah sadar, belum fokus siapa yang bicara


" Bangun dong, masa kalah dari anak kecil, ih payahnya kamu" Ledek bocah kecil semakin menjadi jadi.


Roni yang merasa kesal tidurnya diganggu dan suaru aneh dari mana, membuat Roni bangun untuk fokus melihat siapa yang lagi bicara.


" Perasaan tadi ada yang bicara, yah sudah deh tidur lagi mungkin mimpi." Ucap Roni, tidak melihat siapapun di ruangannya, membuat bocah kecil langsung tepok jidat melihat Roni langsung tidur lagi.

__ADS_1


__ADS_2