
Roni yang ada janji bertemu orang pintar pun, siap siap untuk pergi, Roni melihat Bela masih betah di supermarket apa lagi ngobrol bersama Nia di rak khusus anak anak.
" Mereka baru kenal sudah se akrab itu yah, seperti ada yang aneh." Ucap Roni pelan, Roni lebih memilih pergi dari pada melihat keanehan yang ada di depan hadapannya.
" Bagus dia mulai curiga, sepertinya akan seru nih." Ucap bocah kecil yang sudah menabak apa yang akan terjadi nanti.
Roni langsung pergi dan tidak sabar ketemu orang pinter, yang dimaksud anak buah.
Dilain sisi, Rita posisi berdiri menghadap mesin ATM melihat Roni, yang memperhatikan Nia dan Beby yang lagi ngobrol santai sambil nyusun barang barang.
" Seperti nya dia mulai curiga nih, bagus sekali Roni biar semakin seru." Ucap Rita melihat Roni yang langsung jalan dan keluar dari supermarket.
" Apanya yang seru Rita?" Tanya Bela yang tidak sengaja denger ucapannya Rita
" Tadi Roni melihat kalian berdua yang lagi ngobrol santai, apa lagi kamu kan baru ke Jakarta tapi sudah ngobrol bersama Nia seperti ini, seperti sudah akrab saja padahal kalian kan baru ketemu kemarin sore" Lanjut Rita yang menduga dari tatapannya Roni tadi
__ADS_1
" Oh karena itu, biarin saja lah suka suka dia saja, oh yah saya ke ruangannya Roni yah ada yang mau saya cari." Lanjut Bela, Bela di perintah kan atasannya untuk mencari sesuatu didalam ruangannya Roni
" Silahkan saja, pasti mau menjalankan tugas kan." Ucap Nia melihat Bela yang langsung merapihkan penampilannya.
" Iyah betul sekali, mumpung dia pergi kan, sudah yah jalan dulu." Lanjut Bela langsung jalan ke arah ruangannya Roni.
Rita ngikutin Bela sebenarnya apa saja sih kesalahan Roni sampai Bela mau membantunya sejauh ini.
Dilain sisi, Orang pintar yang disuruh Roni merasa kaget, karena Roni diikuti oleh bocah kecil yang senyum senyum kearahnya.
" Biarin dia sampaikan apa yang dia alami, dan kamu ikutin kemana pun dia ajak kamu." Ucap bocah kecil tahu apa yang mau disampaikan orang pintar itu
" Ada yang bisa saya bantu pak Roni, kata karyawan anda ada yang mengganggu anda?" Tanya Orang pintar berusaha santai dan pura pura tidak tahu ada yang ikutin Roni
' Hampir sebulan ini ada yang gangguin saya pak, dari suara suara aneh, sampai terakhir didalam mobil tiba tiba tangan dan kaki saya gerak sendiri pak, bikin saya semakin takut saja pak." Ucap Roni terus terang dengan pengalamannya akhir akhir ini
__ADS_1
" Tanya ke dia, apa dia melakukan sesuatu sebelum di ganggu, karena kalo di ganggu sampai segitunya pasti ada penyebabnya." Ucap Bocah kecil melihat orang pintar didepannya.
" Tuh kan bener, sepertinya memangnya ada yang aneh." Batin Orang pintar sambil melihat bocah kecil.
" Maaf pak, kalo boleh saya tahu apa yang anda lakukan akhir akhir ini sampai anda di ganggu seperti itu? jika di ganggu dengan suara saja itu sudah biasa pak, tapi jika di ganggu dengan gerakan berlebihan seperti itu, itu tidak wajar pak." Lanjut Orang pintar yang turutin keinginan bocah kecil
Roni berfikir sejenak apa yang dilakukan Roni akhir akhir ini, Roni ingat nabrak Rita dan Roni memerintahkan karyawannya untuk membakar satu rumah beserta penghuninya, karena Roni tidak terima jika ada yang susah bayar hutang.
" Tidak ada pak, jadi apa anda bisa bantu saya?" Tanya Roni berusaha santai, Roni tidak ingin kejahatan demi ke jahatannya ketahuan.
" Hebat sekali ini orang, menyebalkan sekali" Lanjut bocah kecil kesel mendengar ucapannya Roni barusan.
" Tidak bisa, maaf saya tidak bisa bantu anda. silahkan keluar dari rumah" Lanjut orang pintar itu, karena tahu Roni pasti melakukan kesalahan fatal, membuat Roni di ganggu, orang pintar itu tidak mau kena akibat nya karena bantuin Roni
" Loh kok jadi diusir sih pak?" Tanya Roni merasa aneh, karena konsultasi nya belum selesai
__ADS_1
" Sudah sudah pergi sana, saya tidak bisa bantu anda." Lanjut orang pintar dengan tegas
Roni yang kesal karena di usir, akhirnya pergi dengan perasaan kesel. membuat bocah kecil yang melihat nya senyum puas. karena berhasil menggagalkan rencana nya Roni lagi.